Fresh Graduate : Passion or Needs?

1:35 PM

Lulus dari universitas menjadi salah satu kebahagiaan seumur hidup yang pernah kita rasakan. Berjuang selama 3-4 tahun di bangku kuliah akhirnya terbayarkan dengan toga dan ijasah Diploma atau Sarjana di tangan. Kebanggaan para orang tua pun terlihat dari senyuman lepas mereka saat mengantar kita menuju podium kebanggan di Universitas. Mendengar nama kita dipanggil untuk naik ke podium sebagai wisudawan atau wisudawati adalah kebahagiaan yang terbayarkan dari perjuangan selama ini. Akhirnya. Ya akhirnya salah satu langkah dalam hidup kita sudah kita lewati sebelum beranjak ke kehidupan selanjutnya. 

Berbahagialah, kawan. Untuk sejenak..

Selanjutnya kita, para fresh graduate dihadapkan dengan tantangan baru di fase kehidupan selanjutnya. Yakni pekerjaan. Sebagian dari mereka memilih untuk melanjutkan usaha atau bisnis yang sudah mereka rintis sejak masih kuliah. Saya bangga dengan mereka yang berani mengambil jalan tantangannya sendiri di dunia bisnis. Bisnis itu berat, kawan. Dan sampai sekarang saya tidak bangga menjadi seorang karyawan jika disandingkan dengan para pengusaha muda yang sedang merintis usaha mereka. Pilihan hidup masing-masing manusia memang berbeda. Itulah hidup. Sedangkan sebagian lagi, dan termasuk saya salah satunya, memilih untuk menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Alih-alih bermimpi untuk bekerja di salah satu perusahaan ternama, bonafid, multinasional, terkenal, dan baik di mata penilaian masyarakat, merupakan salah satu cita-cita sebagian besar para fresh graduate. Tapi, tentu saja jalan tidak selalu mulus. Tidak semudah itu mendapatkan apa yang kita impikan atau cita-citakan. Realitas tidak selalu sesuai dengan ekspektasi kita. 
(Source pic : link)

Dulu sewaktu kuliah saya berpikir, kuliah dimana saja tidak akan mempengaruhi pekerjaan yang nanti saya akan dapatkan. Sebagian dari kita juga berpikir dan berharap demikian. Setelah saya lulus dan bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia, mencari pengalaman, mencari tahu bagaimana dunia pekerjaan sesungguhnya, saya tidak berpikir seperti yang dulu saya pikirkan. Singkatnya saya berpikir seperti ini :

Orang bodoh akan dikalahkan dengan orang pintar,
Orang pintar (read : IPK tinggi) akan dikalahkan dengan orang yang cerdas dan cermat,
Orang yang cerdas dan cermat akan dikalahkan dengan orang berpengalaman, 
Orang yang berpengalaman akan dikalahkan dengan orang yang punya koneksi,
Orang yang punya koneksi akan dikalahkan dengan orang yang beruntung.

Saya tidak tahu saya ada di bagian mana, yang saya tau saya bahkan tidak tahu termasuk orang yang beruntung atau tidak. Yang jelas, saya akan dikalahkan dengan orang yang punya koneksi. Percayalah, KKN itu masih ada dan tidak akan pernah hilang dari tanah air kita ini, kawan. 

Lain halnya dengan nama besar universitas. Kuliah di salah satu Universitas negeri yang lumayan dikenal menurut saya masih tidak cukup jika saya disandingkan dengan 5 besar Universitas di Indonesia ini. Mungkin kita selalu mengelak bahwa nama besar universitas tidak mempengaruhi apa-apa saat kita mencari kerja. Salah besar! Saya menulis ini karena saya sudah mengalaminya dan akhirnya saya percaya, nama besar universitas akan sangat amat mempengaruhi penilaian perusahaan dalam mencari karyawannya. Dulu kita berpikir IPK tidak berpengaruh dengan pekerjaan kita nanti karena tidak akan ada hubungannya dengan apa yang akan kita lakukan di dunia pekerjaan. Wake up, dude. Kamu pikir perusahaan besar akan dengan mudah menerima para pencari kerja dengan IPK Satu koma? Untuk yang masih berada di bangku kuliah saat kamu membaca ini, saya sarankan untuk BELAJAR! Jadilah pintar dan cerdas. Ikuti perlombaan, diskusi ilmiah, organisasi, bangun pertemanan yang baik dengan siapapun di kampus sama dengan membangun koneksi untuk masa depan kamu nanti. 

