rain rain rain

8:26 AM

Beruntung menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang punya 1000 musim ini. Mengapa 1000 musim ? Selain musim panas dan hujan yang adil dan merata pembagiannya, Indonesia yang kaya ini juga punya musim lain. Musim rambutan seperti sekarang ini, sebelumnya musim mangga, musim durian, musim pete, dan musim-musim lainnya. Tapi untung Indonesia ga punya musim putus, yakni dimana para pasangan berlomba-lomba untuk memutuskan pacarnya. 


Musim panas kemarin begitu cetar membahana badai halilintar gledek petir angin ribut. Orang-orang di beberapa daerah tertentu sampai harus meminum air yang tidak seharusnya diminum / digunakan untuk kebutuhan pokok. Dimana-mana kekeringan. Dimana-mana orang menumpang kepada tetangga yang memang sumurnya tidak kering. Saya sendiri sempet beberapa hari numpang keramas di kosan teman karna dilanda kekeringan. Tapi alhamdulillah belum pernah nyobain keramas di pom bensin karena kekeringan air dirumah. 

Tahun 2013 ini diawali dengan hujan sejak malam tahun baru kemarin. Hujan membasahi ibukota, dan daerah-daerah di Indonesia. Sampai diterbitkannya tulisan ini, cuaca masih mendung-mendung mendayu seperti hati yang lagi redup ditinggal cahayanya. #halah. Hujan yang ramai membasahi tanah air juga ditakuti menjadi bencana bagi sebagian masyarakat Indonesia yang tinggal didaerah rawan banjir. Katulampa siaga tiga kemarin. Entah sudah beberapa daerah yang memang sedang ketar-ketir menyambut banjir kiriman dari Bogor ke Jakarta. 

Terlepas dari itu semua, satu hal yang saya bingung dengan orang Indonesia. Mengeluh karena hujan yang berkepanjangan sejak mereka bangun sampai mereka tidur. Pertanyaan saya, haruskah ? Kita tinggal di Indonesia yang hanya memiliki dua musim. Kemarau dan Hujan. Tapi mengapa kita selalu mengeluh ketika hujan turun terus-terusan ? Bagaimana dengan mereka yang memiliki empat musim yang setiap musimnya mereka harus memakai baju sesuai musimnya. Mungkin hanya pada musim dingin. Tapi bayangkan dengan Indonesia yang diberi nikmat oleh Tuhan dengan hanya memiliki dua musim saja ? Tanah subur. Lahan pertanian luas dimiliki NKRI. Musim buah-buahan setiap tahun yang selalu meramaikan kedua musim ini. Haruskah kita sebagai masyarakat Indonesia masih harus mengeluh karna hujan ? 

Bagaimana dengan mereka yang kebanjiran ? Masihkah mereka mengeluh karena setiap tahun harus menghadapi banjir disekeliling mereka ? Saya punya teman yang tinggal tidak jauh dengan lokasi kali pesanggrahan. Dan setiap tahun dia selalu kebanjiran meskipun kadang tidak parah. Tapi yang saya lihat dari dirinya adalah, tidak ada keluhan yang keluar dari bibirnya. Setiap berita televisi tentang katulampa, kali-kali yang sedang meluap, ditontonnya dengan biasa saja. Tanpa rasa terkejut dan mengeluh karena harus mengangkat televisinya ke lantai atas setiap kali banjir melanda. Bebenah sana-sini untuk menyelamatkan barang. Dan dia tidak mengeluh. Kenapa sebagian dari kita yang bahkan tidak mengalami kebanjiran, untuk beraktifitas melawan hujan saja dipenuhi dengan keluh kesah ? 

Kadang kita tidak memikirkan apa hikmah dari hujan yang diberikan oleh Tuhan. Teman saya yang lainnya pernah bilang, "Indonesia dikasih hujan segini aja pada ngeluh, gimana dikasih kemarau 360 hari ya?". Benar saja. Bagaimana ya keluh kesah Indonesia kalau sepanjang tahun tidak ada hujan sama sekali. Jadi pesan saya, nikmati hujan yang sedang menjadi musim bulan-bulan ini. Selagi kita masih diberi nikmat untuk menikmati hujan, nikmatilah dan jangan gunakan hujan untuk alasan tidak beraktifitas. Karena, bersyukur kita hanya memiliki dua musim.. Bersyukur itu lebih baik.. :) 





pic source :
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/11/07/cerita-hujan-1-507139.html
http://ayienice.wordpress.com/2012/10/04/1ini-sudah-sian/

You Might Also Like

4 comments

  1. wah, enak nih bacanya mengalir terus di selipkan dengan candaan...

    ane ngga pernah kebanjiran tuh, tapi kalo ngomongin banjir, yang salah itu manusianya ato hujannya?

    salam kenal ya, salam kawancut, berhasil jadi member ke 225 nih, kalo berkenan folbek ya

    ReplyDelete
  2. AAAAAAA bener deh bersyukur itu lebih baik!!! :))
    Oiya makasih a atas saran jeng hehe aku jg kepikiran tp belom sempet ngutak atik-_- gomenasai--"

    ReplyDelete
  3. Sebaiknya kita lebih jauh hari untuk mengatakan "Tidak membuang sampah sembarangan".
    semua salah kita, kita terlalu berpangku tangan dalam saling menolong sesama.. kebutuhan bersama. Sampai detik ini masyarakat kita masih banyak yg "manja". Kalo bukan pemerintah yg turun tangan, kebersihan tidak akan terjaga.
    nice post :)

    ReplyDelete
  4. aku malah suka kalo hujan, bau tanahnya yang basah, suara rintik-rintiknya, duh romantis gitu mueheheh. tapi kalo sampe banjir ya pasti riweh, apalagi kan sekolah aku sekarang langganan banjir :D

    sayangnya emang orang-orang sekarang, lebih suka mengeluh dibandingkan bersyukur.

    salam kenal :)

    ReplyDelete