kemiskinan,polemik yg tak terpecahkan


Melihat gambar diatas mungkin sebagian orang akan merasa "kasihan" dan dengan tulus ikhlas tanpa memperdulikan alasan apapun memberikan sedikit uang receh yang ada disaku atau didompetnya kepada si pengemis tersebut. Tanpa kita sadari semakin banyaknya pengemis yang bermunculan di negara ini,khususnya ibukota telah mencerminkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia tidak sama sekali mengalami penurunan. Apa mereka akan mengemis jika mereka mempunyai cukup uang untuk membeli sesuap nasi ? Apa mereka akan mengemis jika untuk memenuhi kebutuhan lain seperti pakaian sudah tercukupi ? Apa mereka akan mengemis jika anak-anak mereka sudah dapat bersekolah dengan baik ? Dan apa mereka mengemis jika mereka mempunyai pekerjaan yang layak ? Pekerjaan yang sehari-harinya hanya datang rapat yang full AC,tidur di ruang rapat,dan mendapatkan uang dengan mudahnya. Pekerjaan yang sehari-harinya hanya duduk di sebuah ruangan yang nyaman dan menikmati hasil dengan mengangkat kaki ke atas meja. Pekerjaan yang tidak menuntut harga diri atau mungkin tidak harus menggadaikan harga diri kepada takdir. Tidak. Mereka tidak memiliki itu semua untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,bahagia,dan nyaman. Karna itu mereka mengemis berharap tangan-tangan dermawan tulus ikhlas meringankan beban kehidupan mereka.

Kemiskinan memang bukan masalah baru bagi Indonesia. Tapi entah mengapa kemiskinan di Indonesia menjadi sebuah polemik yang tidak pernah mencapai kata finish atau terselesaikan. Entah apa yang dikerjakan para wakil rakyat kita dikursi-kursi nyaman DPR sehingga kemiskinan masih menjadi problema yang umum diperbincangkan. Melihat seorang pengemis mungkin seseorang akan merasa lebih beruntung dari si pengemis tersebut. Tapi yang tidak kita sadari adalah kemiskinan akan menjadi suatu senjata yang sangat ampuh menggulingkan moral-moral anak-anak bangsa. Pengangguran,kriminalitas, kebodohan,ketertinggalan merupakan buah hasil dari kemiskinan di Indonesia. Entah sampai kapan kemiskinan akan menjadi masalah yang sepertinya tidak akan pernah terselesaikan. Pemerataan distribusi pendapatan bukan salah satu jalan mengurangi kemiskinan di negara ini. Dalam prakteknya terdapat banyak ketimpangan disana-sini yang menyebabkan distribusi pendapatan menjadi "something useless". Berbagai bantuan dari pemerintah telah disodorkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah BLT atau Bantuan Langsung Tunai. Tapi mungkin hal ini juga belum bisa menyelesaikan permasalahan pokok di negara ini. Mungkin jika kita kilas balik ke masa lalu dimasa pemerintahan orde baru bahkan Indonesia menjadi salah satu negara swasembada beras sebelum kerusuhan terjadi disana-sini. Program Keluarga Berencana berjalan dengan baik,serta pembangunan ekonomi pun terus digerakan. Hanya saja cara pak presiden orba lah yang salah dalam memimpin Indonesia. Kembali ke masa sekarang,bahkan sebagian dari penduduk Indonesia masih belum bisa menyantap nasi 3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Apa hal ini wajar untuk Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alam beserta kekayaan-kekayaan alam lainnya ?


Kelaparan membuat orang melupakan harga dirinya dengan rela memakan makanan bekas orang lain yang tersisa. Apa ini disebabkan karna dia tidak puas dengan makanan dirumahnya ? tentu tidak. Bahkan dongeng 3 anak yang kelaparan dengan seorang ibu yang mengukus kerikil terasa sangat nyata di Indonesia. Kematian karna kelaparan tak dapat disangkal lagi disebabkan oleh kemiskinan. Mungkin saat ibu dirumah hanya memasak 2 jenis lauk pauk saja kita langsung mengomel dan membeli lauk yang kita inginkan di warung lain. Tapi apakah mereka seperti itu ? Tentu tidak. Bahkan untuk makan nasi saja kadang mereka harus mengemis dari pagi sampai malam hari. 

