Berkarir di dunia Retail


Sebagai fresh graduate atau job hunter, banyak perusahaan di Indonesia yang membuka lapangan pekerjaan untuk fresh graduate. Jangan sedih, lowongan pekerjaan untuk fresh graduate itu selalu ada bahkan saat seorang fresh graduate belum memiliki pengalaman sama sekali di dunia kerja. Perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak menawarkan program officer development, seperti yang dilakukan bank-bank dalam mencari future leader sebagai regenerasi perusahaan mereka. Program tersebut merupakan fast track untuk menjadi seorang pemimpin di perusahaan. Banyak yang berhasil menjadi seorang manager, kepala cabang, atau bahkan seorang direktur di perusahaan melalui program-program sejenis officer development. 

Selain officer development program, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang non financial pun memiliki program yang sejenis dengan harapan mencari pemimpin-pemimpin perusahaan masa depan. Sebut saja program tersebut Management Trainee atau MT. Banyak sebutan program development perusahan, namun konsepnya sama saja. Para pelamar ini biasanya dikhususkan untuk para fresh graduate yang akan dididik sebaik mungkin oleh perusahaan untuk diarahkan ke posisi-posisi tertentu. Harapan perusahaan adalah mendapatkan insan-insan terbaik dengan loyalitas yang tinggi. Tentunya kualitasnya juga sudah tidak diragukan lagi karena sudah dididik oleh perusahaan itu sendiri. 

Kali ini saya akan membahas berkarir di dunia retail. Sebut saja retail raksasa di Indonesia seperti Trans Retail Indonesia (carrefour), Lotte Mart, Giant, Alfamart, Indomaret, dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan retail yang memiliki puluhan cabang di seluruh daerah di Indonesia. Menjanjikan? Ya. Berkarir di dunia retail masih sangat menjanjikan karena pastinya perusahaan-perusahaan retail tersebut akan terus ekspansi membuka cabang-cabang baru di seluruh daerah. Sebut saja alfamart yang bahkan mungkin setiap 1 km selalu dapat kita temukan. Sang raksasa carrefour pun terus bersaing dengan lottemart dan Giant. Kita bisa mengamati daerah sekitar kita di mana store-store retail mulai dibangun untuk menunjang kebutuhan masyarakat. 




Kalau kamu memang berminat berkarir di dunia retail, berikut beberapa hal yang harus kamu persiapkan (based on opini dan pengalaman saya) :

1. Jam kerja shifting 
Di manapun kamu bekerja, perusahaan retail menerapkan pola kerja shifting bagi karyawannya. Jangan berharap bekerja di perusahaan retail seperti pekerja kantoran biasa yang mulai bekerja jam 08.00 sampai dengan jam 17.00, Sabtu-Minggu libur. Bekerja di perusahaan retail harus siap untuk stand by di hari libur, tanggal merah, atau bahkan hari raya. Siapkan diri kamu untuk merubah pola hidup yang "sedikit" berbeda dengan orang kebanyakan. Mengapa begitu? Tentunya karena perusahaan retail merupakan penyedia apapun yang dibutuhkan masyarakat, posisi stand by kapanpun dimanapun memang diperlukan. Mungkin untuk beberapa posisi tidak akan berlaku jadwal shifting. Sebut saja departement HRD yang mengurusi SDM perusahaan, General Store Manager, dan beberapa posisi di Head Office yang memang job desk-nya tidak memerlukan pola kerja shifting. Bahkan untuk posisi seorang manager pun, hari libur bisa masuk untuk stand by di store (manager on duty). 

Kamu bilang kamu siap dengan pola kerja shifting? Pikirkan baik-baik dengan matang. Biasanya seorang fresh graduated sering salah langkah dalam mencari pekerjaan. Para fresh graduate sering berpikir "daripada tidak kerja" dan akhirnya terjun ke perusahaan dengan pola kerja shifting. Pada akhirnya setelah mereka menjalani, mereka menyerah di tengah jalan. Pikirkan bagaimana kamu menghabiskan beberapa tahun untuk bekerja dengan pola kerja shifting. Jangan berharap untuk bisa libur Sabtu-Minggu, atau tanggal merah nasional. Kamu harus siap dengan kemungkinan kamu harus stand by di store sampai jam 10 malam which means sampai toko tutup. Sekali lagi, pikirkan matang-matang bahwa dalam beberapa waktu kamu menjalani pola hidup bekerja yang berbeda dengan orang kebanyakan. Apa kamu siap?

