mahasiswa!!!

8:34 PM


Ini hidupmu kawan, siapa lagi yang tentukan selain kamu?

Source : link

Menjadi mahasiswa adalah secuil perjalanan hidup seseorang. Halah, sok iyeh banget bahasa saya. Okeh, jadi mahasiswa adalah pilihan bagi setiap orang. Sebagian orang memilih jadi pekerja selepas sekolah menengah atas, sebagian lagi memilih jadi entrepreneur atau pengusaha, sebagian memilih menjadi ibu rumah tangga aja biar ga pusing mikirin besok udah hari Senin lagi, dan sebagian lainnya memilih melanjutkan perjalanan hidup ke sebuah tempat yang mereka sebut "kampus". Terbayanglah gambaran kehidupan mahasiswa ala FTV atau sinetron televisi di mana modal "keren" aja kok hidupnya udah bahagia banget di kampus, atau gambaran mahasiswa tabrakan lucu sama mahasiswi yang berakhir dengan pacaran, atau gambaran senior yang seenaknya nyuruh junior ngupilin idungnya sebagai bukti senior adalah tangan Tuhan di kampus. Gambaran tugas setumpuk yang ga ada abisnya, dosen yang keliatannya baik padahal kasih nilai ga lebih dari B- ( udah B, minus lagi), weekend rasa weekday karena tetap harus ngerjain deadline tugas buat bulan depan *loh*, gambaran yang kaya gitu yang ga ditunjukan ke calon-calon mahasiswa baru di sinetron atau  FTV. Eh tapi coba bayangin, kalo ga ada gambaran mahasiswa-hidup-enak ala FTV, apa kalian masih mau jadi mahasiswa? Coba bayangin FTV yang ceritanya tentang mahasiswa lelah mengerjakan tugas tiap malam namun berakhir tragis karena nilai yang didapat cuma C+ aja (ya lumayan ada plus-nya walau C). Mungkin anak-anak SMA setelah lulus bakal berlomba-lomba minta dilamar sama pacarnya yang juga mengurungkan niat untuk melanjutkan kuliah, dan akhirnya mereka nikah muda (ini cuma khayalan saya aja, jangan diseriusin kecuali aku yang diseriusin *loh). Jadi, berterima kasihlah kepada FTV yang menggambarkan kehidupan mahasiswa-hidup-enak karena telah memberikan kalian semangat untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin. 

Pertama, saya bukan sedang menakut-nakuti kalian ade-ade tersayang yang sudah siap menghadapi kehidupan kampus. Ini cuma sekedar insight bagi kalian aja, gimana kehidupan mahasiswa yang sebenarnya saat kalian memasuki masa-masa kampus nanti. Kedua, saya ga lagi nakutin kalian. Ketiga, kembali ke poin yang pertama ya. 


Menjadi mahasiswa itu cuma satu kali dalam hidup kalian, kecuali di tengah jalan kalian merasa tidak nyaman di jurusan yang telah kalian pilih dan akhirnya mengulang menjadi mahasiswa baru lagi di jurusan atau kampus lain. Nah, karena menjadi mahasiswa itu cuma satu kali, kalian harus pahami bahwa terkadang banyak bagian dalam hidup yang tidak bisa kalian ulang termasuk moment-moment indah yang cuma terjadi di masa kuliah. Tugas menumpuk, organisasi intra dan ekstra kampus, asmara, dan tentunya terlepas dari semua itu, kalian punya orang-orang tersayang yang harus kalian bahagiakan. Ayah ibu sudah tidak disamping kamu, bukan berarti kamu bisa leha-leha menjadi mahasiswa. Apalagi ayah ibu yang masih setia di samping kamu, kamu punya waktu untuk berikan kebahagiaan untuk mereka. Susah payah ngegedein kamu, balasan yang didapat orang tua kamu cuma "mah pah, aku mau jadi figuran pohon bergoyang di FTV aja ya, udah ga sanggup lagi kuliah"? Think again.


Semangat. Kamu pikir semangat cuma dibutuhkan waktu kamu kecil lomba gigitin koin di buah pepaya yang dikasih oli-dan-kamu-mau-aja? Kamu pikir semangat cuma dibutuhkan waktu kamu nungguin antrian kue cubit setengah mateng waktu kecil dulu? Kamu pikir semangat cuma dibutuhkan waktu pulpen kamu yang wangi diambil temen sekelas kamu? Kamu pikir semangat itu dibutuhkan waktu kamu lomba bakyak 17an di kampung kamu aja? No, it is a big NO. Sampai kapanpun selama kamu masih bernapas, semangat itu tetap harus dibutuhkan. Saat seseorang memiliki semangat yang kuat, gebetan yang nyaris direbut orang pun akan dengan cepat kilat kembali ke tangan. Saat seseorang memiliki semangat yang kuat, kuliah ga perlu 6 atau 7 tahunan baru rampung. Saat seseorang memiliki semangat yang ga ada batasnya, tugas yang menumpuk itu bakal kerasa kaya korek kuping aja. Geli-geli tapi asik *halah* Kalau kalian udah punya satu faktor yang sangat dibutuhkan dalam kuliah, yaitu semangat, sisanya kalian cuma tinggal ngikutin aja.  (pic source : link)

Positive thinking. Positive thinking kamu bisa ngerjain tugas yang setumpuk ga ada abisnya, positive thinking kamu bisa lulus dengan predikat cumlaude, positive thinking kamu ga perlu lama-lama berjamur di kampus, positive thinking skripsi kelar tepat pada waktunya, positive thinking bahwa kamu bisa selesaikan semua beban kuliah kamu meskipun itu beban anter jemput pacar, dan pada akhirnya positive thinking benar-benar diperlukan di setiap waktu kuliah kamu. Udah, positive thinking aja gitu non? Kalau kamu cuma ngeliatin tugas dan positive thinking tugas selesai setelah kamu positive thinking beberapa detik, ya mending kamu tidur aja sana lah di pojokan mushola. Semua itu tetap harus kerja keras, ya kerja keras. 

