industri bulu mata palsu dan wig,penggerak perekonomian Purbalingga

9:44 PM

Bagi yang pernah nonton salah satu acara berita siang di salah satu stasiun televisi swasta,pasti pernah liat berita seputar Purbalingga. Salah satu kota penghasil bulu mata palsu dan rambut palsu atau yang lebih kita kenal dengan sebutan wig. Siapa yang nyangka ternyata bulu mata palsu anti badai,anti septik,anti peluru,yang biasa dipakai artis sekelas syahrini diproduksi di kota kecil di Jawa Tengah. Bahkan menjadi salah satu komoditi ekspor dalam jumlah besar-besaran ke Amerika,Eropa dan sekitarnya. Mungkin wig nya madonna itu berasal dari sini. Atau bulu mata yang suka dipakai artis-artis hollywood salah satunya berasal dari Purbalingga. 
pic source (pembuatan bulu mata palsu)

Beberapa waktu lalu,mungkin masih sekitar seminggu yang lalu gue bersama dengan ayahanda tercinta mengunjungi nenek dari ayahanda yang kediamannya berada disalah satu desa dari berpuluh-puluh desa di Purbalingga. Jaman-jaman SMA dulu kalo berkunjung kerumah nenek masih sebodo teuing sama orang-orang didesa yang lagi bikin bulu mata. Tapi setelah masuk jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Islam Negri Syarifhidayatullah Jakarta *promo terselubung* dan mengetahui sedikit banyak isu-isu perekonomian negara, sekarang baru paham kalau industri bulu mata palsu dan rambut palsu/wig ini ternyata berpengaruh besar kepada perekonomian masyarakat di Purbalingga. Salah satu sodara gue pernah bekerja disalah satu pabrik bulu mata palsu ini,kurang lebih sekitar 2 tahun menjadi karyawan pabrik sekarang dia udah mendirikan toko sembako milik pribadi. Sayang ga sempet ambil foto toko sembakonya si uwa di desa.

Setelah Guangzhou-Cina,ternyata Purbalingga merupakan salah satu penghasil bulu mata terbesar di dunia loh jeng. Kurang lebih ada sekitar 31 perusahaan bulu mata dan rambut palsu di Purbalingga dan 18 diantaranya berasal dari PMA atau Penanam Modal Asing dari Korea Selatan dengan pasar ekspor terbesar di Amerika dan sebagian Eropa,sedangkan sebagian berasal dari PMDM atau Penanam Modal Dalam negeri. Yang gue baru tau ternyata industri bulu mata dan wig ini udah berjalan sejak sekitar awal 1980-an. Dan berkembang terus sampai menjadi salah satu kota dengan penghasil bulu mata palsu dan wig terbesar kedua setelah guangzhou. Sebagai darah purbalingga,aye ngerase bangga mpok karna dari industri ini nih bisa majuin ekonomi warganye (ini betawi bukan jawa jeeeeng). Sejauh mata memandang pedesaan menuju alun-alun kota Purbalingga,jarang gue liat rumah yang masih dibangun dengan menggunakan bilik bambu. Sekalipun ada mungkin cuma 1-2 aja. Selebihnya rumah-rumah disana ga beda jauh dengan rumah-rumah dikota. Perbedaannya ya letaknya yang berjauhan ga kaya kompleks perumahan di kota. Hal ini mengindikasikan kita bahwa ekonomi masyarakat disini tergolong baik karna dari hasil membuat bulu mata mereka bisa nyicil untuk membangun rumah.

hah ? koq bisa jeng bikin bulu mata doang bisa ampe bangun rumah ?

