Sungai Cheonggyecheon, Sungai yang dulunya seperti Sungai Ciliwung

Awal tahun 2013 Jakarta dihadapkan dengan masalah yang sudah tak asing lagi. Banjir lima tahunan yang selalu meresahkan warga dan kerap kali menjatuhkan korban. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai usia lansia harus tegar dan tabah menghadapi banjir yang sudah menjadi masalah bagi Jakarta bahkan sejak zaman hindia belanda. Banjir memenuhi badan jalan, menjadikan bundaran HI kolam renang raksasa, gedung-gedung perkantoran dipenuhi dengan air, menjatuhkan banyak korban. Siapa yang disalahkan ? Selalu pemerintah yang dipojokan. Khususnya pemerintah DKI Jakarta. Kepemimpinan gubernur yang baru pun dipertanyakan sebab banjir Jakarta belum bisa diatasi. 

Jakarta dengan ciliwungnya yang tidak layak disebut sungai, merupakan permasalahan ibukota yang wajar ditemui di negara-negara lain. Kemacetan di Brazil juga merupakan salah satu bentuk permasalahan ibukota diseluruh dunia. Jakarta dengan kemacetannya ternyata tidak cukup meresahkan warganya, banjir lima tahunan pun menjadi bumbu-bumbu pokok program kerja yang harus segera dilaksanakan untuk Jakarta yang lebih baik lagi. 

Sedikit melirik negara tetangga, Korea. Ternyata Korea pernah memiliki masalah yang sama dengan Jakarta terkait sungai yang sudah menjadi alih fungsi seperti sungai ciliwung. Sungai di jantung kota Seoul ternyata pernah memiliki penampakan seperti sungai ciliwung yang sekarang. Kumuh, sampah tersebar disepanjang sungai, banyak rumah-rumah bedeng kumuh yang bertengger dipinggir sungai, air yang kotor karna limbah, merupakan permasalahan yang sama yang dihadapi sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan.

Sungai sepanjang 6 KM itu dulunya, setelah Perang Korea (1950-1953) menjadi lokasi pemukiman kaum pendatang yang ingin mengadu nasib di ibukota. Sama persis bukan dengan bantaran kali ciliwung dan permasalahan urbanisasi besar-besaran yang dihadapi ibukota Jakarta.

Pada dekade 1970-an, Cheonggyecheon berubah fungsi menjadi salah satu simbol “modernisasi” Korsel. Kali itu dibangun banyak tiang pancang dan beton untuk pembangunan jalan layang.

Pada 2003 lalu , walikota Seoul saat itu, Lee Myung-bak melakukan perubahan revolusioner. Lee, yang kini sukses menjadi presiden Korsel berkat visinya yang ramah lingkungan, ingin Cheonggyecheon kembali menjadi sungai yang seharusnya. 


Dan tadaaaaa dua tahun kemudian, Cheonggyecheon “lahir kembali” sebagai sungai  sungguhan dan menjadi tujuan favorite warganya untuk mencari udara segara di ibukota. Menurut keterangan pemerintah Seoul, kelahiran kembali kali itu bahkan turut menurunkan tingkat polusi udara dan kian menyejukkan udara di tengah kota.
Sungai Cheonggyecheon sebelum "lahir kembali"

Sungai Cheonggyecheon setelah lahir kembali :






Suatu perubahan yang fantastis yang dilakukan oleh pemerintahan korea selatan untuk kesejahteraan negaranya. Pemerintah yang tegas, solusi yang baik, serta diimbangi dengan teknologi tinggi, bukan tidak mungkin ciliwung bisa menjadi Cheonggyecheon berikutnya. Memang, Cheonggyecheon hanya sepanjang 6 km. Namun, bukan tidak mungkin ciliwung bisa mencontoh Cheonggyecheon karna dua sungai ini memiliki permasalahan yang sama bukan ? Permasalahan sungai ditengah kota. Kita memang memiliki masalah yang lebih kompleks pada ciliwung ketimbang pemerintah korea selatan. Seperti sungai yang terus bersambung mulai dari Bogor ke Jakarta. Tapi, bukan tidak mungkin kita bisa menjadikan ciliwung menjadi Cheonggyecheon berikutnya. Seperti kata pepatah, kalau ada niat selalu ada jalan. Ditambahkan, kalau ada niat dan kemauan yang kuat, diiringi dengan elemen-elemen masyarakat yang turut serta membangun Jakarta menjadi lebih baik, solusi yang baik bagi seluruh pihak dari pemerintah, teknologi yang canggih, peraturan yang ditaati oleh warga, pemerintah yang tidak memikirkan perut sendiri, dan langkah-langkah lainnya,  ciliwung dan sungai-sungai lainnya yang masih tidak layak disebut sungai bisa dinormalkan kembali ke fungsi sebenernya. Dan tentunya Jakarta tidak mengalami permasalahan yang kerap kali meresahkan warga setiap beberapa tahun sekali. Banjir. 

