antara budaya dan generasi bangsa


Indonesia yang dijuluki untaian zamrud di khatulistiwa memiliki banyaaaaaaak budaya dari sabang sampai merauke. Mulai dari bahasa, makanan khas daerah, suku bangsa, tarian tradisional daerah, peninggalan-peninggalan leluhur kita, dan masih banyak lagi yang tersimpan dipelosok negeri yang "katanya" kaya ini. Satu buku untuk memuat budaya-budaya yang ada di Indonesia pun kayaknya ga akan cukup. Bahkan karna saking banyaknya sampai-sampai negara tetangga pun menclaim beberapa budaya Indonesia adalah milik mereka. Wuiiih ga kebayang betapa kayanya Indonesia. Sumber daya alam yang masih banyak belum terjamah, budaya-budaya yang ratusan bahkan mungkin ribuan, ditambah lagi suku bangsa yang bermacam-macam, membuat nyanyian "bukan lautan tapi kolam susu" terasa benar untuk Indonesia. 

Tapi, yang jadi pertanyaan besar apa kita sudah cukup menjaga dan melestarikan budaya kita sendiri ?

Anak muda sekarang lebih bangga dengan budaya-budaya negara lain, contohnya korea, jepang, dan negara-negara lainnya. Sebegitu bangganya mereka dengan budaya negara lain, sampai sebegitu mendalaminya tentang budaya negara itu sendiri. Yang faktanya budaya tanah air mereka sendiri pun ditinggalkan. Budaya-budaya Indonesia yang hampir punah pun tidak dilestarikan oleh bangsanya sendiri. Mengesankan bukan ? Mengetahui fakta bahwa anak muda Indonesia yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa justru lebih paham tentang budaya bangsa lain ketimbang budaya bangsa mereka sendiri. 

Tarian daerah siapa lagi yang menarikan kalo bukan kita ?

Terlalu banyak kalau kita membahas seputar budaya-budaya Indonesia yang mulai ditinggalkan oleh bangsanya sendiri. Coba kita lihat fenomena-fenomena yang sekarang sedang menjadi trend dikalangan anak muda. Contohnya dari seni tari. Kehadiran gangnam style yang didahului oleh shuffle dance, dan tari-tarian modern misalnya. Anak muda kita banyak yang tergila-gila akan tarian fenomenal itu. Dimana-mana kita bisa menemukan sekelompok anak muda yang sedang nge-gangnam. Disudut-sudut kampus mereka bersama-sama flashmob tarian gangnam. Kalo kata anak muda sekarang, belom keren kalo belom nge-gangnam. Terlepas dari itu semua, gimana dengan tarian tradisional bangsa kita sendiri ? Kemana mereka ? Siapa yang ingin melestarikan mereka ? Siapa yang ingin menarikan tari-tarian tradisional yang jumlahnya ratusan di Indonesia ? Perlahan anak-anak muda kita terlena dengan fenomena-fenomena dunia sampai-sampai mereka melupakan apa yang ada di negara mereka sendiri. Mungkin anak-anak muda yang masih aktif menarikan tarian tradisional daerah di Indonesia bisa dihitung dengan jari dari 10 anak muda Indonesia. Mereka lebih tertarik untuk menari gangnam / tarian modern lainnya ketimbang menari tarian tradisional. Mungkin yang ada dipikiran mereka adalah menari tarian tradisional itu engga keren dan cupu. 

Bersyukur salah satu tarian daerah asal nagroe aceh darussalam, yakni tarian saman masih ditarikan oleh anak muda sekarang. Dibeberapa sekolah di Jakarta, dan kampus masih sering gue liat ekskul atau ukm (unit kegiatan mahasiswa) yang menarikan tari saman. Dan gue salut untuk para pemuda aceh karna ditengah-tengah perkembangan zaman yang semakin "ngeri" ini mereka masih bisa melestarikan tarian saman. Bahkan bukan hanya di Aceh aja tapi sampai ke luar aceh masih banyak dari anak muda kita yang dengan senang hati menari saman. Dulu waktu SMA gue juga ikut ekskul saman loh (ini ga penting non). Tapi gimana dengan tarian daerah lainnya ? Masihkan ada yang menarikan ?


Bahasa daerah, kalo bukan kita siapa lagi ?

