menjemput rezeki

10:22 AM

Sebagai manusia yang memiliki kebutuhan tidak terbatas, kita berkewajiban untuk berusaha kalau mau memenuhi kebutuhan hidup kita untuk bertahan didunia yang keras ini. Bekerja, belajar, berwirausaha, beribadah , dan ber ber lainnya untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup kita didunia. Semakin besar pendapatan kita, coba deh liat pasti semakin tinggi juga kebutuhan kita. Jadi jangan salah, terkadang konglomerat memang kaya, tapi juga kebutuhan mereka lebih mainstream dari kita. Hal yang kita rasa ga perlu bagi mereka itu bisa menjadi kebutuhan pokok. But itulah manusia bukan? Dengan kebutuhannya yang tidak terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia pasti butuh faktor materi maupun non materi dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Tapi terkadang yang menjadi fokus bagi kita adalah materi. Orang-orang bekerja tiap malam untuk materi dan kebutuhan dunia mereka. Tak jarang dari kita sampai menomor duakan kebutuhan non materi. Kebutuhan rohani untuk hidup kita yang lebih baik lagi. Dalam hal ini prinsipnya anak-anak akuntansi baik untuk dipakai, BALANCE, ya kita harus bisa menyeimbangkan antara kebutuhan materi kita dan non materi sehingga kita masih punya rem untuk memenuhi kebutuhan kita yang melimpah.

Banyak yang mengkonotasikan rezeki Allah adalah berupa kebutuhan materi. Padahal tentu bukan hanya itu, nikmat sehat yang kita terima setiap hari pun merupakan rejeki Allah SWT yang kadang kita lupakan bahwa itu bagian dari rejeki yang dilimpahkan oleh Allah untuk kita. Coba deh pikir diluar sana ada orang yang bahkan ketika mereka bangun mereka sadar bahwa mereka ga bisa apa-apa selain terbaring karna penyakit mematikan. Sedangkan kita yang masih diberikan rezeki berupa nikmat sehat  sama Allah kadang masih merasa kurang akan akan kebutuhan kita yang telah tercukupi itu. Itulah manusia, tidak pernah merasa puas dengan apa yang didapatkan. 

Sering kita dengar , "rezeki sudah diatur sama Allah", tapi tentu tetap harus dicari dong kemana rezeki itu kita bisa dapatkan. Sama dengan kata-kata : "kalo jodoh ga kemana", kalau jodoh ga dijemput kemana-mana dong jadinya. Apa hubungannya rezeki sama jodoh ? Ya sama-sama harus dijemput dong. Sama kaya jemput pacar, kalau mau disayang pacar ya kadang harus dong mengorbankan kenyamanan maen gamesnya untuk jemput pacar. Sama dengan rezeki, kalau mau dapet rezeki ya harus dong dijemput rezekinya. Tapi yang kadang kita lihat itu ada segelintir orang yang 'ogah' untuk menjemput rezeki. Berpikir kalau rejeki ga kemana dan alhasil dia cuma santai untuk menunggu rezeki itu datang. Sama halnya dengan orang yang belum ketemu jodoh tapi ga mau jemput jodohnya. Disikat orang lain kemudian merenung "kalo jodoh ga kemana", lah padahal itu baru pergi kemana-mana jodohnya. 

Jadi menjemput rezeki itu beda tipis dengan menjemput jodoh. Mungkin kalo jodoh masih bisa bilang "kalau jodoh ga kemana". Karna itu sudah diatur oleh Allah, dan memang rezeki juga sudah diatur sama Allah, tapi alangkah baiknya kita jemput keduanya dengan baik dan dengan cara yang baik pula bukan. Carilah rezeki kita dengan cara yang baik dan tetap berpikir bahwa itu hanya titipan jadi janganlah pelit untuk membagi rezeki dengan yang lainnya.. 

You Might Also Like

6 comments

  1. wah, ngalah-ngalahin khutbah jum'at nih isinya? :)
    hehe

    apa hubungannya jemput pacar dengan jemput rezeki?
    kayaknya hubungannya dikit deh :)

    ReplyDelete
  2. haha setuju mbak. doa jalan, ikhtiar atau usaha juga harus jalan :)

    ReplyDelete
  3. malem minggu nih non, mau jemput jodoh di gang mana?

    ReplyDelete
  4. Jodoh ga kemana, tapi kalau ga dijemput bisa jadi kemana-mana? #heeem #mikiran

    ReplyDelete
  5. maka nya gue lebih seneng berwirausaha, eh malah gue jadi burgerman gini :D
    soal jodoh, siapa kira2 jodohnya gue? entahlah... mari kita berjodoh,eh berteman mksdnya... #kode

    ReplyDelete
  6. betulll, semoga saya ke depannya bisa membuka pintu rezeki buat orang lain juga :)

    ReplyDelete