between mom and dad

2:52 PM

Sewaktu kita keluar ke dunia yang penuh dengan kepalsuan, dengan mata yang berbinar-binar ibunda kita menatap buah hatinya yang selama ini dinanti kehadirannya ditengah-tengah hari-harinya. Kesakitan, pengorbanan selama sembilan bulan, serta ujian-ujian lainnya terasa bukan apa-apa setelah melihat buah hatinya yang selama ini dijaganya telah menangis menghirup udara kehidupan. Sembilan bulan ibunda mengandung kita, sering kita nakal untuk menendang perutnya dan berputar-putar karna tidak ada kerjaan selain menunggu asupan makanan dari ibunda kita tersayang. Selama sembilan bulan dengan telaten bunda merawat kita dalam kandungan. Memberikan gizi yang baik, mengajak bicara kita, menyanyikan kita lagu-lagu yang bahkan kita tidak pernah dengar sebelumnya. Bersama ayah yang rajin mengecup kita melalui perut ibunda namun kecupan hangatnya begitu terasa sampai kita memaksa keluar dengan menendang perut ibunda. 

Saat kita terlahir ke dunia ini bagaikan kertas putih yang belum ternoda dengan aktivitas duniawi. Bagaikan kapas putih yang baru saja dipanen oleh petaninya. Putih, bersih, tanpa dosa. Hanya seonggok daging yang baru saja menghirup udara kehidupan. Tapi entah kenapa mereka yang tidak bersalah terkadang kehadirannya tidak diharapkan oleh ibunda mereka. Dengan paksa mereka mematikan darah daging mereka sendiri. Mematikan mereka bahkan saat mereka belum seharusnya keluar ke dunia ini. Sepatutnya kita bersyukur karna sampai saat ini kita masih dididik dengan baik oleh kedua orang tua kita. Seandainya ayah ibu kita adalah salah satu dari mereka yang tidak menginginkan kehadiran kita, mungkin sekarang kita tidak bisa duduk santai dengan fasilitas yang baik, dan kebutuhan yang cukup. Mungkin jika ayah ibu kita tidak mengharapkan kehadiran kita dulu, saat ini kita adalah salah satu anak yang nakal yang membutuhkan perhatian lebih dari ayah ibu karna selama ini mereka tidak memberikan kebutuhan yang kita butuhkan. Kasih sayang.. 

Bicara soal kedua orang tua, peran ibunda tidak dapat dikalahkan dengan peran seorang ayah. Meskipun peran ayah tidak kalah pengorbanannya dengan ibunda, ibunda tetaplah yang terdepan. Waktu yang kita habiskan dengan ibu lebih banyak ketimbang waktu yang dihabiskan dengan ayah. Meskipun begitu seorang ayah tetap memperhatikan perkembangan anaknya. Yang tidak kita tahu diam-diam seorang ayah akan terus menanyakan apakah kita sudah bisa merangkak sewaktu kita kecil, apakah kita sudah bisa berdiri, apakah kita sudah bisa memanggil mama, seorang ayah akan terus menanyakan perkembangan kita meskipun yang memapah kita berjalan adalah ibunda kita dirumah, meskipun yang menangkap kita jatuh saat mencoba berdiri adalah ibunda kita, dan meskipun yang telaten menyuapi kita makan siang adalah ibunda kita. 

Saya ingat terakhir kali ayah saya marah adalah ketika saya berumur 6 / 7 tahun. Waktu itu saya nekat ikut ayah kekantor polisi malam-malam untuk mengurusi sesuatu hal yang urgent. Waktu sudah malam, dan ayah saya marah besar saat saya merengek nangis meminta ikut dengannya. Cerita itu tidak pernah saya lupakan karna itu adalah hari terakhir ayah saya berteriak memarahi saya, sampai saya berumur 20 tahun ayah saya tidak pernah sedikitpun memarahi saya ketika saya salah. Beliau menyerahkan sepenuhnya untuk soal maraah memarahi kepada ibunda saya. Karna hal terbodoh yang pernah ayah saya lakukan adalah menampar saya yang merengek ikut kekantor polisi malam-malam sewaktu saya berumur 6 tahun. Dan hal itu membuat dia menyesal sampai tidak pernah berani memarahi saya sedikitpun sampai 14 tahun kemudian. Kalau diingat-ingat, sebenarnya saya kesurupan apa waktu kecil dulu sampai kekantor polisi merengek ikut ayah saya. Kalau ayah saya pergi ke dufan tidak mengajak saya pantas saya menangis, lah ini ke kantor polisi memangnya ada apa disana ? Ada bagi-bagi gulali gratis ?

Ibu adalah sosok yang tidak akan pernah bisa kita balas jasanya. Seluas apapun samudera untuk membayar jasa yang telah ibu lakukan untuk kita itu tidak akan pernah cukup. Pengorbanannya jauh lebih berat dan lebih besar dari seorang ayah. Seorang ibu rela mati asalkan buah hatinya yang selama ini dikandung bisa terus hidup dan menjadi anak yang baik juga berguna. Mungkin saat kita belajar sepeda dan terjatuh, ibunda kita akan berlari kecil untuk menghampiri kita, namun pada akhirnya dia membiarkan kita untuk terus jatuh. Agar kita menjadi orang yang kuat dan terus berusaha sampai kita mencapai tujuan kita. Ibu adalah wanita yang paling kuat karna dia terus berusaha terlihat kuat agar anak-anaknya bisa kuat seperti dirinya. Dan ibu adalah seseorang yang mengajarkan kita mana yang harus kita pakai untuk makan nasi, sendok atau garpu. Pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah bisa kita balas sekalipun dengan uang berjuta-juta dollar.

