when hijab become a fashion stuff

10:08 AM

Hijab, jilbab, kerudung, ketiga kata ini mungkin memberikan makna yang sama. Bagi sebagian orang berhijab atau berjilbab atau memakai penutup kepala saja mungkin ada makna yang berbeda. Sudah banyak yang membahas apa bedanya hijab dengan jilbab, atau bedanya dengan kerudung atau penutup kepala. Tapi bagi saya, hijab, jilbab, kerudung, itu memiliki arti yang sama (kecuali penutup kepala). Yakni dimana seorang muslimah memakai kain penutup untuk menutupi auratnya khususnya mahkotanya, rambut, dengan tujuan yang pasti perintah Tuhan yaitu Allah SWT.  

Tapi, coba kita perhatikan lagi hijab yang sekarang jadi trend dikalangan muslimah di Indonesia. Mungkin sudah banyak yang mengulas fenomena hijab modern yang sudah terlampau fokus sebagai salah satu fashion stuff aja, sudah keluar dari tujuan yang sebenarnya. Model hijab dengan gaya bertumpuk, menggunakan sanggulan palsu supaya rambutnya meninggi dan hal ini sudah dapat dipastikan haram hukumnya karna menyerupai punuk unta, atau model hijab yang tidak menutupi dada, model hijab melilit-lilit leher berkali-kali sampai lehernya sesak susah nafas, model hijab gaya poni, model hijab gaya rambut, model hijab dikepang, pelintir sana pelintir sini, model hijab dengan menggunakan anting diluar jilbab, dan masih banyak lagi model-model memakai hijab yang terkadang jauh dari syariat islam yang sebenarnya. Kalau teman-teman mengetik keywords "hijab tutorial" baik di youtube maupun di google suggestion yang keluar pasti hijab tutorial bermacam gaya. Coba liat ini :



Mungkin sudah ratusan atau bahkan ribuan video tutorial cara memakai hijab yang up-to-date dan "modern" yang di buat oleh para hijabers atau yang di upload ke youtube. Tidak munafik dulu saya juga pernah mengikuti beberapa tutorialnya, tapi ya itu hanya untuk ke acara-acara penting, macam kondangan, atau acara-acara resmi lainnya. Tapi untuk pemakaian sehari-hari saya tidak pernah memakai hijab dengan model rumit pelintir sana pelintir sini. Sadar ga sih, memakai hijab dengan model yang rumit itu kadang membuang banyak waktu hanya untuk memakai hijab aja. Dan seringkali kepala saya pusing kalau memakai model hijab yang terlalu rumit. Tapi entah, hijabers-hijabers diluar sana terlihat sangat nyaman memakai model jilbab yang bertumpuk-tumpuk untuk kegiatan sehari-hari. Ungkapan "beauty is pain" memang benar adanya. Termasuk bagi para hijabers diluar sana. 

Fenomena hijabers modern ini menurut saya cukup mengubah pandangan bahwa jilbab itu tidak kuno. Memakai jilbab masih bisa terlihat trendy, stylist, dan modern. Sehingga banyak muslimah-muslimah yang akhirnya berhijab karna trend hijab sudah sangat meluas dikalangan muslimah di Indonesia. Tapi sayangnya, terkadang hijab yang mereka kenakan itu becoma a fashion stuff only. Ya, hanya sekadar ingin terlihat trendy, kekinian, tidak ketinggalan jaman, dan jauh dari tujuan sebenarnya. Yakni perintah Allah SWT. Miris sih melihat begitu banyak hijabers-hijabers yang fokus hanya kepada fashion style saja. 

Dengan adanya peningkatan hijabers-hijabers modern, hijabers community dari berbagai macam daerah, kalangan, kampus, dan sosialita pun bermunculan. Tapi sayang, sejauh ini yang terlihat hijabers community hanya fokus pada fashion aja. Kegiatan positif sebetulnya banyak yang bisa dilakukan oleh hijabers community. Seperti acara amal di panti asuhan, atau yayasan ini yayasan itu. Tapi dengan label "hijabers", sudah pasti kita selalu berpandangan bahwa muslimah-muslimah didalamnya adalah sekumpulan muslimah modern yang selera fashionnya tinggi, yang penampilannya itu harus modern, harus memakai hijab yang begini dan begitu. Betul ga ? Karna sejujurnya dikampus saya pun begitu. Hijabers community yang punya acara fashion fair sendiri terlihat terlalu eksklusif (padahal sebenarnya tidak), membuat muslimah-muslimah yang merasa tidak trendy dalam berhijab minder lebih dulu sebelum masuk ke hijabers community. But, tidak ada perbaikan yang dilakukan hijabers community agar communitynya itu tidak terlihat eksklusif hanya untuk mereka yang bisa bergaya ala hijabers terkini. 

