pemuda daerah dan daerahnya

*bersihin pojokan blog dari sarang nyamuk*
Kalo kelamaan ditinggal mungkin bisa jadi pengunjung blog ini mendapat serangan demam berdarah kali ya saking banyaknya nyamuk dipojokan. Alhamdulillah sempet nulis lagi. Ide sih selalu ada tapi waktu untuk menuangkannya ini yang susah. Jadwal manggung padat banget soalnya (manggung pake gerobak dorong).

Kabarnya gimana jeng ? 

Alhamdullillah masih galau menunggu pendamping,#okesip. Masih dengan rutinitas yang sama. Kuliah dan dengan segala tetek bengeknya (baca : tugas, kegiatan, tuga, kegiatan, dan begitu pun seterusnya). Semoga masih ada yang mau ngunjungin Jeng Blogii ya selama ditinggal berbulan-bulan ini. Kali ini Jeng blogii mau bahas seputar pemuda daerah dan daerahnya. Karna seperti yang kita tau, banyak banget pemuda-pemudi daerah yang jauh merantau sampai Jakarta atau kota-kota besar di pulau jawa meninggalkan daerahnya nun jauh disana untuk mengeyam pendidikan yang dinilai lebih baik dari daerahnya. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pembangunan kos-kosan disekitar kampus. Tanda bahwa banyak pemuda-pemudi perantau yang tangguh dan kuat menghadapi kehidupan keras kota besar. (oke ini lebay).

Pemuda-Pemudi Daerah

Ga bisa disangkal lagi pembangunan yang tidak merata, terpusat dipulau jawa dan kota-kota besar di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi yang banyak didorong oleh kota-kota besar ini menjadikan kota-kota tersebut menjadi kota yang berkembang,maju peradabannya, modern, dan selalu mengimbangi perkembangan zaman. Segala fasilitas umum dengan standarisasi internasional pun mudah didapatkan dikota-kota besar yang tersentuh pembangunannya oleh pemerintah. Menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat-masyarakat yang tinggal di pedesaan untuk kemudian migrasi kekota-kota besar dan menggantungkan harapan untuk hidup yang lebih baik dikota. Selain itu dengan adanya pembangunan yang bukan hanya bergerak di bidang ekonomi, bidang pendidikan pun menjadi jauh lebih baik ketimbang yang ada dikota-kota kecil dipelosok daerah di Indonesia. Karna itu mungkin banyak yang dari ujung sabang sampai merauke yang kemudian merantau jauh kekota-kota besar di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari daerahnya. Hal ini wajar aja. Siapa sih yang ga mau mendapatkan yang lebih baik lagi ? Meskipun kadang yang lebih baik itu selalu ada kekuranggannya, tapi untuk mencari yang terbaik itu memang butuh proses. FOKUUUS JENG FOKUUUUS... olrait fokus jeng. Ya, hal ini wajar aja untuk mereka yang menginginkan pendidikan yang lebih baik, menginginkan kehidupan yang lebih baik, yang pada akhirnya mereka memilih untuk move on meninggalkan tempat asalnya. Meskipun kadang move on itu sulit karna bayang-bayang masa lalu masih sering terlintas...okee fokus jeng fokuus..

Nias salah satu daerah yang ditinggalkan pemuda-pemudi daerahnya
Beberapa hari lalu ini jadi salah satu tema yang gue dan teman-teman angkat dalam bahasan ekonomi makro dikelas. Nias itu punya banyaaaaaak potensi sumber daya alam. Tapi siapa sangka ternyata pulau nias masuk kedalam peta kemiskinan di Indonesia. Pertama, karna Nias adalah salah satu pulan terpencil yang terisolasi oleh kondisi alam Indonesia itu sendiri. Karna itu Nias sulit tersentuh pembangunan dari pemerintah. Pemerintah daerah setempat bukan tidak peduli, tapi infrastruktur yang kurang memadai masih menjadi salah satu penghambat pembangunan di Nias. Bahkan para petani di Nias untuk menjual hasil taninya itu harus berjalan beratus-ratus meter ke pasar untuk menjangkau tempat pemasaran hasil taninya sendiri. Selain keterisolasian pulaunya, yang kedua adalah SDM (Sumber Daya Manusia) di Nias yang sangat minim. Disana mayoritas penduduknya itu adalah usia tidak produktif semacam petani-petani dan yang lainnya. Karna apa, ternyata pemuda-pemuda di Nias usia produktif (15-30) setelah mereka lulus pendidikan SLTA mereka migrasi kekota-kota besar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Naaaaaaah, sekarang saat pemerintah ingin membangun Nias dengan segala program-program dan kebijakannya sedangkan di Nias sendiri kekurangan SDM, gimana Nias bisa keluar dari peta kemiskinan ?
Akhirnya pendidikan non formal untuk masyarakat Nias menjadi salah satu program pemerintah dalam rangka memerangi kemiskinan di Nias. Itulah kenapa suatu daerah masih menjadi daerah yang jauh dari perkembangan dan pembangunan. Karna para pemudanya sendiri tidak ingin membangun daerah-daerahnya sendiri. Coba setiap pemuda-pemudi yang sedang merantau ke kota-kota besar untuk mendapatkan pendidikan kembali ke daerahnya dan bantu membangun daerahnya masing-masing. 