Namun saat mereka, ibu dan ayah terus bertambah umurnya, dan mereka mulai keriput, mulai lupa dengan apa yang mereka kerjakan dan yang seharusnya tidak mereka kerjakan, mulai sedikit menyisa waktu kita, kita terus mengeluh karna harus mengurus mereka yang semakin lama menjadi seperti bayi. Padahal apa yang mereka lakukan saat kita bayi jauh lebih besar ketimbang yang kita lakukan untuk mereka nanti. Seorang ibu akan berhenti makan ketika kita ternyata buang air kecil tanpa bilang-bilang. Seorang ibu akan berhenti melakukan sesuatu ketika kita menangis karna lapar. Dan seorang ibu akan dengan senang hati membersihkan kotoran kita malam-malam saat kita terpaksa harus buang air ditempat tidur kita. Tapi apakah kita melakukan hal yang sama kepada ibu ketika rambut mereka mulai memutih, ketika penglihatan mereka mulai rabun, dan ketika kaki ibu tidak selincah dan segesit dulu ? 

Bersyukur lah kita masih memiliki ibu dan ayah yang lengkap yang masih membangunkan kita sahur dan berbuka bersama. Bersyukurlah kita masih diberikan waktu untuk terus berusaha membalas apa yang telah mereka berikan untuk kita walaupun tidak akan pernah terbalaskan. Dan bersyukurlah kita karna masih diberikan kasih sayang yang cukup disaat mereka, saudara-saudara kita harus tidur dijalan dan harus kedinginan dijalan. Memang kadang ketika kita menginginkan sesuatu, kita meminta kepada kedua orang tua kita. Selalu. Dan memang terkadang kita dibuat kesal karna apa yang kita inginkan tidak dapat dipenuhi oleh kedua orang tua kita. Tapi, yang tidak kita tahu adalah, sesungguhnya mereka sangat ingin memberikan apa yang kita inginkan. Tapi apa daya hal itu tidak bisa mereka berikan, dan tentunya mereka tidak ingin kita menjadi anak yang manja dan bermewah-mewahan padahal bukan dari hasil jerih payah kita sendiri. Jadi, mulailah dewasa.. Karna Allah SWT masih berbaik hati untuk belum mengambil mereka dari sisi kita. 



Sumber Gambar :

You Might Also Like

19 comments

  1. Postingan JB pertama yang berhasil bikin mata gua berkaca-kaca. Baca ini jadi ingat orang tua di rumah (maklum anak rantau).

    Eniwei keluarga itu memang tak tergantikan, tidak akan pernah ada yang namanya manta ayah/ibu di kehidupan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. uhuk uhuk.. ternyata parid bisa terharu juga..

      Delete
  2. *mewek*
    jadi inget emak bapak juga <--- anak rantau juga

    kayanya kalo dalam satu rumah keluarga ga ngumpul, rumahnya ga bercahaya gitu ga sih ? #pengalaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu mungkin lagi mati lampu jadinya ga bercahaya kali ya hehehe

      Delete
  3. Masya Allah....
    Penyesalan orang tua itu biasanya tulus.
    Semoga diberi kerukunan terhadap semua keluarga. Amin.

    ReplyDelete
  4. hampir aj nangis bacanya ....
    Ibuku baru sakit, Ayah dirantau ...
    mereka takakan pernah tergantikan, Ya Allah jaga mereka,

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaaaah semoga cepet sembuh ya ibunya, dan semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

      Delete
  5. ka nonni postingannya bikin nangis :'( jadi ngerasa punya byk salah sm mama bapa sering marah kalo apa yg aku pgn ga diturutin.
    nice post ka :)

    ReplyDelete
  6. hmm, kasi ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah :(
    nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    ReplyDelete
  7. Setiap orangtua memiliki peranan yang besar bagi anak-anak mereka. Mulai dari menyediakan kebutuhan dasar anak yang diperlukan untuk bertahan hidup... hingga persiapan mereka menikah :) dll dst dsb

    ReplyDelete
  8. Mengingatkan saya akan cerita masa kecil saya bersama ayah bunda, kadang membikin saya musti gak tahu bagaimana musti meminta maaf sama mereka kala tak sengaja saya menyakiti mereka, dan tulisanmu mengingatkan saya akan mereka, thanks ya sudah mengingatkan saya

    ReplyDelete
  9. When i was translate it, it seem like story about mom and dad?

    ReplyDelete
  10. ga tau harus berkata apa...
    nyentuh banget...
    ya Allah lindungi dan sayangi mereka seperti mereka menyayangiku... Amiiin :')

    ReplyDelete
  11. nice post..
    jadi kangen bapak :') apa kabar beliau disana ya?

    ReplyDelete
  12. Ya terkadang kita kangen tp terkadang juga kesel disaat moment tertentu.Itulah drama hidup,menikmati yang ada atau mengingkari yang ada

    ReplyDelete
  13. Oarng tua merupakan sosok pahlawan bagi kita.. bukan tanpa alasan, mereka mendidik dan mengasuh kita hingga seperti sekarang.. belum tentu orang lain bisa..

    ReplyDelete