hilangnya adat 'timur' Indonesia

Seluruh negara di belahan dunia memiliki adat kebiasaannya masing-masing. Jepang, Korea, Timur Tengah, Belanda, Perancis, Rusia, seluruh negara memiliki adat kebiasaan yang merupakan ciri khas dari negara tersebut. Entah bagaimana mengartikan adat kebiasaan, yang saya tahu Amerika identik dengan gaya hidup yang bebas membuat warga negaranya terkesan cuek dengan warga negara lain kecuali dengan orang yang mereka kenal. Karena, saking cueknya, orang dengan gaya apapun disana dipandang biasa saja. Mungkin karena itu mereka dipandang menghargai perbedaan yang ada sekalipun itu sangat mainstream,  menurut saya. 

Bagaimana dengan Indonesia?. Indonesia dikenal dengan keramahtamahannya sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Mungkin karena saking ramah dan dermawannya Belanda betah berlama-lama tiga setengah abad di Indonesia bahkan sampai beranak cucu. Indonesia yang berada dibelahan timur ini tentulah memiliki adat ke'timur'annya. Mungkin salah satunya adalah keramahtamahannya tadi. Friendly, Welcoming, dan murah senyum adalah gambaran sedikit tentang adat timur Indonesia. Sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, berpakaian sopan, dan bertingkah laku sewajarnya tidak berlebihan, adalah gambaran sedikit adat timur Indonesia. Hal tersebut masih banyak ditemukan pada tahun 90-an dan sebelumnya. 

contoh gaya penampilan 80s
Back to 80s, mari kita lihat bagaimana penampilan para pemuda Indonesia. Dress vintage dengan aksen simple dan menjuntai sampai dibawah lutut cenderung menjadi setelan favorite para wanita dimasa lalu. Sambil bertingkah malu-malu, mereka memakai baju yang sesuai dengan zamannya dan tidak terlalu berlebihan. Perilaku malu-malu pun membuat mereka menjadi gadis yang elegan dan mempesona. Ditambah rasa hormat mereka kepada orang yang lebih tua sangat ditunjukan. Bagaimana ibu saya mematuhi perintah kedua orang tuanya dimasanya merupakan satu perintah yang sama dengan perintah Allah SWT. Dimana perintah tersebut harus sesegera dilaksanakan. Atau rasa hormat para pemuda dijamannya kepada orang yang lebih tua ketika harus berkata sopan dan lembut. 

Westernisasi membuat Indonesia tidak "timur" lagi. Banyak budaya luar yang masuk ke tanah air. Mulai dari cara berpakaian, cara bicara, cara berperilaku, selera musik, selera makanan, dan masih banyak lagi budaya-budaya luar yang masuk ke Indonesia dan diserap mentah-mentah oleh pemuda-pemudi bangsa. Cara berpakaian contohnya, cara berpakaian ala muda-mudi barat telah meresap di mindset muda-mudi Indonesia bahwa berpakaian seperti ini adalah keren, atau berpakaian seperti itu merupakan trend yang harus diikuti. Tentunya yang jauh dari ciri khas ke'timur'an Indonesia dimana sopan santun masih dijaga. Mini dress diatas lutut menjadi favorit anak remaja Indonesia, skinny jeans yang terlalu skinny dipakai beberapa pemuda yang disebut alay disini, atau gaya-gaya berpakaian lainnya yang kadang tidak sesuai dengan norma yang berlaku yang kita pelajari dipelajaran PPKN waktu SD dulu. 

Ternyata perlahan-lahan Indonesia ditinggalkan oleh warga-warganya yang masih menjaga adat ke'timur'an Indonesia. Ciri khas orang-orang Indonesia perlahan hilang. Sikap malu-malu kucing para wanita perlahan hampir tidak ada dengan maraknya foto-foto yang berkeliaran dengan memamerkan bentuk tubuh mereka. Dari segi berpakaian mungkin itu menurut saya, bagaimana dengan cara mereka memperlakukan orang yang lebih tua ?. Rasa hormat perlahan terkikis dari orang Indonesia. Ibu saya pernah cerita, dahulu remaja-remaja 80s sangat menghormati keberadaan para orang tua dengan memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukan orang tua sendiri. But how bout now?. Sering kita melihat anak yang melawan orang tuanya, atau seorang kakek tua yang tetap antri diantrian belakang sekalipun  ada anak muda antri dua bari didepannya. Atau yang sering kita lakukan adalah memanggil guru / dosen disaat berbincang dengan nama mereka tanpa diawali dengan kata "pak". Sebenarnya hal itu terlihat sebesar apa rasa hormat kita terhadap orang yang lebih tua dari kita. 

Krisis identitas menjadi tantangan bagi Indonesia memperbaiki moral bangsa yang perlahan-lahan tidak ada bedanya dengan budaya barat. Lahir dahulu baru menikah layaknya pasangan-pasangan barat menjadi adat budaya yang baru bagi muda-mudi sekarang. Keterpurukan moral semakin terlihat dari hari ke hari dengan banyak berita-berita yang bukan lagi masuk kategori kenakalan remaja, tapi kejahatan remaja. Kerusakan-kerusakan lebih banyak ditimbulkan dari penerus-penerus bangsa. Hal yang sangat ironis melihat Indonesia masih memiliki potensi yang begitu besar untuk dapat menjadi negara yang maju. Namun, bagaimana jika sumber daya manusianya semakin turun kualitasnya?.

Adalah kita yang seharusnya tetap menjaga ada timur bangsa ini. Kamu yang sedang membaca postingan ini yang akan menggantikan Hatta Rajasa dan teman-temannya dalam membangun bangsa, kita yang seharusnya memberikan sesuatu untuk bangsa, bukan hanya bisa mengkritik dan berdemo didepan gedung DPR, bukan hanya bisa membuat kerusakan yang justru jadi beban bagi bangsa ini. Bangsa yang pernah terpuruk ini harus bangkit, harus bangkit untuk mengalahkan Singapore yang masih import pasir pantainya, mengalahkan Singapore yang tidak memiliki sumber daya apapun, mengalahkan negara-negara tetangga yang kecil-kecil cabe rawit. Dan hal itu hanya dapat diraih jika para generasi penerusnya tidak hanya berdiam diri menerima budaya barat yang masuk tanpa diserap sekalipun. Kita harus menjadi orang Indonesia yang pintar yang tidak mau dibodohi oleh bangsa barat. Banyak hal yang positif yang bisa kita dapatkan dari bangsa barat, namun menerima adat budaya yang masuk dengan cerdas jauh lebih baik daripada menelannya mentah-mentah.. 

     


Share on Google Plus

3 comments :

  1. Bahasan ini masih terngiang ditelinga gue. Kemaren di kampus lagi bahas Pancasila yang merupakan karakter bangsa kita. Tapi sekarang perlahan kian terkikis dengan adanya budaya barat yang mulai menempel dan menghilangkan ke-TIMUR-an Indonesia.

    ReplyDelete
  2. emang jaman dulu sama sekarang udah beda bget...

    ReplyDelete