dibalik tegarnya seorang ayah

9:19 PM

ketika nabi Muhammad menyebut nama ayah setelah menyebut nama ibu sebanyak 3 kali, bukan berarti kamu tidak perlu menghormati ayahmu seperti halnya kamu menghormati ibumu,

ketika ayahmu tidak datang saat hari terpentingmu bukan berarti dia tidak peduli atas apa yang sedang terjadi padamu,

ketika yang lain menangis tersedu dan kamu melihat ayahmu merekahkan senyuman terbaiknya bukan berarti dia tidak peka terhadap apa yang sedang terjadi,

ketika ayahmu hanya berkata "bagus,nak" saat kamu memberitahukan hasil raport mu bukan berarti dia tidak bangga atas apa yang telah kamu capai,

ketika seorang ayah masih berdiri tegak disana saat melihat kamu terjatuh bukan berarti dia membiarkanmu jatuh begitu saja,

ketika seorang ayah masih tersenyum manis saat kamu membutuhkannya bukan berarti dia tidak mau membantumu,

ketika seorang ayah terus berjalan ketika kamu memanggilnya saat kamu jatuh terpeleset bukan berarti dia pura-pura tidak mendengar teriakanmu,

ketika seorang ayah tidak menghampirimu disaat kamu mengotori bajumu dengan tinta-tinta berwarna bukan berarti dia membiarkanmu menjadi seorang anak yang menjijikan,

dia yang mengajarkanmu bagaimana kamu berdiri dengan tegaknya keberanian seorang lelaki,

dia yang mengajarkanmu bagaimana kamu melangkah maju penuh keberanian sebagai seorang wanita,

dia yang mengajarkanmu bagaimana kamu belajar dari kesalahan dan bangkit tanpa bergantung banyak dari orang lain,

dia yang mengajarkanmu bagaimana kamu kembali berdiri saat kamu terjatuh,

dia yang mengajarkanmu bagaimana cara tetap tersenyum dan menghadapi apapun yang terjadi dengan tegar,

dia yang mengajarkanmu agar kamu tidak puas dengan hasil yang dicapai dan selalu mencoba untuk berusaha lebih baik lagi,

dia yang mengajarkanmu bahwa seseorang yang disayang akan selalu ada dan mendukungmu walaupun dia tidak disampingmu,

dia yang mengajarkanmu bagaimana mengerti keadaan dengan tetap tersenyum didalam kesedihan yang dalam,

meskipun didalam hati dia ingin merangkulmu saat kamu terjatuh,

meskipun dia ingin mengulurkan tangannya saat melihatmu terpeleset,

meskipun dia ingin menoleh kebelakang saat kamu memanggilnya,

meskipun dia ingin ada disampingmu saat kebahagiaan menghampirimu,

meskipun dia ingin menangis sekencang-kencangnya dihadapanmu,

meskipun dia ingin berkata "aku bangga padamu,nak",

meskipun dia ingin memeluk erat tubuhmu saat kamu terlihat kotor dengan tinta-tinta berwarna itu,

kamu tidak tahu,
kamu tidak tahu bahwa diam-diam dia menghampirimu saat kamu tertidur dan menatapmu sambil berkata dalam hati "mungkin beberapa tahun lagi kamu sudah tidak tidur di ranjang kecil ini anakku",

kamu tidak tahu bahwa dalam doanya,dia memanjatkan yang terbaik untukmu,

kamu tidak tahu bahwa diam-diam dia bangga memiliki anak sepertimu,

kamu tidak tahu bahwa dia selalu berharap selalu berada disampingmu saat kamu memanggil namanya,

kamu tidak tahu bahwa dia menangis saat melihatmu bersanding dengan lelaki pilihanmu kelak,

kamu tidak tahu bahwa dia ingin waktu-waktu bersamamu dulu terulang kembali,

kamu tidak tahu bahwa dia ingin selalu didekatmu,ingin selalu berada dibelakangmu untuk mendukungmu,ingin selalu berdiri dibalik ketakutanmu,ingin selalu berbisik ditelingamu untuk berkata "kamu bisa,nak",ingin selalu menggenggam tanganmu saat badai menerjangmu,ingin selalu duduk disebelahmu sampai ada seseorang yang merangkulmu untuk meninggalkan ayahmu disana,

namun dia seorang ayah,
dimana harus mengajarkan keberanian padamu, mengajarkan kemandirian padamu, mengajarkanmu rasa sakit, mengajarkanmu untuk bangkit, mengajarkanmu untuk berdiri tegak diatas kedua kakimu sendiri,dan mengajarkanmu akan pahitnya kehidupan yang akan kamu hadapi.
yang nantinya kebahagiaan lah yang akan kau dapatkan,dan kamu mungkin tidak akan pernah sadar semua itu kamu dapatkan hanya pada ayahmu,seorang ayah yang mungkin kamu anggap tidak pernah mendukungmu dan  merangkulmu..

untuk para ayah diseluruh Indonesia..


ayah,
tetaplah tegar..dan tetaplah berikan senyuman terbaikmu didepanku..











You Might Also Like

12 comments

  1. tulisan kaya gini kayanya jarang aku dapatkan disini... serius banget nih.

    Moga aja suatu saat nanti aku bisa menjadi seorang ayah yg bisa membahagiakan kelurga nanti. :)

    ReplyDelete
  2. sumpah jeng terharu biru gue baca ni tulisan .

    apa lagi pas " kamu tidak tahu bahwa diam-diam dia menghampirimu saat kamu tertidur dan menatapmu sambil berkata dalam hati "mungkin beberapa tahun lagi kamu sudah tidak tidur di ranjang kecil ini anakku", " huaaaa

    ReplyDelete
  3. Jujur bagi saya gak ada yang lebih hebat dari seorang ibu, dimata saya seorang bapak masih kurang banyak perhatian, gak setotal ibu kepada anaknya. Ini realita saya saja.

    ReplyDelete
  4. Mbak, begitu selesai baca ini, ayah aku tiba2 masuk kamar. Aduh, jadi terharu :(

    ReplyDelete
  5. saat nggak bisa pulang karena ujian, baca tulisan ini langsung sedih, tapi mau nangis juga nggak bisa, tengsin uy, soalnya lagi kerja tugas bareng temen *malah curhat* tapi aku udah pernah baca tulisan seperti ini sih, mungkin mirip kali ya? Dan mau baca beberapa kalipun tetep terharu banget dan pengen cepet pulang rasanya. Love you daddy :D

    ReplyDelete
  6. ayah, ya. hmm
    gak begitu deket sama ayah sih guanya.hmm

    btw nyentuh banget :)

    ReplyDelete
  7. sebagai seoarang ayah,d ari satu anak, dari satu orang istri, saya merasa terharu, merasa ge-er, hehehe. posisi ibu dan ayah memang tetep memiliki sisi yang dapat dikagumi anak2nya

    ReplyDelete
  8. Jadih sedih baca postingan ini mengingat gue belum bisa memberikan apa2 buat bokap gue, hiks..

    ReplyDelete
  9. Ayah tuh kaya instrumen musik ibaratnya,jadi kalau kurang 1 instrumen saja maka nada yang dimainkan akan terdengar sumbang

    ReplyDelete