antara akademisi dan aktivis

8:29 PM

Assallamualaikuuuuum.. 
setelah murtad dari dunia perblogingan untuk beberapa saat, ada baiknya kita beramah tamah dulu biar ga selek ya kan. akhir-akhir ini JB (jeng blogi) lagi sibuk sama acara kampus yang ga brenti-brenti. Acara ini selesai, kemudian muncul acara lainnya. Begitupun seterusnya. Hingga saat buka blog tanpa sadar sekarang udah pertengahan bulan. Posting engga bayar mbok ya koq males toh jeng ? bukan males sebenernya, tapi emang bener-bener ga sempet aja sih. Sekalinya ada waktu luang bawaannya pengen tidur seharian, hoaaamppph.

Okeeee... Kali ini kita akan bahas seputar kampus. Entah kenapa JB lagi seneng ngebahas antropologi kampus, dan cerita-cerita dibalik kampus dan sekitarnya. Mungkin udah banyak blogger-blogger yang membahas kategori mahasiswa-mahasiswa yang beredar didunia kampus. Dan sekarang kita ga akan bahas jenis-jenis spesies tersebut, tapi cukup dua diantaranya saja. Akademisi dan Aktivis. Mungkin temen-temen yang belum merasakan dunia kampus sering denger kata-kata akademisi, atau aktivis dipertelevisian kita. Udah tau belum artinya apa ? Kalo belum tau mari kita telaah lebih jauh lagi..

Akademisi menurut artikata.com adalah orang yang berpendidikan tinggi / anggota akademi. Biar akika perjelas lagi, akademisi adalah orang yang berkecimpung dalam dunia akademis. Entah itu dalam pendidikan, atau apapun yang berhubungan dengan pendidikan/pengetahuan. Sebut saja Sri Mulyani. Seorang akademisi kelas kakap yang sekarang menjadi orang penting yang duduk di IMF. Kontribusi beliau dalam pendidikan cukup besar sebelum beliau menjadi seorang mentri keuangan di Indonesia. Lulusan Universitas Indonesia, dan university of illionis ini telah berkecimpung dalam dunia pendidikan sejak dirinya masih duduk dibangku kuliah. Trus gue harus bilang wow gitu ? YAIYALAAAAAH... she is one of the greatest woman in the world gitu loh. Untuk lebih jelasnya temen-temen bisa baca di sini

Sedangkan Aktivis itu sendiri menurut wikipedia adalah upaya yang dimaksudkan untuk mengemukakan masalah perubahan yang terkait dengan masyarakatkuasa pemerintahantatanan masyarakat, atau lingkungan. Biar akika jelasin ya jeng, aktivis menurut wikipedia ini menjelaskan seseorang yang aktif dalam kegiatan sosial, kegiatan yang berada diluar kampus, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan politik, masyarakat, atau lingkungan. Gampang koq untuk menemukan orang-orang seperti ini kalo kalian udah masuk kedunia kampus. Mereka yang aktivis itu bukan brati cuma tukang demo aja, tapi mereka yang kritis dan benar-benar menjalankan tanggung jawab mahasiswa sebagai agent of change. Kalo tadi dari akademisi ada Sri Mulyani, dari aktivis gue ambil seseorang yang mungkin kalian udah ga asing lagi denger namanya,yaitu Bapa Surya Dharma Ali menteri agama kita. Beliau memulai gerakan politik pada salah satu organisasi ekstra kampus,jatuh bangun sampai sekarang beliau bisa menjabat sebagai mentri agama kita. Dimana perbedaan beliau dengan Ibu Sri Mulyani ? Atau apa bedanya aktivis dengan akademisi ? Masih bingung ? Kalo masih bingung mari kita bahas lebih lanjut lagi.


