Axel : tanpa social media gue masih bisa hidup

12:18 PM


Social media sudah menjadi bagian dari kehidupan orang-orang dimasa sekarang. Sebenarnya bukan cuma masa sekarang, sejak dulu social media sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari orang kebanyakan. Mulai dari friendster, myspace, youtube, hello, facebook, twitter, instagram, blog, dan masih banyak lagi social-social media baru yang bermunculan. Telah membuktikan bahwa ternyata manusia tidak hanya hidup dalam dunia yang nyata, bersosialisasi dengan manusia-manusia yang nyata ada dikehidupannya sehari-hari, tapi juga mereka bersosialisasi dengan mereka yang ditemui didunia maya. Yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Selain itu, social media juga membantu menghubungkan kita dengan teman lainnya yang berjarak jauh dengan kita. Membantu kita mengetahui kejadian terbaru apa yang dialami teman kita tersebut. Mostly, sejauh ini social media memberikan manfaat bagi penggunanya, tentu jika sang pengguna social media tersebut menggunakannya dengan bijaksana dan tidak berlebihan. 
(pic source : here)

Siapa sih didunia ini yang tidak punya facebook ? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang sulit dijawab. Hampir semua orang dari banyak kalangan memiliki akun facebook. Dari tua, muda, besar, kecil, pebisnis, pengusaha, mereka memiliki akun facebook. Begitu juga twitter yang sekarang tengah digandrungi banyak orang didunia. Terutama di Indonesia. Mulai dari orang biasa, selebriti, pengusaha, ustad, politikus, dosen, rektor, bahkan sampai menteri pun memiliki akun twitter. Ditengah waktu yang senggang mereka menyempatkan diri untuk "ngetweet" apa yang mereka ingin tweet. Kebanyakan dari anak muda menggunakan twitter sebagai wadah diary online mereka. Tidak sedikit dari mereka memuntahkan curahan hati mereka di social media bernama twitter ini. Bisa diibaratkan sejak mereka bangun membuka mata sampai mereka pergi tidur, mereka akan menyempatkan diri untuk sekedar melihat timeline twitter. 
Adalah Axel Sajjanacarita. Salah seorang sahabat saya yang tidak menggunakan social media baik itu facebook, twitter, blog, instagram, atau apapun itu. Mahasiswa hukum Universitas Gajah mada ini adalah salah seorang yang unik menurut saya. Sejak SMA saya bingung sebenarnya saat tahu sahabat saya ini tidak pernah sekalipun memiliki akun facebook.  Penasaran saya bertanya akun jejaring social media apa yang pernah dia punya. Pengakuannya, "gw punya myspace doang buat temenan sama bandnya ***** (salah satu teman saya), terus 2 minggu punya my space gw lupa passwordnya". 

Twitter ? Instagram ? Atau apapun itu social media terbaru, dia sama sekali tidak tergoda untuk membuat akun. Alasannya :
"apa ya, kalo kata anak-anak jaman sekarang ya bisa dibilang gw anti mainstream lah, gw males hidup ditengah-tengah masyarakat yang ada kotak-kotak stereotype, ya gampangnya gw ga mau hidup gw sama kaya orang-orang kebanyakan". Begitu alasannya yang tidak pernah berubah sejak ditanya dari SMA. 

Selanjutnya, saya yang masih belum bisa menerima alasannya itu kembali bertanya, lantas apa tanggapan teman-teman barunya dikampus yang tau kalau dia tidak memiliki akun social media apapun. Dia melanjutkan :
"gw bilang gw ga punya, gw bilang aja gw gaptek, orang-orang pada ngecengin gw lah, gw mah santai-santai aja lah, suka-suka orang mau ngejudge apa. hahaha".

"gw ga suka social media, bukan berarti gw ga suka buka internet, gw selalu buka viva news ato detik koq", lanjutnya.

tapi kan kadang dari social media kita bisa tau apa yg lagi update. trus pernah ga salama ini lo ngerasa ketinggalan berita ?

"masih ada koran dan tipi kan, apalah guna social media menurut lo?, bagi gue social media bikin lo jadi 24 hours puppet people. Seperti biasa gw bilang, apa yang bisa bikin lo beda sama manusia lainnya? dari cara lo berpikir dan lo bertindak. Jangan sampe mau sama dengan orang kebanyakan yang ada dibawah tuntutan zaman. Sekarang apa bedanya social media sama buku diary ? ga ada ".

"sebenernya social media banyak sisi positifnya, tapi gw mau nunjukin ke orang-orang kalo tanpa fb dan twitter lo masih bisa idup", lanjutnya. 

Setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan setiap orang tentu memiliki cara mereka sendiri untuk menjalani hidup. Axel memang salah satu dari sebagian orang yang menganggap social media bukan bagian yang penting dalam hidup. Dia masih bisa bersosialisasi dengan orang banyak diluar dari social media. Dan benar katanya, tanpa social media kita memang masih bisa hidup. Hal yang sering terjadi belakangan ini adalah banyak para remaja yang mendewakan social media dalam hidupnya. Tiada hari tanpa buka facebook, twitter, dan blog hanya sekedar menjadikan akun social media mereka sebagai buku diary mereka. Banyak hal positif yang memang kita dapatkan dari social media, hanya jika kita menggunakan dengan bijaksana. 