Pola kerja shifting tidak selalu buruk, tetap ada kebaikan dari pola kerja shifting. Biasanya pola kerja seperti ini disukai orang-orang yang tidak ingin menghadapi kemacetan di hari kerja dan memilih bekerja di weekend. Pola kerja shifting juga baik bagi mereka yang kadang memiliki urusan pribadi lain yang harus dikerjakan saat hari kerja. 

2. Pikiran dan Tenaga
Bekerja di retail tidak hanya menuntut ide, inovasi, atau lainnya yang berasal dari pikiran. Tentunya kamu harus siap dengan target yang akan diwajibkan perusahaan untuk dicapai. Apalagi saat posisi kamu sebagai manager. Sebut saja sales manager yang harus mencapai target penjualan setiap bulan. Selain target dan hal lainnya, tenaga juga diperlukan jika kamu di tempatkan di operasional atau store-store di daerah. Bahkan saat saya bekerja sebagai SPG event jaman kuliah dulu, seorang supervisor harus siap turun tangan saat memang diperlukan untuk display product yang akan dijual. Selain pikiran kamu yang bekerja, badan kamu juga harus siap sedia untuk bekerja. Saran saya, jika kamu bukan tipikal orang yang kuat menghadapi tantangan, memiliki kelemahan fisik seperti penyakit atau lainnya, lebih baik hindari bekerja atau berkarir di dunia Retail.

3. Siap ditempatkan di mana saja 
Perusahaan retail tentu memiliki cabang bahkan sampai ke pelosok daerah. Bagi mereka yang berkarir di dunia retail melalui jalur Management Trainee, tentu harus selalu siap suatu ketika mereka harus ditempatkan di manapun sesuai dengan kebutuhan store. Kalau management trainee pada perusahaan retail di mana store-nya lebih banyak di kota-kota, seperti carrefour atau lottemart, tentu penempatan masih seputar kota besar yang ramai penduduknya. Namun kalau perusahaan retail seperti alfamart, di mana menjangkau pelosok daerah, kamu harus siap untuk ditempatkan di manapun yang tergolong bukan kota besar. Tidak sedikit management trainee perusahaan retail yang juga menempatkan para peserta MT sesuai domisili. Sebut saja carrefour yang masih menempatkan para trainee sesuai domisili mereka. Entah tahun ini trans retail (carrefour) masih menerapkan penempatan domisili atau tidak, saya belum tau informasi lengkapnya ya :D 

4. Memulai dari bawah 
Jangan berharap ketika kamu masuk melalui management trainee ke sebuah perusahaan retail kamu akan langsung menjadi seorang store manager. Jauhkan dulu harapanmu ya. Tentunya semua itu harus ada proses. Kamu harus memulai bekerja dari posisi bawah untuk kemudian memiliki peluang untuk terus naik ke atas. Biasanya para peserta MT ini harus memenuhi syarat yakni seorang Sarjana. Hal ini menjadi keunggulan peserta MT ketimbang existing staff yang sudah tahunan bekerja namun pendidikannya tamat SMA. Faktor pendidikan peserta MT juga menjadi hal yang paling dasar untuk jenjang karirnya. Dengan kata lain ketika existing staff hanya bisa sampai skala team leader, peserta MT pun punya jalur fast track untuk terus naik ke posisi selanjutnya. Intinya, kamu harus mulai dari bawah karena memang di situ pendidikan seorang peserta MT. 

5. Load kerja dan Gaji 
Seringkali permasalahan bekerja di perusahaan retail adalah load kerja tidak sebanding dengan gaji yang diberikan. Dengan tekanan target yang tinggi, waktu kerja yang fleksibel (shifting), para pekerja yang baru terjun di retail ini pasti sangat melelahkan. Biasanya hal ini dirasakan para peserta MT yang harus merintis dari bawah. Load kerja mereka biasanya lebih tinggi meskipun memang load kerja existing staff pun juga sama tingginya. Namun satu hal yang kadang pasti mereka rasakan, pikiran dan tenaga yang sudah mereka curahkan tidak sebanding dengan gaji yang diberikan.