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”

Soekarno



Source :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/sungai-cheonggyecheon-seoul-korea-selatan-sungai-bersih-ini-dulunya-kumuh-dan-kotor/

Share on Google Plus

13 comments :

  1. pertamax....

    wah, nggak nyangka ternyata negara asal K-Drama dulu pernah mengalami fase kayak jakarta (dalam hal kekumuhan bantaran sungainya).

    Ane pernah jeng nonton K-Drama dan salah satu scenenya diambil di sungai ini. Nggak nyangka banget sungai seindah itu dulunya "suram".

    sori kalo rada curhat, jeng. antara iri dan miris melihatnya...

    ReplyDelete
  2. Ini yang terjadi kalau pemerintahannya tegas, tapi kalau cuma pemerintah yang tegas tidak akan semudah itu, tetap butuh kerja sama dari masyarakat untuk menjaga dan membantu kebersihan sungai agar benar-benar bersih dari segala macam sampah.

    #IMHO

    ReplyDelete
  3. contoh ini juga bisa membuat pandangan orang lain yang katanya gabisa merubah sesuatu yang udah rusak. bisa juga dalam banyak hal lain diterapkan ya, non.
    Daerah-daerah lain juga sebaiknya mencegah nya, karena di daerah gue sendiri masih banyak yuang belum sadar :D

    Asal niatnya kuat dari bawah sampe atas. :D

    ReplyDelete
  4. wow ... surprise dan menakjubkan ... (@,@)

    itu benar dulunya tempat perkumpulan perumahan kumuh bisa bersih dan menyenangkan sungainya (@,@)

    Semoga jakarta bisa seperti itu dan juga sungai-sungai lain di indonesia :D

    Boleh minta follow baliknya Kak Nonni ? :).

    @Salam Kenal

    A+ Rayen Zone +A

    ReplyDelete
  5. pernah lihat di Transtv juga nih beritanya. semoga kelak sungai ciliwung seperti ini :)

    ReplyDelete
  6. Yang bikin gue bingung itu orang2 yg di bantaran kali dipindahin kemana yak?

    ReplyDelete
  7. Sangat mencerahkan. FYI Sungai Themes bahkan sempat didiagnosa 'mati' secara biologis karena airnya tercemar limbah dan polusi, tapi berkat keseriusan pemerintah Inggris dan (tentunya) kesadaran warganya, kini Sungai Themes bahkan menjadi salah satu sungai terbersih di dunia. Indonesia kapan ya? :')

    Anw, salam kenal.. Kalo sempat mampir juga ya ke blog gue di www.filosofingopi.wordpress.com
    Thanks! :D

    ReplyDelete
  8. semua pernah mengalami yang seperti itu termasuk korea, sebenarnya nggak harus pemerintah yg selalu menjaga lingkungan. tapi kesadaran masyarakat akan keseinbangan alam kini kian berkurang.. he he
    tumben gue waras :P

    ReplyDelete
  9. speechless ngeliatnyaa :3
    kapan Indonesia bisa kayak gitu? gak cuma di ciliwung aja jeng, di daerahku ya sama juga sih, susah kalo gak ada sinkronisasi antara kesadaran manusia akan kebersihan sungai sama keseriusan pemerintah buat memperbaiki tatanan yang ada :|

    ReplyDelete
  10. fotonya bagus2 kak hhe
    korea emang udah lebih sukses duluan buat pemberdayaan lingkungan, jakarta kapan ya kek gitu? :p

    btw, boleh mintak folbek blognya kan? makasih :)

    ReplyDelete
  11. Beuh, tenang aja entar ciliwung lahir kembali kok jadi kayak sungai Cheonggyecheon itu. Entar ciliwung berubah nama jadi ciliwweongchung.

    ReplyDelete
  12. Wow hebat banget ya patut dicontoh itu :)

    ReplyDelete
  13. wah keren tuh, kalo ciliwung udah kaya Cheonggyecheon, baru deh kita punya I-Drama (Indonesian Drama) ya jeng :D

    ReplyDelete