kuliah itu bukan soal nama, tapi kegigihan

Universitas Gadjah Mada dulu jadi salah satu tujuan utama setelah lulus sekolah menengah atas. Jalur manapun dicoba untuk bisa masuk ke kampus ternama di Indonesia. Rupiah pun tak terhitung lagi sudah berapa yang dikeluarkan ayah ibu. Begitulah, jika sudah obsesi untuk bisa merajut masa depan dikampus ternama, berapa rupiah pun sudah tidak diperhitungkan lagi. Tapi apalah daya, usaha telah dilakukan, doa tidak berhenti dihaturkan, mungkin semuanya belum maksimal sehingga takdir pun memutuskan UIN Syarifhidayatullah Jakarta sebagai persinggahan terakhir pendidikan S1 ini. 

Jelang satu tahun duduk dibangku kuliah, masih dirasakan penyesalan yang mendalam mengapa dulu belum semaksimal mereka yang berhasil menyandang status mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Rasa sesak masih dirasa setiap mendengar mereka bercerita bagaimana serunya tinggal di kota pendidikan itu. Dalam hati kecil masih tersimpan keinginan untuk menyandang mahasiswa Gadjah Mada. Tapi itu mungkin masih sekedar mimpi.

Dua tahun berjalan, teman baru yang peduli didapatkan, suasana organisasi memberikan banyak pelajaran dan hikmah yang mungkin tidak bisa didapatkan ditempat lain, nuansa islami yang menjadi kebiasaan setiap mahasiswanya, atmosfer yang positif disana-sini, dan kenyamanan yang didapatkan setelah "ikhlas menerima takdir Tuhan" memberikan banyak hikmah atas ditolaknya seorang pelajar SMA di Universitas Gadjah Mada ini. Pelajaran demi pelajaran didapatkan setiap hari. Tentunya bukan hanya pelajaran akademis, pelajaran kehidupan penuh perjuangan telah didapatkan. Benar adanya, kata-kata "semua pasti ada hikmahnya". Dan ya, semua ada hikmahnya.

Kuliah bukan soal nama, seterkenal apapun sebuah kampus, jika tidak gigih dalam berjuang untuk bertahan di panggung kehidupan, itu semua terasa sia-sia. Cukup sudah memberatkan orang tua, membebankan mereka, walaupun mereka tidak pernah merasa itu sebagai beban berat. Tapi mungkin obsesi untuk menjadi mahasiswa di kampus ternama perlu diredam dengan segala pertimbangan di masa depan. Termasuk pertimbangan seberapa besar biaya yang harus ditanggung kedua orang tua kita, sedangkan kita belum tentu bisa membalas sebesar pengorbanan mereka.

Tidak perlu malu untuk duduk dibangku kuliah di universitas manapun. Selagi kegigihan menuntut ilmu, dengan tujuan yang mulia, semuanya tidak ada yang sia-sia. Tidak perlu menjadi seorang manusia yang terlalu memikirkan gengsi belaka disaat kemampuan untuk mendapatkannya tidak ada didalam diri kita. Pertimbangan yang matang tanpa egoisme diri sendiri, yang nantinya akan membuat kita menjadi seseorang yang berguna bagi diri sendiri, orang lain, keluarga, dan masyarakat. 

Jadi, kuliah bukan soal besarnya nama, tapi soal kegigihan kita untuk menjadi orang yang berguna, dan biarkan waktu yang mengajari kita tentang apapun yang kita tidak pernah tau sebelumnya.. 
Share on Google Plus

11 comments :

  1. postingannya memotivasi banget.. semoga kawan-kawan smua yang sedang menuntut ilmu tetap bersemangat dimanapun ia bersekolah :)

    ReplyDelete
  2. iya, termotivasi juga pengen masuk universita yang bagus
    btw kayaknya gue juga mau ke UIN jakarta deh hmmm... kalo diterima hehe :D

    ReplyDelete
  3. kuliah dimana pun, juga akan jadi karyawan bukan pencari karyawan, jadi yang terpenting jadi sarjana yang bermoral, karena lebih banyak sarjana yang tidak bermoral diluar sana

    ReplyDelete
  4. sukaa banget sama tulisannya, sista :D
    penuh motivasi. Betul banget! Dimanapun kuliahnya yang penting kitanya yang serius dalam mencari ilmu. Jadi inget kata-kata almarhumah guruku bahwa lebih baik jadi kepala di ikan kecil daripada jadi buntut di ikan besar. Kata-kata ini bisa berarti bahwa lebih baik berprestasi di univ yg tidak terlalu terkenal daripada jadi mahasiswa yang melempem di univ yg terkenal .. semangat kuliaaaaah!! :D

    ReplyDelete
  5. Tetap semangat dan berkarya dimanapun berada,
    kalau baca jadi ingat waktu-waktu masih mencari tempat kuliah, daftar kesana dan kesini.

    ReplyDelete
  6. Dulu juga awal2 kuliah aku ngerasa gitu.

    "ini bukan tempatku..."

    semacam itu lah kira2 perasaan.

    Eh taunya skrg mau masuk tahun ke tiga.
    ngerasa beruntuuuuung banget masuk kuliah di tmpat yg skrg. meskipun awalnya banyak mengorbankan perasaan, pikiran, hati, waktu, dll... alhamdulillah skrg udah tau hikmahnya.
    dan merasa bersyukur :)

    ReplyDelete
  7. ehe, malah gue lebih memilih dimana kemampuan dimana saya sampainya, bukan di universitas negeri besar. tapi swasta.

    ReplyDelete
  8. Assalamu'alaikum ukhti, yang penting kan ILMU-nya ukhti, bukan GELAR atau Almamater-nya, hehehe.. salam ukhuwah.. ^_^
    Sekalian juga mau ngasih tau kalo di Toko Busana Muslimah Online banyak banget Jilbab Modern, Cantik Murah, Kerudung, Hijab, Bergo, Abaya, Turban, Shawl, Gamis, Mukena, Sejadah, Selendang, Aksesoris, DLL

    ReplyDelete
  9. Magnificent goods from you, man. I have understand your stuff previous
    to and you are just extremely magnificent. I actually like what you've acquired here, really like
    what you're saying and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to keep it smart.
    I cant wait to read much more from you. This is actually a
    tremendous web site.

    Here is my site - journals.fotki.com - -

    ReplyDelete
  10. Very nice article, just what I needed.

    My site: friendship

    ReplyDelete