Social media tentunya banyak memberikan hal positif. Bagi saya, social media menjadi tempat lain saya mendapatkan teman. Dari komunitas blogger kreatif @KancutKeblenger misalnya. Saya bisa mendapatkan teman-teman yang unik dan bermacam-macam. Dari twitter, saya bisa tau lebih jauh-jauh berita-berita terkini. Karna saya bukan salah satu orang yang senang membaca koran. Meskipun begitu, kita tetap harus menggunakan social media dengan tidak berlebihan. Menyita waktu yang ada untuk sekedar bermain games di facebook, atau menjadikan blog sebagai diary kehidupan sehari-hari kita. Buktinya, masih ada sebagian kecil orang yang masih bisa hidup tanpa social media. 

Dan sekali lagi, setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda dalam setiap tindakannya. Sejauh kita bahagia dengan apa yang kita lakukan, untuk apa peduli apa kata orang lain bukan ?. 

You Might Also Like

13 comments

  1. tiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda dan punya dunianya masing-masing tidak dipungkiri hal itu..tapi jejaring sosial untuk jaman sekarang penting juga menurut saya tidak hanya sebatas mencari teman atau informasi tapi juga bisa untuk bisnis dan mencari link kerja..

    Regards
    -venomia-

    ReplyDelete
  2. salut buat axel.
    dia sama kaya temen saya mba, gak mau kenal sama dunia maya. kebanyakan malah orang" yang kaya gitu yang bagus pemikirannya. saya juga sempet vakum beberapa bulan dari dunia maya/jejaring sosial. tapi, susah banget rasanya ninggalin bahaha. btw sori ya kalo curhat :p

    ReplyDelete
  3. iya buk lurah, kalo alex emang unik banget, bisa bertahan di atas gempuran media sosial, kalo ane sebenernya bisa juga, asal jangan pisah sama blog aja, whehehe *ngaku2

    ReplyDelete
  4. weih, salut buat axel...
    bener sih kalo social media itu banyak sisi positifnya, ta[pi negatifnya juga gak kalah banyak, muehehe...
    pernah menon-aktifkan akun fb dan twitter, sayangnya ada beberapa data-data (photo) yang sangat penting, jadi diaktifkan lagi :)

    ReplyDelete
  5. itu masnya bisa tahan gapake social media, hebat ya :O
    aku pernah kepikiran buat ngenonaktifin sosmed2ku kak, tapi nggak pernah kesampaian-_-
    ngerasa agak keganggu sama sosmed, tapi kok kalau mau ninggalin ya susah ya :|

    ReplyDelete
  6. Gue juga punya temen yang kaya Axl. Namanya Raflie, persis banget.. Dan gue salutt!

    ReplyDelete
  7. Unik ya ada orang kayak gitu, kalau dibandingin 12-0 sama jajang yg famous di twitter =))

    ReplyDelete
  8. Yang gini keren ey, dia tahan kayak contohnya orang lain ngerokok tapi dia nggak mau ngerokok juga.

    DIA TIDAK MAINSTREAM SEPERTI KITA! hidup ALEX. EH AXEL!

    ReplyDelete
  9. wah santai banget dia,, emang asli orangnya unik dan keunikannya itu yang membuat dia terlihat keren :D

    Gue suka cara pandang dia terhadap Social Media, salut (y) :)

    ReplyDelete
  10. Wuih, ini bukan unik lagi tapi luar biasa. Disaat cara berkomunikasi orang orang mulai dialihkan ke dunia lain, mas satu ini lebih memilih berkomunikasi langsung di dunia nyata. Salut...

    ReplyDelete
  11. Kalo menurut saya sih temen mba ini tidak mau mengikuti perkembangan teknologi dan menutup diri dari perubahan yang ada. Saya 'salut' sama dia, tapi salut dalam arti yang berbeda... heran aja, teknologi semakin maju kog dia lebih memilih untuk tidak ikut maju.

    Saya kutip pernyataan si Axel --> "masih ada koran dan tipi kan, apalah guna social media menurut lo?, bagi gue social media bikin lo jadi 24 hours puppet people. Seperti biasa gw bilang, apa yang bisa bikin lo beda sama manusia lainnya? dari cara lo berpikir dan lo bertindak. Jangan sampe mau sama dengan orang kebanyakan yang ada dibawah tuntutan zaman. Sekarang apa bedanya social media sama buku diary ? ga ada "

    Punya akun sosial media tidak berarti kehidupan kita seperti boneka yang harus selalu buka twitter, facebook, dan lain-lain. Kita lah yang mengatur berapa banyak waktu yang digunakan di sosial media bukan justru diatur. Menurut saya ini mindset yang sudah salah kaprah dari Axel.

    Kita menghargai pilihan orang lain untuk tidak menggunakan sosial media tp pernyataan Axel berikutnya membuat saya heran, saya kutip dari atas --> "sebenernya social media banyak sisi positifnya, tapi gw mau nunjukin ke orang-orang kalo tanpa fb dan twitter lo masih bisa idup".
    Disaat kita tau sesuatu memberikan banyak sisi positif dan kita memilih untuk menolaknya, itu adalah sebuah kesalahan. Ini tidak membuktikan apa-apa, lagian ga pernah ada orang yang jatuh miskin, atau mati kalo ga pake fb dan twitter, hello... :)

    Bagaimanapun juga, kita harus appresiasi keputusan Axel untuk tidak menggunakan Sosial Media. Salam buat temennya mba :)

    ReplyDelete
  12. halo clara, saya mecintai anda

    ReplyDelete
  13. kalau saya kagak bisa mba, soalnya kerjaan asli'a dikantor memang harus wajib menuntut untuk berhubungan dengan dunia maya, kaya berbagai komunitas.

    ReplyDelete