Ketika hijab menjadi just a fashion stuff, sisi positifnya adalah bertambahnya muslimah yang memakai jilbab. Tapi negatifnya, terkadang itu sudah jauh dari syariat islam. Bukankan Islam mengajarkan kalau kita tidak boleh pamer dengan apa yang kita punya? Bukankan Islam mengajarkan kalau kita tidak boleh berpenampilan berlebihan?  Sebetulnya apa yang diajarkan agama Islam itu sendiri adalah yang paling nyaman menurut saya. Islam mengajarkan bahwa memakai jilbab itu sepatutnya yang sederhana dan menutup dada. Belajar di kampus islam negri, banyak memberikan pandangan muslimah yang memakai jilbab namun tidak menutup dada cukup tidak nyaman bagi saya yang melihatnya. Dan mungkin saja orang lain pun begitu. Mereka tidak nyaman melihat seorang muslimah yang berhijab tapi masih memamerkan dadanya. Sederhana, sederhana itu adalah obat ternyaman dalam memakai jilbab. Model hijab terlalu berlebihan sebetulnya dengan sendirinya membuat si pemakai jilbab itu sendiri tidak nyaman. Betul ga?

Kita mungkin masih belum bisa untuk setiap hari memakai gamis, rok panjang, dengan baju yang panjang pula, dengan gaya jilbab yang sesuai dengan syariat islam. Tapi sepatutnya kita juga tidak menjadikan jilbab sebagai fashion stuff saja supaya terlihat mengikuti perkembangan zaman, kekinian, trendy, dll. Karna pandangan-padangan miring tentang hijabers gone wrong sudah terlalu banyak. Dan entah, sepertinya tidak mengubah apa-apa di kalangan hijabers masa kini. Ini hanya opini saja saja. Biasanya saya jarang menulis yang berhubungan dengan agama, karna sedikit takut dibilang rasis. Jadi bagaimana pendapat kamu ?

You Might Also Like

10 comments

  1. yg salah dari banyak orang, Hijab dijadiin style bukan dijadiin kewajiban, jadi mereka berhijab karena pengen jadi "gaul" dibanding pengen lebih deket ke Allah. mampir dan follback ke blog gue yaa ke http://catatankiting.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. setidaknya dengan trend berhijab skrg, para kaum hawa sudah tidak malu lagi melakukan kewajibannya
    masalah niatnya tergantung pribadi masing-masing :)

    ReplyDelete
  3. Menurut saya yang sederhana itu justru lebih kelihatan anggun, sederhana but syar'i :)

    ReplyDelete
  4. Iya benar sekali, hijab adalah penutup bukan pembungkus:-)

    ReplyDelete
  5. Iya benar sekali, hijab adalah penutup bukan pembungkus:-)

    ReplyDelete
  6. Lebih 'sedih' karena diadakan acara Miss Hijab (bener ga?), bukannya pemakaian hijab itu bertujuan agar si penggunanya tidak terlihat 'mengumbar' yah? Kenapa malah dibikin 'kontes'nya? #mikir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu pernah nyoba berjilbab digaya2in gitu.. Dibilang kayak tante2, gak pantes, alay T__T
      Semenjak itu gue anti make jilbab di model2in.

      Sejujurnya waktu nyoba2 itu juga gue gak nyaman, risih, mau wudhu ribet, dan yes gue setuju kalo berjilbab di gaya2in itu makan waktu banget,

      Nice post kak ;)

      Delete
  7. kalo kata aku sih ,, pake jilbab itu suatu kewajiban tapi kalo di jadikan style ya lebih baik ga usah pake aja

    ReplyDelete
  8. Iya.. Setuju sama mbak noni.. Saya pribadi jg tidak terlalu suka dengan trend hijab skrg.. Menurut saya terlalu berlebihan, ribet dan cenderung konsumtif.. Memang sih waktu awal2 ada trend hijab ini saya sedikit mencoba tp ternyata ga nyaman.. Untungnya saya sudah memakai jilbab jauh sblum ada trend hijab ini, jd saya lebih memilih back to my style.. Menjadi diri sendiri memang lebih nyaman.. :-)

    ReplyDelete
  9. bagus lagi kalau hijab di barengi dengan aksi nyata sosial atau bertutur kata sopan biar tambah cuantik :)

    ReplyDelete