Contoh lain adalah bahasa. Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa yang memiliki bermacam-macam bahasa. Tapi mari kita lihat, contohnya berapa anak muda yang berasal dari suku sunda yang bisa berbahasa sunda dengan fasih ? Oh atau gimana kalo pertanyaan kaya gini "berapa anak muda yang berasal dari suku sunda tapi tidak bisa berbahasa sunda?" Gue rasa kalau ini ditanyakan ke anak-anak muda yang berasal dari suku sunda beberapa dari mereka bakal menjawab engga. Apa ada rasa malu dari diri mereka masing-masing kalo mereka engga bisa berbahasa daerah mereka sendiri ? Gue rasa jawabannya engga. Karna sekarang kita lebih bangga mempelajari bahasa korea, jepang, dll ketimbang bahasa daerah kita sendiri. Emang ga salah, gue pun mendukung banget kalau anak-anak muda sekarang multi talent yang ga cuma bisa bahasa inggris dan indonesia aja, karna kompetisi dimasa depan bakal semakin sulit kalo kita cuma bisa dua bahasa itu, tapi kalau bukan kita yang mempelajari bahasa daerah kita sendiri siapa lagi ? Tatkala zaman semakin beragam, kemana bahasa daerah kita nanti kalau yang berbicara bahasa daerah kita itu cuma 1 2 orang aja ? 

Makanan khas daerah


Kalo ditanya berapa kali dalam seminggu anak muda sekarang makan di restaurant cepat saji seperti kfc, mcdonalds, hoka-hoka bento, pizza hut, hanamasa, dan lainnya ? Pasti dalam seminggu mereka akan menyempatkan diri untuk sekedar beli es krim di mcdonalds, atau nyobain menu baru nya pizza hut. Yang kadang kita lupain adalah makanan daerah jauh lebih dahsyat enaknya ketimbang makanan-makanan cepat saji. Tapi coba kita liat ada berapa restaurant yang menyajikan makanan khas daerah ? Yang sering gue temuin itu adalah warung sunda, soto betawi, sate madura, warung padang, dan beberapa dari restaurant yang menyajikan makanan khas daerah. Dan sekali lagi gue salut dengan suku padang yang masih bisa melestarikan masakan khas daerah mereka lewat warung-warung / restaurant padang dan bahkan masih menjadi tempat favorite banyak orang. Tapi apa pengunjung warung padang lebih banyak ketimbang pizza hut / kfc setiap harinya ? Dan jawabannya pun masih engga. Kita lebih suka makanan cepat saji yang disajikan ditempat yang full AC dan nyaman. Padahal makanan cepat saji itu semua adalah budaya luar bukan ? Dan ya, untuk ke sekian kalinya kita lebih bangga untuk memakan makanan budaya luar ketimbang bangsa sendiri.

Menjadi pertanyaan besar kemanakah budaya Indonesia dimasa depan. Masihkan ada atau punahkah mereka ? Yang bisa menjawab itu semua hanya kita, generasi penerus bangsa yang harus melestarikan budaya-budaya leluhur. Kita, generasi bangsa yang harus menjaga bahasa daerah kita agar tidak hilang digerus jaman, kita yang harus melestarikan dan menjaga makanan khas daerah agar tidak diakui negara tetangga, kita yang harus mencintai dan mengenal lebih jauh bangsa kita sendiri, kita yang seharusnya malu lebih paham budaya lain ketimbang budaya sendiri, kita yang seharusnya malu karna telah melupakan budaya yang begitu indahnya. Pertanyaan lainnya, apakah kita mau untuk menjaga dan melestarikan budaya tanah air kita, Indonesia ? 






Sumber Gambar :
http://rank-news.blogspot.com/2011/01/mungkin-kita-sering-membandingkan.html
http://gezhafe.wordpress.com/2012/07/27/budaya-bangsa-indonesia/

Share on Google Plus

4 comments :

  1. begitulah indonesia, gak pernah ngehargai budayanya dan baru marah kalo udah diakui oleh negara lain..
    Mestinya gak cuma batik aja yang didaftarkan budaya asli indonesia, tapi jutaan seni dan budaya lainnya.. tapi jangan cuma didaftarin terus dianggurin gitu aja, do something lah buat budaya kita.

    ReplyDelete
  2. Ya inilah keadaan bangsa kita twrutama generasi mudanya..

    ReplyDelete
  3. huihihi, gue lebih suka resto Indonesia drpd cepat saji non. Indonesia bgt ye kan gue ;p

    ReplyDelete
  4. jaman sekarang nasionalisme hanya ada disaat nonton bola aja,entah bobrok'a moral semua lini atau memang apatis terhadap kondisi sekitar

    ReplyDelete