Selidik punya selidik,dari hasil investigasi selebritis desa gue menemukan fakta bahwa mayoritas disetiap rumah si kepala keluarga ternyata ga berada dirumah dan hidup bersama anak-istrinya. Jadi gini sang suami tercinta merantau dan bekerja di ibukota, sedangkan sang istri menjadi karyawan pabrik bulu mata sehari-harinya. Kerja selama kurang lebih 6-7 jam atau bisa lebih dari itu. Di desa kan budaya nikah muda masih kental banget kan ya, rata-rata yang gue temuin dipabrik-pabrik itu adalah karyawan-karyawan dengan status ibu-ibu muda dibawah 35-40 tahun. Masih produktif banget buat kerja.  Dan sangat membantu perekonomian keluarga. Modal keuletan,ketelitian,dan semangat mereka udah bisa mendapat penghasilan yang sama dengan suaminya di Jakarta yang menerima gaji sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional).

Bermodalkan keuletan,tanpa ijasah pendidikan formal masyarakat pedesaan di Purbalingga bisa menjadi karyawan pabrik bulu mata. Sepanjang perjalanan dari rumah nenek menyusuri desa-desa di kawasan purbalingga menuju alun-alun kota,ada beberapa rumah yang selalu ramai oleh ibu-ibu muda yang sedang ngidep (ngidep adalah bahasa lain *mungkin bahasa jawa nya* dari membuat bulu mata). Sekali lagi dari hasil investigasi selebritis desa gue menemukan fakta lain ternyata beberapa warga mengajukan diri untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan bulu mata di Purbalingga. Mereka menyediakan fasilitas berupa tempat untuk para karyawan melakukan aktifitas "ngidep" nya itu. Dan FYI jenis mitra seperti ini benar-benar banyak memberikan manfaat,keuntungan,serta menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. Letak dari pabrik bulu mata itu mayoritas berada didaerah kota (bukan mayoritas mungkin semuanya), nah yang bikin perekonomian  masyarakat desa-desa ini tergolong baik adalah mitra-mitra dari perusahaan-perusahaan bulu mata yang tersebar hampir disetiap desa. Jadi warga yang bermitra ini bertindak sebagai pengempul (bahasa Indonesianya mungkin pengumpul) bulu mata yang dihasilkan masyarakat desa yang dikerjakan ditempat pengempul ini. Masyarakat desa ga perlu repot-repot kerja kekota dan menghabiskan waktu perjalanan sekitar setengah jam lebih untuk bisa mencapai kota. Mereka cukup bekerja ditempat pengempul setempat. Upah ? Tetap sama dan mereka tetap diberikan hak yang sama sebagai karyawan perusahaan-perusahaan pembuat bulu mata itu. 

Dan yang masih berkecamuk dipikiran gue adalah.. kenapa orang-orang asli purbalingga malah membanjiri ibukota bukan malah menjadi karyawan setempat dan membangun perekonomian daerahnya sendiri ? Lapangan pekerjaan sebagai karyawan pabrik bulu mata tersebar luas di Purbalingga, mustahil kalau seseorang ga dapet kerja di purbalingga. Tapi mungkin masih banyak yang belum yakin dengan kekuatan ekonomi daerah ini dan lebih memilih mengadu nasib di ibukota yang jadinya malah bikin padat kota. 

Jalan Raya purbalingga sore hari. No macet.

Kabupaten Purbalingga terletak didepan alun-alun kota

Candid. Seorang anak kecil yg sedang bermain di alun-alun kota. 
Sadar kamera saat gue ngarahin kamera ke dia.

Menurut gue sebagai anak ekonomi yang gagal masuk kedokteran karna salah ambil jurusan pas SMA dulu, Purbalingga punya kekuatan ekonomi yang mungkin ga dimiliki oleh daerah-daerah lain. Didukung dari pemerintah daerah, industri bulu mata dan wig ini menjadi salah satu roda penggerak perekonomian warga. Hidup diatas garis kemakmuran patut dicapai oleh masyarakat Purbalingga jika industri ini terus maju dan didukung oleh masyarakat. Salut dengan pemerintahan disana yang begitu baik menata daerahnya. Dan salut sama masyarakat sana yang ulet dan semangat bikin bulu mata. Gue selama kurang lebih 10 menit cuma bisa nyelesain setengah helai bulu mata,yang faktanya seorang karyawan bisa membuat 5 bulu mata hanya dalam waktu 10 menit. Dengan dukungan yang maksimal dari pemerintah yang bersinergi dengan masyarakat, daerah-daerah semacam Purbalingga mungkin bisa menjadi kota-kota mandiri. Ga menutup kemungkinan bahkan menjadi kota industri. Lingkungan yang masih asri,dan infrastruktur yang masih baik (mungkin karna populasinya pindah semua ke ibukota) harus tetap dipertahankan jika kelak Purbalingga menjadi salah satu kota industri maju. Ditambah lagi jika semua kota-kota diseluruh daerah dipulau Jawa bisa seperti Purbalingga ini ga menutup kemungkinan pula mereka yang hidup dibawah garis kemakmuran bisa melangkah kegaris kemakmuran. Dan sekali lagi teori tidak segampang prakteknya ya jeng. 

