Mimpi

"Apa yang tidak punya bakat dan koneksi tidak boleh punya mimpi?"


Begitu cuplikan dialog sebuah drama korea yang saya tonton belakangan ini. Satu hal yang saya sukai tentang drama korea, mereka selalu bisa menyelipkan pelajaran-pelajaran simple tentang kehidupan yang tidak pernah kita sadari. Meskipun cerita drama korea ini selalu terlihat begitu sempurna, cinderella story, dan sedikit berlebihan, itulah drama. Kehidupan yang sebenarnya bisa jadi lebih indah atau bahkan lebih buruk dari itu. Namun satu hal yang pasti, selalu ada hal baik dari segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini. Bahkan hobby menonton film drama pun bisa memberikan kita banyak pelajaran tentang hidup. 

Mengambil makna dari kutipan dialog di atas, bagaimana kalau saya menggantinya dengan kata-kata "Apa yang tidak punya uang dan koneksi tidak boleh punya mimpi?" Mari perhatikan dunia sekitar kita. Tidak perlu carut marutnya negara Indonesia yang terlalu besar untuk diperhatikan. Bagaimana kalau kita mulai dari diri sendiri dengan melihat dunia sekitar kita. Selalu ada mereka yang menjalani hidup ini dengan mudahnya. Mendapatkan segala sesuatunya tanpa pengorbanan yang begitu besar. Menjadi "seseorang" yang melewati jalan "bebas hambatan" bermodalkan segalanya yang didapatkannya dengan mudah. Selalu ada mereka yang bisa mencapai puncak dengan cepat, mudah, berkorban sedikit, dan tanpa berkeringat. Inilah hidup. 

Bagaimana kalau keadaannya kita balik?
Untuk apa melihat ke arah mereka yang mendapatkan segalanya dengan mudah tanpa harus berkorban banyak? Bagaimana kalau kita melihat mereka yang mengharapkan kehidupan seperti kita sekarang namun bahkan bermimpi saja sepertinya mereka tidak mampu. Kadang kita lupa untuk hidup dengan mudah, ketimbang berusaha untuk membuat segala sesuatunya dalam hidup ini menjadi mudah. Kadang kita lupa, bahkan ada mereka menjalani hidup ini saja tidak mudah. Kadang kita lupa, terlalu banyak memandang segalanya dari apa yang dimiliki. Namun tidak memandang apa yang tidak dimiliki orang lain namun kita memilikinya. 

Selalu ada hal baik dari apa yang kita lakukan.
Kita selalu menuntut sesuatu yang terasa tidak adil bagi kita. Kesejahteraan, imbalan atas apa yang kita lakukan, segalanya yang sudah menjadi hak kita, kebahagiaan yang seharusnya kita dapatkan, dan lain sebagainya. Kita terlalu sibuk untuk menuntut segalanya menjadi seperti apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan. Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan apa yang kita inginkan, lalu apa makna dibalik kata "perjuangan" Kita terlalu sibuk untuk mengejar segalanya sehingga lupa melihat hal yang baik dari apa yang kita lakukan atau apa yang kita dapatkan. 


Tidak ada yang sia-sia dalam hidup, termasuk menunggu.
Satu hal dalam hidup yang dibenci setiap orang, menunggu. Menunggu jadi hal yang membosankan, apalagi menunggu terlalu lama. Bagaimana dengan menunggu jawaban dari semua doa-doa yang selama ini kita pinta? Tidak ada satu hal pun yang sia-sia dalam hidup. Selalu ada pesan dibalik semua itu, selalu ada makna dibalik menunggunya seseorang. Selalu melakukan hal yang baik tanpa mengharapkan sesuatu, tidak akan membuat kita menjadi seseorang yang sia-sia dalam melakukan sesuatu. 


Jadi, apa yang tidak punya bakat dan koneksi tidak boleh punya mimpi? Apa yang tidak punya uang dan koneksi tidak boleh punya mimpi? 
Mari bertanya pada diri sendiri dan mencoba untuk membuka mata melihat apa yang ada di sekitar kita. Selalu ada kata "lelah" dibalik kata "perjuangan". Selalu ada kata "tunggu" dari apa yang kita impikan. Selama usaha dan doa tetap dijalankan, tidak ada hal tidak bisa didapatkan. 



Jangan berhenti berjuang!










Pic source :
http://shylviyanti.over-blog.com/2014/09/apakah-pendidikan-sudah-merata-keseluruh-pelosok-negeri-ini-semua-anak-seharusnya-mendapatkan-hak-yang-sama-yaitu-pendidikan-yang-la

Share on Google Plus

0 comments :

Post a Comment