Kerja keras. Kamu pikir cuma ayah ibu kamu aja yang kerja keras banting tulang buat kuliahin kamu? Engga lah, kamu sebagai anak yang baik lucu imut rajin membantu dan udah ga pipis di celana, harus tetap bekerja keras menyelesaikan kewajiban kamu sebagai anak. Sesulit apapun masa kuliah kamu, entah karena tugas, dosen yang sangat amat sulit sekali ditaklukan, gebetan yang susah banget ditembus hatinya, penjelasan dosen yang cuma dosen tersebut dan Tuhan yang memahami, semua itu akan bisa dilewati dengan kerja keras penuh semangat dan positive thinking. Percuma kamu nonton film 5CM, kalau ngerjain tugas yang berat mesti bayar orang lain dulu. Duh mending kamu jadi marbot mushola aja lah sana, ketauan nabung pahalanya sering. 

Semua kesulitan itu sama. Kamu pikir cuma jurusan arsitektur aja yang bikin mahasiswanya kaya zombie? Kamu pikir cuma jurusan kedokteran aja yang mesti berdarah-darah? Kamu pikir cuma jurusan lebak bulus - Garut tapi muter lewat lampung aja yang kadang bisa melelahkan? Semua jurusan di kampus punya tingkat kemudahan dan kesulitan masing-masing. Tergantung pribadi masing-masing. Pilih jurusan yang kamu memang suka, pilihan orang tua pun kadang bisa jadi pilihan yang terbaik kalau kamu ikhlas dan tetap kerja keras menjalaninya. Trust me, jurusan yang kamu pilih sekarang belum tentu jadi pekerjaan kamu di masa depan. Jurusan kamu memang ga menjadi jaminan apa pekerjaan kamu di masa depan, tapi IPK kamu yang mempengaruhi harga diri kamu di kantor nanti. Kenapa harga diri? Trust me again, meskipun mereka bilang IPK bukan jaminan seseorang itu bisa menjadi karyawan yang baik atau bukan jaminan apa pekerjaan kamu di masa depan, itu bisa menjadi harga diri kamu di kantor. Ga enak kan pas lagi ngopi-ngopi sama temen kantor ngomongin masa kuliah eh lagi ngebahas IPK, ternyata IPK kamu di bawah rata-rata, apa kamu tega sama diri kamu sendiri jadi bulanan temen-temen kantor dibilang kamu kerjaan cuma ngupil di pojok kelas aja (sekali lagi, ini cuma khayalan semata)? Jadi, ga ada jurusan yang adem ayem tanpa ada susah-susahnya sama sekali. Tingkat kesulitan setiap jurusan itu berbeda-beda. Apapun jurusannya kamu jangan berharap cuma duduk diem aja dikelas tanpa kesulitan sama sekali. Kalau kamu membandingkan jurusan Arsitektur dengan kedokteran, jelas kamu salah. Kamu ga bisa bandingin maket dengan bedahan mayat. Semuanya punya tingkat kesulitan masing-masing. 

Tuhan. Kalau saya sih berharap kamu punya kepercayaan. Seseorang yang hidup tanpa percaya akan Tuhan sama dengan mayat yang sedang bernapas bukan? Selagi kamu punya Tuhan, kamu punya kekuatan di atas segalanya. Apa yang tidak bisa dilakukan Tuhan? Kamu minta makan siang yang ngenyangin tapi tetap enak, Tuhan ciptakan nasi padang. Kamu minta tugas kamu cepat bisa diselesaikan, Tuhan gantikan mesin ketik cetak cetek dengan laptop tercanggih masa kini. Selagi kamu masih punya Tuhan, keluarga, dan semua yang udah disebutkan di atas tadi, percaya deh dia tetep pilih kamu jadi calon pendamping hidup. Eh maksudnya percaya deh, kamu bisa menjalankan kehidupan mahasiswa kamu tanpa penyesalan. Percaya aja udah cukup kan non? Emang kamu waktu kecil dulu pernah minta mainan harga Rp200.000an tanpa nangis kejer sampe satu kampung denger? Sama dengan Tuhan, kamu harus rajin minta dan rajin ibadah. Minta sama Tuhan supaya dosen bisa menterjemahkan bahasa kalbunya ke dalam bahasa mahasiswa supaya kamu ngerti penjelasannya. Minta sama Tuhan supaya kamu bisa ngerjain tugas tanpa hambatan. Minta sama Tuhan posisi kamu pas UAS nanti strategis untuk mengejar target nilai A tanpa minus. Minta sama Tuhan kalau kamu bisa melewati masa kuliah yang ga seindah FTV aja. 



To be continue... 





You Might Also Like

4 comments

  1. setuju, pokoknya sebagai mahasiswa harus semangat bro, hidup mahasiswa \o/

    ReplyDelete
  2. sungguh FTV anak kuliahan itu sesungguh2nya trap dunia :')))
    sebagai maba yang belom genap setahun kuliah, masih semangat2 aja buat ngejalanin (semoga bertahan sampe tahun2 berikutnya). Pokonya tiap males, pasti nginget hal2 yg pengen bgt dicapai nanti, lgsg semangat nguli lagi :))

    ReplyDelete
  3. cocok banget nih anak yang lagi skripsian kayak aku baca ini..

    hihihi

    ReplyDelete