Passion or needs?

Selanjutnya, soal passion dan kebutuhan. Para fresh graduate tentu ingin bekerja sesuai dengan passion masing-masing. Lakukanlah! Beranilah untuk menunggu dan terus berusaha untuk mencari pekerjaan sesuai passion. Kenapa saya sarankan seperti itu? Tidak sedikit dari para fresh graduate yang akhirnya mengesampingkan passion mereka karena kebutuhan mereka akan pekerjaan. Tapi tidak sedikit juga para fresh graduate yang akhirnya bekerja sesuai dengan passion mereka. Tunggu sebentar, saya sudah bekerja di bidang yang saya suka, tapi saya masih dalam masa pencarian passion saya sebenarnya. Jadi, menurut saya bahkan kita sendiri kadang masih ragu apa passion kita sebenarnya. Untuk kalian yang tidak ragu dan sudah yakin dengan apa yang menjadi passion kalian, lakukanlah segala cara untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion kalian. Kuncinya adalah sabar, usaha, dan berdoa. Namun, kadang passion menjadi hal yang kita kesampingkan ketika pekerjaan tersebut tidak memberikan benefit sesuai dengan yang kita harapkan. Tidak sedikit pula mereka yang bekerja sesuai passion pun mengeluh dengan apa yang mereka dapatkan (ex : gaji atau tunjangan yang tidak sesuai). Yang saya ingin katakan adalah, jika kamu fresh graduate dan orientasi kamu adalah UANG, lebih baik kamu mundur untuk mengikuti passion kamu dan carilah pekerjaan yang menurut kamu akan memberikan gaji atau benefit sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun, jika kamu adalah fresh graduate dan UANG bukan orientasi utama, cintailah apa yang kamu kerjakan. Fresh graduate tidak memiliki pengalaman apa-apa untuk dihargai "mahal" oleh perusahaan. Uang memang penting dan karena uanglah kita mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup. Tapi kadang kita harus mengesampingkan hal tersebut untuk mengasah kemampuan dan mencari pengalaman agar nantinya kita menjadi "mahal" di masa depan. 

Fase kehidupan bagi para fresh graduate belum selesai saat nama kita dipanggil di podium wisuda, belajar lagi di dunia pekerjaan adalah fase kehidupan selanjutnya yang harus kita hadapi. Carilah pengalaman dan pelajarilah bagaimana sebenarnya dunia pekerjaan. Ambilah selalu ilmu didalamnya, karena ilmu dan pengalaman tidak akan bisa disejajarkan dengan UANG. Bersakit-sakit dahulu baru bersenang kemudian. Berjuanglah dahulu baru meranjak kemudian.
(Source pic : link)

Bagaimana jika kamu menyerah dengan apa yang menjadi passion kamu dan pada akhirnya memilih yang menjadi kebutuhan?


Memilih dalam pekerjaan itu baik. Sebagai pencari kerja kita harus pintar, cerdas, cermat, vision, dan teliti dalam mencari pekerjaan. Memilih perusahaan menurut saya tidak ada salahnya karena itu akan menjadi jejeran pengalaman pekerjaan di resume atau cv kita nanti. Tidak sedikit dari para fresh graduate yang akhirnya menyerah dalam hitungan bulan ketika bekerja di perusahaan yang menurut dia "asal-dapat-kerja". Jadilah para pencari kerja yang cermat. Cermati perusahaan yang akan kamu datangi untuk melamar. Bergerak di bidang apa, bagaimana peluangnya di masa depan, bagaimana keberadaan perusahaan tersebut di dunia pekerjaan (resmi atau sekedar perusahaan yang tidak jelas latar belakangnya), benefit yang kamu dapatkan nanti, apa yang akan kamu kerjakan, bagaimana jam kerjanya, dan lain sebagainya. Forum-forum diskusi di internet saat ini menurut saya sangat bermanfaat untuk mencari tau seputar perusahaan dan pekerjaan yang nanti akan kita jalani. Jadilah "peneliti" yang handal di internet. Thanks God, we have a google right now. 


