layakkah mereka disebut public figure ?


Baru-baru ini kita dikagetkan dengan berita penggrebekan rumah salah seorang presenter acara musik pagi, Raffi Ahmad bersama dengan 16 teman-temannya dimana 3 diantaranya ada selebritis juga. Merupakan pukulan hebat bagi industri hiburan tanah air karena bertambah lagi public figure negeri yang disinyalir mengkonsumsi barang haram sekelas narkotika. Sebelumnya sudah tercatat Roy Marteen, Gery Ishaq, Doyok, Yoyo Padi, Ahmad Albar, dan baru-baru ini Andhika Kangen Band. Bertambah lagi daftar selebritis Indonesia yang mengkonsumsi narkotika. Meskipun hasil pemeriksaan BNN belum menyatakan keempat selebritis kita belum positif mengkonsumsi narkotika, setidaknya ada sedikit gambaran bagi kita orang biasa bagaimana kehidupan glamour selebritis. 
pic source : here 

Mengutip perkataan dosen saya, "masalah orang yang ga punya duit adalah nyari duit, sedangkan masalah orang punya duit adalah muterin duit". Saya menambahkan, "masalah orang punya duit ada dua, muterin duit atau menghabiskan duit". Ya, uang dan harta yang berlimpah memudahkan akses para selebritis untuk mengkonsumsi narkotika yang beberapa jenisnya dibeli dengan harga yang tidak murah. Mungkin begitu cara mereka untuk menghabiskan uang. Penuh dengan pesta dan pesta. 

Sedikit mengintip para selebritis hollywood yang mengkonsumsi barang haram. Sebut saja Macaulay Culkin, mantan artis cilik pemeran home alone ini diduga mengkonsumsi narkoba kelas berat. Tubuhnya yang semakin kurus cukup membuktikan kepada media bahwa dia addicted to narkotika. Hal ini telah membuktikan bahwa kehidupan para selebritis dunia tidak jauh dengan barang-barang yang diharamkan agama itu. 

pic source : here
Bedanya dengan hollywood, menurut saya para selebritis yang terlibat kasus-kasus berat seperti itu seharusnya tidak muncul di televisi lagi. Sebut saja Lindsay Lohan yang kelakuannya sudah tidak bisa ditolerir sehingga harus keluar masuk penjara. Lindsay tidak banyak mendapat tawaran dari production house untuk membintangi filmnya atau sekedar muncul ditelevisi. Macaulay Culkin setelah diduga mengkonsumsi narkoba kelas berat pun tidak sering muncul menjadi bintang film hollywood. Yang saya heran, Indonesia berbeda dengan hollywood. Coba lihat Luna Maya yang sudah jelas-jelas terbukti melakukan pelanggaran terkait UU pornografi. Masih sering kita lihat wara-wiri dibeberapa stasiun televisi. Apa dia masih bisa disebut public figure setelah melakukan aksi yang tidak pantas dilihat masyarakat Indonesia ? 

Menurut saya kasus seperti itu berbeda dengan narkotika. Mereka pengkonsumsi narkotika menderita penyakit. Penyakit kecanduan terhadap narkotika. Hal ini masih bisa disembuhkan dengan program rehabilitasi atau detoxifikasi. Namun, mereka sudah tidak layak disebut public figure tanah air. Kemunculan mereka distasiun televisi seharusnya bisa sedikit direm. Tidak sesering sewaktu mereka belum terjerat kasus semacam itu. Tapi begitulah Indonesia. Hal ini malah dilihat sebagai peluang untuk menaikan rating. Pembentukan moral tidak lagi penting bagi pihak-pihak terkait seperti production house atau semacamnya. 

Kembali ke kasus penggrebekan pada pesta yang diadakan Raffi Ahmad dkk, marilah kita bersyukur sebagai manusia karena masih diberi perhatian lebih oleh orang tua kita, atau marilah kita bersyukur karena kita tidak bergelimang harta sehingga tidak menghabiskannya dijalan yang salah. Harta bisa membuat orang menjadi orang paling dermawan namun bisa menjerumuskan orang ke jalan yang tidak seharusnya. Semoga tidak hanya para selebritis kita, tapi seluruh pemuda Indonesia sadar akan hal yang dilakukannya hanya akan merusak dirinya sendiri. 

Kasus narkotika ini dinilai lebih baik dari kasus korupsi. Banyak orang menilai kasus narkotika hanya merusak diri mereka sendiri. Berbeda dengan korupsi yang menghabiskan uang rakyat. Bagaimana pendapat teman-teman dengan hal ini ? Tidak ada yang lebih baik namun apa pendapat kalian ?
Share on Google Plus

12 comments :

  1. Artis yang banyak duit sukanya muterin duit. Gak guna banget kalo dipake nyandu. Setuju ama tulisanmu.

    kalo antara narkotika ama korupsi.emm dua duanya sama aja.. Yang rugi juga rakyat Indo.

    Kasusnya kan narkotika itu gak cuma merugikan diri sendiri aja. Orang yang awalnya gak make bisa aja make.Apalagi terpengaruh gaya hidup org lain. Terlebih bagi kalangan artis, bisa pengaruh ke penggemar juga. gegara penyebaran narkoba yang semakin marak dan tidak terdeteksi secara halus oleh yang berwenang. Kalo dibiarin terus menerus bisa rusak generasi bangsa. akhirnya yang rugi rakyat indonesia juga kan. cmiiw. maaf kalo komennya kepanjangan. salam kenal ;))

    ReplyDelete
  2. mereka itu artis bukan public fiugre, kalo publik figure itu kayak Rasulullah...

    public figure jadi contoh, kalo artis cuma entertaint orang2 aja...

    ReplyDelete
  3. Yah, orang Indonesia itu emang baik, kita selalu terbuka dan memaafkan. Menurut gue, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua asal kesalahannya kemarin-kemarin itu gak di lakuin lagi.

    ReplyDelete
  4. Duh emang tuh setupid semua, dikasih rejeki melimpah malah buat hal2 yg kotor..

    Masalah LunMay emang dia aja nyari sensasi dan urat malunya udh putus

    *kebawa emosi*

    ReplyDelete
  5. mereka mah kebanyakan uang, dari pada uangnya di buat begituian, mending buat gue -_-v

    ReplyDelete
  6. yah namanya artis kebanyakan uang, apalagi sekelas Raffi, palingan kalo kena hukum juga sebentar. Btw, gue baru jalan2 lagi kemari Non.. tampilan barunya unyuuuuuu :3

    ReplyDelete
  7. Abis janda, ---- ganja.. Raffi, raffii

    antara koruptor ama pemakai/pengedar narkoba gak ada bedanya. sama-sama ngerusak bangsa.

    ReplyDelete
  8. Semoga mereka ditunjukkan ke jalan yang lurus dan benaaar (J >o<)J

    ReplyDelete
  9. roda kehidupan bakal berputar sesuai usaha dan perilaku manusianya *sok bijak :p

    ReplyDelete
  10. public figure dengan track record yang kacau seperti itu bahaya kalo dijadiin panutan juga. Production house sini yang mikirin rating engga peduli itu, kebanyakan kan mikirin materi aja.

    Untung kalo gue lebih mikirin perut, non :)

    ReplyDelete
  11. no comment sii..
    masi blm yakin sebenernya sama kasus yg ini..

    ReplyDelete
  12. jarang nonton tipi jadi agak kurang terpengaruh juga meskipun mereka muncul lagi. Tapi yang penting menurutku sih jangan ditiru aja KEBIASAAN BURUKnya mereka :|

    ReplyDelete