Keindahan alam Nias




Siapa yang sangka Nias itu merupakan salah satu pulau dengan label surga dunianya Indonesia. Keindahan alam di Nias bisa menjadi daya tarik tersendiri jika Pemerintah setempat juga pemerintah pusat bisa memaksimalkan potensi yang ada di pulau yang masuk kedalam peta kemiskinan di Indoensia ini. Ya kembali lagi kemasalah SDM, di Nias SDMnya minim banget ciiiin. Mau dibangun seperti apapun kalau nantinya engga ada yang mengelola itu cuma menjadi hal yang percuma. Padahal kalau seandainya potensi keindahan alam di Nias ini bisa digunakan dengan baik, bisa jadi pendapatan pemerintah setempat bisa meningkat dari sektor pariwisata. Sama seperti Bali, lombok, atau raja ampat. 

Pemuda-pemudi daerah adalah harapan daerahnya
Berbekal pendidikan formal maupun non formal yang didapat para pemuda daerah, merupakan salah satu harapan besar daerahnya jika mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat untuk membantu membangun daerahnya masing-masing. Tapi memang terkadang banyaknya alasan tersendiri memaksa pemuda-pemuda kita untuk lebih memilih mengadu nasib dikota lain yang jauh lebih baik dari daerahnya. Tapi seandainya 900 dari 1000 pemuda yang berpikir seperti ini, mungkin bukan cuma Nias yang menjadi salah satu pulau yang tinggalkan manusia-manusianya. Mungkin bisa saja kemudian papua, NTB, dan pulau-pulau lainnya yang mengikuti jejak Nias sebagai salah satu pulau miskin dalam peta kemiskinan di Indonesia. Pemuda-pemudi daerah adalah harapan bagi daerahnya untuk bisa turut serta ikut dalam membangun daerahnya. Partisipasi dalam pengentasan kemiskinan, partisipasi dalam rangka menaikan tingkat kesejahteraan daerahnya, dan juga partisipasi dalam membangun pendidikan didaerahnya. Dengan adanya pemuda-pemudi seperti ini, siapa sangka generasi penerus bangsa adalah yang benar-benar meneruskan perjuangan para pejuang terdahulu dalam membela daerahnya masing-masing. Jadi, setelah lulus kuliah nanti, mari bantu membangun daerah kita masing-masing agar menjadi seperti kota-kota besar lainnya dipulau Jawa. Kalau bukan kita siapa lagi ?









References :
Gulo, Talizaro, Bengkel Ginting dan Agus Suriadi. "Kebijakan dalam upaya memerangi kemiskinan di Nias", Jurna Studi Pembangunan Vol 1 Nomer 1, 2005.
Share on Google Plus

9 comments :

  1. Efek sentralisasi di Indonesia, kota besar makin besar sementara kota kecil makin sulit bersaing karena SDM-nya lebih memilih merantau ke kota besar.

    Kebanyakan dari anak daerah yang memilih pindah ke kota besar itu karena pemberitaan dan cita-cita untuk menggapai hal-hal yang sering diberitakan di berbagai media. Meski tidak semua yang diberitakan di media itu benar.

    Untuk itu (menurut saya yang songong ini :P) perlu dilakukan penyuluhan terhadap calon SDM (anak sekolahan, SMP-SMA) yang akan jadi penerus bangsa. Penyuluhan ditujukan agar mereka lebih sadar dengan potensi daerahnya yang tidak kalah dengan kota besar, seperti potensi yang dimiliki daerah Nias ini.

    CMIIW
    *hanya ingin berpendapat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama dengan pendidikan cinta daerah masing-masing. karna itu kadang kita dikasih pelajaran bahasa daerah supaya kita cinta daerah masing-masing dan think something to build it..

      Delete
  2. Pemandangannya sih bagus...tapi kayaknya infrastruktur di sana masih kalah sama Pulau Jawa...

    Gua juga ga mau tinggal di daerah yg indah, tapi ga ada internet >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini langsung MAKJLEB.. tapi bener om gue juga ogah yg ada jadi orang purba ga tau perkembangan luar :)

      Delete
  3. ehhmmm anak rantau jadi berasa nih...
    salah satu alasan kita mencari penghidupan k kota besar karena ingin taraf hidup menjadi lebih baik. BUkan berarti d daerah ga bisa, tp prasarananya yang kurang mendukung. Bener juga kata bg Farid d atas, sentralisasi masih terpusat d Kota besar d P. Jawa...

    cita2 sih, mau cari modal dulu yg bnyak d kota baru membangun kampung halaman, hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiiiiin.. semoga bisa membangun daerahnya yaaaa..

      Delete
  4. ya saya setuju dan gan jeng,,bahwa salah satu penyebab adalah penyebaran pembangunan yang tidajk merata.walaupun sejak tahun 2004 sudah ada peraturan mengenai otonomi daerah,,namun program ini kurang berjalan secara baik, dan pola pnyebaran kesempatan kerja terlalu banyak berada di jakarta dan daerah pulai jawa..

    mengenai pendidikan inilah yang sangat saya sayangkan,kenapa pemberian ketrampilan hanya di berikan kepada SMK saja,,seharusnya menurut saya siswa SMA pun juga harus dapat pemberian ketrampilan. agar nantinya semakin banyak generasi muda yang dapat memanfaatkan potensi daerahnya sendiri,

    ReplyDelete
    Replies
    1. otonomi daerah iya, tapi saat pemda udah berasa sekeras mungkin dan pemerintah pusat tetap diam aja apa daya daerahnya. itu kan yg terjadi di nias don. pemdanya itu memang menjalankan otonominya but keterisolasian itu yang menyebabkan sulitnya pembangunan masuk desa. dan mereka harus didukung oleh pusat yang punya sumber tenaga yang lebih. CMIIW.. nice to share :)

      Delete
  5. aku suka banget sama blognya..
    isi blog dan postinganya bagus, menarik dan bermanfaat sakali..:)
    jangan lupa untuk terus menulis menulis yaa..^_^

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blogger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    ReplyDelete