Ada salah satu senior gue (fakta),sebut aja namanya Safa (bukan nama sebenarnya). IPK yang ga pernah dibawah dari 3,5, prestasi tinggi dikampus,aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berbau pendidikan,aktif dalam forum-forum kajian ekonomi,dan akhirnya dia lulus dengan IPK cum-laude. Sekarang ? Dia bekerja di Badan Kebijakan Fiskal kemenkeu. Dan senior gue yang satu lagi,sebut aja namanya Aji (bukan nama sebenarnya),dia mahasiswa tingkat akhir yang lagi nyusun skripsi, aktif dalam organisasi ekstra kampus, partai mahasiswa, partai politik, dan memiliki bakat yang luar biasa dalam hal kepemimpinan. Dia memang belum lulus, tapi sama dengan Safa,dia udah bekerja disalah satu lembaga pemerintahan. Faktanya dia belum lulus loh. Dimana perbedaannya ? Akademisi model Safa adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia pengetahuan dan berprestasi didalamnya. Dari apa yang telah mereka perjuangkan, akademisi seperti Safa tadi bisa berkarir pada tempat yang seharusnya. Aktif dalam forum-forum pendidikan dan pengetahuan, berprestasi, dan tau kemana dia harus melangkah. Aktivis model Aji adalah dia yang menganut keyakinan IPK bukanlah segalanya, tapi skill pribadi masing-masing, link, hubungan baik, wawasan, pengetahuan, pergaulan, kepemimpinan yang dia dapat dari luar kampus yang bisa menuntunnya ke pekerjaan yang dia cintai. Yakni bidang politik. Dan dia dapat membuktikan kalau IPK bukanlah segalanya. 

Itu sedikit fakta dari perbedaan akademisi dan aktivis. Antara akademisi dan aktivis,mereka memiliki kelebihan masing-masing. Dimana seorang akademisi mempunyai tingkat intelektualitas tinggi lewat pendidikannya, seorang aktivis memiliki jiwa kepemimpinan dan skill yang sama yang bisa disetarakan dengan seorang akademisi. Biasanya seorang aktivis emang ga buru-buru meluluskan diri karna dia terlalu sibuk dengan kegiatannya. Tapi tidak jarang mereka yang aktivis sebelum menyandang gelar sarjana pun mereka sudah terpakai dimana-mana. Yang penting adalah dimana seseorang memutuskan untuk melangkah pada jalan yang dia ingin lalui, dia tau kemana harus melangkah,dan konsentrasi pada langkahnya agar tidak salah jalan. Seorang sarjana itu bukan cuma kuliah pulang dan meraih IPK tinggi tapi jika disuruh bicara soal pengetahuan umum dia belum fasih, tapi mereka yang mengaku kaum intelektual dan bisa membuktikannya. Antara akademisi dan aktivis memiliki jalannya masing-masing. Seorang akademisi akan berkarir pada jalannya dan seorang aktivis akan bersua pada jalannya. Diantara mereka sama-sama memiliki kelebihan masing-masing. Bahkan seorang akademisi bisa berlatar belakang dari seorang aktivis atau sebaliknya. Antara akademisi dan aktivis. Kalo masih belum ngerti dengan tulisan silahkan coba sendiri dikampus. Syarat dan ketentuan berlaku. Hati-hati penipuan.

You Might Also Like

7 comments

  1. Jadi ingat kata-kata penyemangat dari senior ...

    "Nggak apa-apa kita susah diterima masuk kerja, tapi dengan kemampuan yang dimiliki, kita harus sulit juga untuk dikeluarkan. Jangan mau gampang dapat kerja gampang juga diberhentikan".

    ReplyDelete
    Replies
    1. gila itu kata-kata kece banget rid. bener bangeeeeeet..hahaha

      Delete
  2. 1. Coba dicermati lebih dalam mengenai sosok Sri Mulyani.
    2. Setuju, IPK bukan segalanya. Tapi hasil study kita tercermin dalam angka2 yang ada di sana. IPK maksimal, aplikatif ilmu maksimal. Perusahaan yang kejar2 kita. Seperti contoh kasus diatas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. IPK bisa dicari, pengalaman yg ga bisa dicari.. teman-teman senior saya banyak yang masih memperjuangkan IPK tapi ternyata diluar mereka sudah mendapat pekerjaan..

      Delete
  3. terus eyke masuk yang mana jeng? kok gak dua-duanya yah hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo elo mah mahasiswa tingkat akhir tukang galau ka hahahhaa

      Delete
  4. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    ReplyDelete