antara berkurban dan gadget terbaru

11:16 PM

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar". (Ash Shaaffaat: 102-107)

  • surat Al Kautsar ayat 2: "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (anhar)"

Sementara hadits yang berkaitan dengan kurban antara lain:

  • “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat Ied kami.” HR. Ahmad dan ibn Majah.
  • Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah kurban itu?” Rasulullah menjawab: “Kurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah
  • “Jika masuk tanggal 10 Dzul Hijjah dan ada salah seorang di antara kalian yang ingin berkurban, maka hendaklah ia tidak cukur atau memotong kukunya.” HR. Muslim
  • “Kami berkurban bersama Nabi SAW di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang. “ HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi.

Begitulah kira-kira petikan-petikan surat dalam al-qur'an dan hadits (sumber : wikipedia ) yang menyerukan kepada seluruh umat islam untuk menyisihkan hartanya dengan berkurban. Salah seorang teman saya pernah berkata seperti ini, "nabi Ibrahim suruh ngorbanin anaknya aja dijalanin, elu suruh kurban kambing satu aja susah bener ga mao usaha". Dan melihat tayangan-tayangan di televisi yang memperlihatkan betapa kerasnya usaha kaum dhuafa seperti seorang pemulung atau tukang becak yang mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit untuk berkurban. Betapa mulianya hamba Allah seperti mereka. Bagaimana dengan kita? 

Kita selalu dimanjakan oleh teknologi canggih yang memudahkan kita melakukan apapun dalam kehidupan sehari-hari. Makin hari gadget-gadget canggih dan terbaru dengan harga yang jika kita kalkulasikan lagi, dengan menambah sedikit uang lagi sudah dapat berkurban satu kambing dari masing-masing kita. Tapi apa? Kita lebih memilih untuk membeli gadget terbaru untuk memudahkan kehidupan kita sehari-hari ketimbang menabung untuk berkurban. Apa yang kaum urban sekarang tidak punya ? Blackberry, iphone, android, pc tablet, dan masih banyak lagi gadget-gadget terbaru yang terus bermunculan seperti kacang goreng. Dan ya, kita selalu tergiur dengan gadget-gadget yang ditawarkan demi standar gaulitas, kebutuhan terasa jauh lebih muda, atau hanya sekedar keinginan saja untuk mendapatkan gadget-gadget tersebut. Apalah kita dihadapan orang-orang yang bertakwa. Mengejar duniawi yang cenderung menjerumuskan kita ke faham hedonisme. Disaat mereka yang menggowes sepeda untuk mencari nafkah mampu untuk berkurban, kita yang memegang android / smartphone terbaru tidak mau untuk mampu berkurban. 

Saya sendiri merasa malu dengan diri saya sendiri. Konsumsi yang berlebihan dengan barang-barang yang sebetulnya tidak sangat sangat saya perlukan, tapi dengan uang sendiri tahun ini tidak melaksanakan kurban. Apalah kita dibandingkan dengan mereka yang bahkan penghasilannya jauh lebih kecil untuk kebutuhan sehari-hari, namun bisa berkurban dengan menyisihkan hartanya tersebut. Kita selalu dimanjakan dengan teknoogi yang kadang membuat kita lupa diri. Lupa diri untuk memprioritaskan hal yang seharusnya menjadi prioritas. Sunah muakkad (utama) digeserkan dengan keinginan untuk mendapatkan gadget terbaru masa kini agar tidak ketinggalan zaman. Pantas kita selalu menjadi pasar yang menggiurkan bagi perusahaan-perusahaan internasional. Dengan mudah kita mengeluarkan uang untuk mendapatkan gadget-gadget terbaru masa kini, namun tidak pernah terpikir untuk menabung untuk berkurban. Tapi lebih memilih menabung untuk mendapatkan gadget terbaru. Semoga kita selalu diberikan petunjuk olehNya. Dan mungkin kita harus berpikir ulang kembali untuk memilih gadget apa yang akan kita beli bulan ini. 


Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Mohon yang kurban perasaan harap tidak tersinggung dengan postingan ini.
Ditulis oleh :
Nonni yang berkurban hati dan perasaan.. 
Sekian.. 

You Might Also Like

5 comments

  1. Kita memang udah dimanjain banget ama teknologi, yak. Ampe-ampe masalah agama hampir dilupain :(

    ReplyDelete
  2. kita memang perlu meyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  3. ihhhh noniiiiiii,,, u,u
    dari kemaren nabung buat beli gadget yg ada di gambar di atas,,, dan ga pernah kepikiran buat berkurban, yaaa di kira ntar aja pas udah jadi ibu-ibu .___.

    ReplyDelete
  4. gadget paling mahal tapi qurban paling murah
    #jleb

    ReplyDelete
  5. Pengen banget qurban saya juga, tapi belum ada penghasilan.
    Yg pasti pas nanti ada duit, kelewatan banget kalau lebih milih beli gadget baru ketimbang qurban.

    Salam kenal :D

    ReplyDelete