Load kerja dan Gaji ini sebetulnya tergantung pada pemikiran dan kebutuhan pribadi masing-masing. Saat seorang fresh graduated dipanggil sebuah perusahaan dan pada akhirnya diterima bekerja, tentunya ekspektasi yang sudah dipupuk adalah gaji besar kerja enak. Hey, gak ada kerja yang enak-enak saja. Semua itu pasti ada kelebihan dan kekurangan. Dari segi gaji, tidak sedikit perusahaan retail yang makmur mensejahterakan para karyawannya. Sekali lagi, pemikiran tentang besarnya gaji ini bergantung pada pribadi masing-masing. Namun yang pasti, besarnya gaji yang diterima dengan beban kerja berbanding lurus. Seorang store manager memang digaji lebih besar daripada store officer biasa, tapi tentu tuntutan pekerjaan dari perusahaan pun juga pasti lebih besar. 

6. Menimba ilmu 
Jika kamu seseorang yang kuat dan haus akan ilmu maupun pengalaman, retail adalah tempat yang sangat tepat untuk menimba ilmu. Kamu akan terbiasa dengan target setiap bulan, pikiran yang dituntut untuk selalu inovatif dan kreatif, tenaga yang dicurahkan untuk stand by di store, kepemimpinan yang sangat diperlukan dalam berkarir di dunia retail, tekanan kerja yang cukup tinggi. Hal tersebut menjadi pelajaran yang pada akhirnya membuat kamu menjadi seorang pekerja keras dengan jiwa yang kuat. Pada akhirnya ketika kamu memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain yang bergerak di bidang non retail, kamu menjadi seorang pekerja yang wajib untuk diperhitungkan kualitasnya. Perusahaan retail merupakan ladang ilmu untuk melatih kepemimpinan, kerja keras, kuat dibawah tekanan, penuh ide dan inovasi. Jika tujuan kamu adalah mendapatkan pelajaran dan pengalaman seluas-luasnya, retail memang tempat yang tepat.

7. Lingkungan kerja yang dinamis 
Jika kamu bekerja di perusahaan retail dan di tempatkan di store (cabang), kamu harus siap menghadapi lingkungan kerja yang dinamis. Maksudnya adalah kamu harus siap untuk berhadapan dengan para customer atau pengunjung store. Kelebihan dari lingkungan kerja seperti ini biasanya jarang bosan. Ketika pekerja kantoran harus terpaku didepan layar monitor selama 8-9 jam, pekerja retail harus berhadapan dengan manusia. Hal tersebut menciptakan lingkungan kerja yang dinamis. Biasanya bagi mereka yang gemar bertemu dengan orang-orang, retail jadi tempat yang tepat. Tentunya kamu juga harus siap berhadapan dengan masalah-masalah customer yang kerap kali terjadi di store.


Kurang lebihnya seperti itu gambaran berkarir di dunia retail melalui jalur management trainee. Biasanya perusahaan akan menerapkan seleksi yang sulit saat management trainee karena memang dibutuhkan insan-insan terpilih untuk siap menghadapi tantangan retail di Indonesia. 

Kalau kamu fresh graduate yang ingin berkarir di dunia retail, sebaiknya persiapkan diri kamu dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk dan terbaiknya. Semua itu memang harus melalui proses. Begitu juga dengan para fresh graduate yang belum punya pengalaman sama sekali. 

Selanjutnya saya akan bahas management trainee salah satu raksasa retail asal korea yang masuk ke pasar Indonesia. Fresh Graduate Trainee Program (FGTP) lotte mart. So, tunggu post selanjutnya ya. 






Pic source :
https://vulcanpost.com/20302/co-founder-job-relate-denny-asalim-job-hunting-experiences-job-relate-get-job/
http://sunrisepos.com/industry-products/retail-pos-systems-2/sunrisepos-retail-strore-pos-systems
http://marrybrown.com.my/company/careers/
Share on Google Plus

4 comments :

  1. Nice information. Anyway, kalau dunia retail seperti itu ketika afa kehilangan stock, yang harus ikut mengganti siapa saja yah? Apakah supervisor dan manager masuk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya dalam bisnis retail itu selalu ada yg namanya "tenant", tenant pasti akan menempatkan 1/2 spg/spb yang bertugas di lokasi retail, walaupun spg / spb monitoring barang2nya, kehilangan stock akan jadi tanggung jawab perusahaan. kecuali dalam hal incident. hal tsb di luar kendali atau lebih tepatnya jadi bagian dari tanggung jawab keamanan.

      Delete