Pengangguran merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari kemiskinan. Pemikiran yang mudah adalah saat seseorang menganggur dia tidak memiliki penghasilan sehingga dia tidak dapat memenuhi tuntutan hidupnya yang menyebabkan orang tersebut bisa dikategorikan kedalam kemiskinan. Tapi apakah kita sadar hal ini memicu timbulnya kriminalitas yang meningkat di negara ini. Krisis moral dihadapi oleh Indonesia dan bahkan menjadi salah satu penentu masa depan negara ini. Apakah hal ini telah terselesaikan ? Yang menjawab sudah mari saya tampar jidatnya. Jika kriminalitas bukan salah satu problema negara ini,kerjanya para polisi mungkin hanya uncang-uncang kaki dan menadahkan tangan menerima gaji (meskipun gue bersyukur polisi jadi ada kerjaannya) atas kriminalitas-kriminalitas yang terjadi di Indonesia. Tapi seandainya pelau kriminalitas tersebut mendapatkan pendidikan yang cukup,kehidupan yang nyaman,peluangnya melakukan tindak kriminal terbilang kecil dibandingkan dia berada dalam posisi pengangguran dan miskin bukan ? Correct Me If Im Wrong ( CMIIW >> bahasa gaul sekarang).

Jadi tidak heran kalau kasus pemerkosaan di angkutan umum,pencopetan,pencurian,dan tindak-tindak kriminal lainnya terjadi di Indonesia. Krisis moral tersebut mungkin memberikan banyak peluang untuk para ustad memberikan ceramah bagi masyarakat Indonesia. Tapi sepertinya hal tersebut belum cukup untuk menyelesaikan polemik seperti kemiskinan ini. Entah sampai kapan negara kita akan seperti ini terus. Dan entah kapan negara kita dapat berdiri sejajar dengan singapura,cina,atau Amerika.

Yang saya harapkan hanya satu.. "turunkan harga mac book pro" eh maksudnya "berikan mukjizat kepada Indonesia untuk bisa menjadi negara yang maju". 
(PS : pantes ga mas bro gue nulis beginian ? pantes kan ? pantes dooong.. bosen galau mulu :p )

Share on Google Plus

22 comments :

  1. hahaaa.. setujuuuu tuh TURUNKAN HARGA MAC BOOK PRO..

    ReplyDelete
  2. Hmm... begitulah nasip Mereka yg kurang beruntung!!
    Mereka juga gak pengen seperti itu... harapannya pasti menjadi lebih baik dari sekarang!!
    So... pantesss..panteesss... turunkan harga!!!
    #Lhokok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan kita sebagai manusia yg diberikan kelebihan dari segi apapun dari mereka tetep harus bersyukur dan berbuat sesuatu ya jeng :)

      Delete
  3. ngiris, saking dikitnya lowongan kerja di Bandung, para cowok banyak yg berubah jadi cewek alias bencong lho demi dapet duit,. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngiris bawang ka ? bukannya miris ya ?

      nah itu dia akibat adanya pengagguran jadilah harga diri digadaikan

      Delete
  4. beruntungnya kita yg masih bisa makan...klo liat di jalanan,waduh,,,byk bgt anak jalanan,emak2 bahkan nenek2 yg suka bersiin mobil pke kemoceng *cara baru*..kesian ngeliatnya,hrsnya kn pda menikmati msa tua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan selalu membayangkan kalo yg seperti itu nenek gue.langsung pengen nangis.. ya satu2nya yg bisa kita lakukan hanyalah menjadi seseorang yg berguna bagi mereka..

      Delete
  5. Miris ya... Indonesia bener-bener belum dewasa pemerintahannya..

    ReplyDelete
  6. mulai dari diri sendiri aja deh menurut ane :)
    soalnya mukjizatnya ada pada kita sendiri , hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. thats right. mulai dari diri sendiri utk menjadi manusia yg berguna

      Delete
  7. tunggu apa lagi untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, saling berbagi dan jangan lupa buat mereka tersenyum kawans :)

    ReplyDelete
  8. di semua negara berkembang, kemiskinan pasti ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi seharusnya tidak untuk indonesia yg memilik kekayaan lebih dari amerika miliki

      Delete
  9. masalah pengemis, ternyata ga semua pengemis benar2 miskin.
    mereka menjual iba, dan mereka sedikit berkecukupan dengan mengemis karena itulah pekerjaan mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ups.. point saya sedang tidak menitikberatkan pada pengemis seperti itu. saya tau pasti akan ada pendapat seperti ini. dan di masy umum jg banyak yg berpendapat seperti ini mari kita tilik balik lagi,karna kemiskinan lah krisis moral seperti ini terjadi.

      Delete
  10. kalau w baca ini sebenarnya malu sama negara2 di Afrika,soalnya mereka aja yg kondisi fisik dll lebih dibawah negara kita tapi secara kepribadian jauh diatas negara kita
    soalnya malah banyak dari mereka,yang sukses di amerika,inggris,itali,spanyol sedangkan indonesia sukses dimana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. thats right !! tapi sepertinya pemerintah kita tidak ada kata malu terhadap negara-negara lain ya..

      Delete
  11. pada UU No.13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir, tertulis
    "negara bertanggung jawab untuk memelihara fakir miskin..."

    secara logika, pada prinsipnya jika peliharaannya berkembang biak maka dapat dikatakan BERHASIL MEMELIHARA

    ke-BEGO'-an bangsa yang nyata

    *hix hix... sedih aku -.-"

    ReplyDelete