Hidup itu mudah

"Terserah Tuhan mau bawa kita kemana",


Begitu kata salah seorang sahabat yang sekarang sudah merantau di tanah Sumatra. Hidupnya jarang dihabiskan di ibukota, pergi rantau sejak masih kuliah dan akhirnya Tuhan mengantarkannya ke tanah Sumatra. Hidup memang penuh dengan teka-teki. Kadang mudah menjawabnya, kadang menerka-nerka yang salah dan yang benar. 

Siapa yang menyangka daun jatuh pada detik pertama hari ini sudah diatur oleh-Nya? Bahkan hal sekecil itu sudah ada jalannya ke mana dia akan jatuh. Apalagi hal yang besar dan menyangkut hamba-Nya, semua sudah ditulis indah oleh-Nya. Namun, terkadang kita menyalahartikan hal-hal kecil yang sudah ditulis oleh-Nya. 

Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan, jika memang dia memberikan apa yang manusia inginkan, apa sampai saat ini kita masih belajar atau bekerja sampai larut? Apa sampai saat ini kita masih berusaha keras untuk mencapai tujuan jika semua yang kita inginkan dijabah dengan mudah oleh-Nya?

Hidup bukan hanya soal bahagia karena semuanya sudah dicukupkan dengan apa yang kita usahakan. Hidup bukan soal pergi pagi buta, pulang larut malam, dibayar setiap akhir bulan kemudian merasa bahagia. Kadang kita pun lupa semua itu hanya sebentar dirasakan karena jauh setelah ini akan ada yang lebih kekal selamanya. 

Hidup dengan mudah agar yang lain mudah untuk hidup. Bernafas dengan riang agar yang lain setidaknya punya ruang untuk bernafas dengan lega. Ambisi akan dunia, mimpi akan kesuksesan yang menjamin kebahagian, semua itu menjadi tujuan utama kita berusaha sebaik mungkin sampai ke tujuan. Apa yang lebih bahagia selain bisa membuka mata dan masih dikelilingi nikmat yang tidak pernah bisa diukur batasnya? 

Tuhan itu adil, saat kita merasa tidak ada ketimpangan yang kita rasakan setiap harinya. Saat didera kesulitan yang bahkan tidak lebih yang diterima orang lain, "Tuhan itu adil" hilang dari kamus hidup kita. Merasa dunia itu terlalu kejam, dan mengapa kita hidup seperti ini. Seberapa sering kita melihat ke bawah ketimbang memicingkan mata melihat jauh ke atas?

Popularitas dibangun dengan jerih payah siang malam, kebahagian semata diukur dari seberapa banyak pundi-pundi uang yang bisa dihasilkan setiap bulan. Bahkan ke mana kaki melangkah, diperhitungkan dengan matang. 

Bahagia bukan soal seberapa mudah kita hidup dari pagi hingga malam. Bahagia soal hidup sederhana, cukup dengan nikmat yang kasat mata, dan tanpa pencitraan.


Jadi, hiduplah dengan mudah agar yang lain bisa mudah untuk hidup. 
Share on Google Plus

3 comments :

  1. Mudah, cuma manusia suka mempersulit dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  2. Hidup itu mudah, mudah untuk membantu orang lain.

    ReplyDelete
  3. Hidup itu susah, itulah menga Ia membuat surga begitu indah :P

    ReplyDelete