ujian pertama

12:03 PM

Sudah satu bulan meninggalkan blog untuk fokus di ujian pertama saya. Berlebihan memang. Tapi bulan lalu memang saat-saat dalam hidup saya, saat saya harus meninggalkan beberapa kegiatan lain sejenak untuk fokus di ujian pertama yang cukup menegangkan setegang saat ijab kabul mungkin.. 

Meraih gelar sarjana bagi mahasiswa adalah tujuan para mahasiswa dalam menuntut studynya di perguruan tinggi. Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disebut PTN maupun PTS (Swasta) selalu punya persyaratan tersendiri bagi mahasiswa yang harus dilalui untuk meraih gelar sarjana. Kebanyakan orang bilang "kuliah di PTN masuk susah, keluar juga susah". Untuk bisa menjadi mahasiswa di PTN memang harus banyak melalui beberapa tes lewat beberapa jalur yang tentunya bukan sekedar pengorbanan materi, tapi juga non materi yang harus dikeluarkan. Tapi, memang bukan di PTN saja yang harus melalui serangkaian proses ketika masuk dan juga keluar. Di PTS pun begitu, mungkin kelebihan dari PTN terletak dari segi biaya kuliah. Selebihnya, mahasiswa-mahasiswi memang tetap harus melalui proses-proses yang ada dikampus. 

Ujian Komprehensif misalnya, ujian yang menuntut mahasiswa untuk mempelajari ilmu yang sudah diberikan selama 7 semester harus dimengerti pada saat di uji oleh 3 dosen penguji. American Style yang diterapkan di beberapa kampus ini, bisa menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa kampus. Kampus saya misalnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masih menerapkan Ujian Komprehensif yang biasa disebut sebagai sidang pertama sebelum sidang skripsi. Ujian Komprehensif ini merupakan rangkaian proses yang harus dilalui mahasiswa sebelum sidang skripsi. Diuji 3 dosen penguji secara lisan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tentunya bukan sekedar apa itu ilmu ekonomi pun ternyata tidak bisa dilalui beberapa mahasiswa-mahasiswi. Jika tidak lulus dalam ujian ini, maka harus ujian lagi di bulan berikutnya. Jika ujian ini tidak dilalui, maka tidak bisa daftar sidang, tidak sidang ya tidak wisuda. Begitulah.. 

Senin kemarin saya sudah menghadapi ujian komprehensif yang juga ujian hidup bagi mahasiswa/i UIN Jakarta. Dan alhamdulillah, hasilnya baik. Beberapa mahasiswa/i ada yang tidak lolos dalam ujian ini dan harus "coba lagi" di bulan berikutnya. Hundred times we fell down, our best peoples will always pull our hands up agar kita tidak jatuh terlalu dalam. Selama ujian saya ditemani orang-orang terbaik selama saya kuliah di kampus. Sahabat-sahabat, teman-teman sekaligus guru terbaik saya, dan iringan doa dari kedua orang tua dan keluarga yang membuat saya bisa melewati ujian komprehensif ini. Merekalah orang-orang terbaik dalam hidup saya. 

Selama proses saya merasa dimudahkan oleh Allah SWT, segalanya dimudahkan. Mulai dari penguji pertama, kedua, selanjutnya. Alhamdulillah, ketika kita berada dijalan buntu, Dia memang selalu mengulurkan tangannya dimanapun. Gelar sarjana memang belum ditangan, tapi setengah sarjana sudah ditangan. Satu sidang lagi, lengkaplah SE dibelakang nama saya. 

Bicara soal sidang, saya mau bercerita sedikit tentang skripsi saya. Dosen pembimbing memang selalu bisa membolak-balikan hati, eh salah maksudnya selalu bisa membolak-balikan skripsi saya. Kebetulan dosen pembimbing satu dan dua saya tidak sejalan. Dosen pembimbing dua mengarahkan saya untuk lanjut ke bab 4, pembimbing 1 masih berkutat di bab 1 dengan membuang 2 variabel saya. Ya, ibarat sedang pedekate udah tinggal bilang "mau ga jadi pacar aku?" eh kemudian bilang lagi "eh tapi ga jadi deh, kayaknya kita belum saling mengenal lebih jauh". Yeaaaaahhhhh...

Namanya hidup, memang harus dilewati segala prosesnya. Saya tidak pernah bilang skripsi saya sulit, ujian komprehensif itu sulit, sejatinya jika semua dianggap mudah akan mudah dijalani. Tidak ada yang sulit ketika kita menganggapnya mudah, dan tidak ada yang mudah ketika kita menganggapnya sulit. Namanya skripsi, ya memang harusnya dikerjakan. Bukan dipikirin aja macam gebetan yang tak kunjung bilang suka. 

Beribu terimakasih saya ucapkan bagi teman-teman saya yang selalu ada dibelakang saya ketika saya butuh. Sahabat-sahabat terbaik saya, dan tentunya Allah SWT juga keluarga yang selalu berdoa yang terbaik untuk saya. 


You Might Also Like

0 comments