Akhir kata sekian untuk kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa sekaligus mempromosikan Purbalingga sebagai kota yang wajib dikunjungi. Mau wisata ke baturaden ? Cuma sekitar satu setengah perjalanan dari Purbalingga. Ditambah lagi pendakian gunung slamet,kebun strawberry,dan masih banyak lagi. 







References :

You Might Also Like

36 comments

  1. wah... salut deh sama Porbalingga =) lulus kuliah jeng bisa membantu membangun ekonomi purbalingga ya :D

    ReplyDelete
  2. wah itu jalanan purbalingga sepi amat yak, warganye pada pindah ke jkt semua apa yak xp

    disana bulu mata perbungkus berapaan yak? tau gitu mah gue titip jeng! :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. beli aja di jakarte pin sama aja koq dari sana juga. yoiii pada merantau semua warganya..

      Delete
  3. dan aku mau ke purbalingga minggu besok hehehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaah sayangs ekali akika udah balik

      Delete
    2. yah. . kok balik. . . ni belom selese edisi bulu matanya yak hehehehe. . . .

      Delete
  4. wah.. Purablingga bersih dan sepi amat yak jalannya, jadi pengen tiduran #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaaa aku aja nyebrang ga perlu ngeliat kanan kiri *engga juga jeng*

      Delete
  5. eh buset, mitra usaha bulu mata bisa bikin rumah sama warung?
    harga bulu mata berapaan jeng disana? kaya nya boleh tuh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia justru barangnya itu buat di export taa jadi ga tau brapa harganya

      Delete
  6. aku mau pasang bulu mata teman hahahaha

    ReplyDelete
  7. iih lamo nian ambo tak bersua kemari.. jeng nonni sekarang berjilbab, jd pangling.. heheh

    waah bagus nih postingnya, sekalian nyicil skripsi jeng? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuahahaaa jeng amel baru nongol lagi. alhamdulillah insya allah berjilbab hehehe. huaaa belom ngerti nyusun skripsi mesti darimana haha

      Delete
  8. kagak nyangka ya,alis mata palsu juga bisa dijadikan industri yang menghasilkan sama kaya padi

    ReplyDelete
  9. aaah sebel baca postingan ini! dari area pabrik ke kosanku, cuma satu jam! dan kamuh tetap enggak mampirrrr. :((

    tau gak? di purbalingga sana, para suami yang gak kerja tapi istrinya kerja di pabrik, terkenal dengan sebutan "Pamongmraja". Papah momong, mamah kerja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. BAHAHHAAAAAA pamongmraja ngakaak. heeeeeeh siapa yg disms ga dibalees2 !!!!

      Delete
  10. wah enak banget ya, gak kaya jakarta yang setiap harinya pasti macett, kapan ya bisa ke purbalingga ???
    visit back ya
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. beeeeh disana guling2an dijalan juga hayuuuk *eh

      Delete
  11. tadinya saya kira probolinggo eh ternyata purbalingga.. nice post euy :D

    ReplyDelete
  12. Boleh juga nih usaha, walaupun terlihat kecil tapi manfaatnya luar biasa.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaaap.. ini salah satu cabang UMKM yg dahsyat ya bang.

      Delete
  13. Replies
    1. bulu mata palsunya bagus banget,, aku pengen beli

      Delete