Kalau kamu adalah salah satu orang yang tidak memilih pekerjaan dan perusahaan tempat kamu bekerja, cintailah pekerjaan yang kamu lakukan saat ini. Selalu ada hal baik dalam hidup yang dapat kita ambil dimanapun dan kapanpun. Selalu ada pelajaran dari setiap apa yang kita kerjakan dalam hidup. Kamu harus jadi orang yang bertanggung jawab atas keputusan yang diambil saat kamu melamar pekerjaan dan akhirnya di terima di perusahaan tersebut. Jika kamu sudah mengorbankan passion kamu dan pada akhirnya bekerja di bidang yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kamu, jadilah pekerja yang cerdas dan cermat. Ambilah ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di bidang yang sedang kamu tekuni. Jangan jadi pekerja yang biasa-biasa saja. Para fresh graduate diterima oleh perusahaan dengan harapan bibit-bibit baru penerus perusahaan akan tumbuh dengan baik. Jangan biarkan diri kamu menjadi robot saja di perusahaan tempat kamu bekerja. BERTANYA! Tanyalah apa yang tidak kamu ketahui bahkan sampai orang di sekitar kamu muak karena kamu selalu bertanya. Tanyalah hal-hal yang memang tidak kamu ketahui dan tidak kamu dapat jawabannya sendiri. Cari tahulah tentang apapun seputar pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Jika kamu tidak menyukai atau mencintai perusahaan tempat kamu bekerja karena satu dan lain hal, misalnya kebijakan perusahaan, peraturan-peraturan didalamnya, maka cintailah apa yang kamu lakukan. Jika kamu mecintai atau menyukai sesuatu, kamu akan bahagia saat melakukannya. Saya tidak menyarankan untuk kamu mencintai perusahaan karena pada akhirnya kita tidak akan tahu sampai kapan perusahaan akan mencintai kita. Tapi, cintai apa yang sedang kamu lakukan maka kamu akan melakukan hal yang terbaik. Jangan menghitung! Jangan menghitung apapun yang sudah kamu kerjakan, apapun yang sudah kamu lakukan. Memberikan yang terbaik akan mendapatkan balasan yang tidak akan pernah kita kira. Do good then good will come to you apapun bentuknya nanti. 


Mana yang harus saya pilih?


Antara passion dan kebutuhan punya tempatnya masing-masing. Para fresh graduate terkadang bingung memilih antara apa yang mereka sukai dan apa yang mereka butuhkan. Sedikit cerita, dulu saya sempat depresi karena belum mendapatkan pekerjaan setelah satu minggu saya di wisuda, hehehe. Akhirnya saya mendapatkan panggilan di posisi yang tidak pernah saya pikirkan sama sekali. Setelah saya beranikan diri untuk datang, ternyata setelah interview saya ditawari di posisi lain yang "saya banget". Kadang nantinya passion akan mengikuti apa yang sudah menjadi pilihan kita. Namun, jika kebutuhan kamu saat ini adalah mendapat pekerjaan, silakan kesampingkan apa yang kamu sukai. Lamarlah pekerjaan sebanyak-banyaknya melalui media baik online maupun offline. Ketika mendapatkan panggilan lakukan penelitian via internet seputar perusahaan yang kamu lamar. Jika kamu yakin, datanglah! Datanglah untuk memenuhi panggilan. Pelajarilah bagaimana cara perusahaan meng-interview calon pekerja dan jadikan hal tersebut menjadi pelajaran dan pengalaman interview untuk interview-interview selanjutnya. 
(Source pic : link)

Pada akhirnya, kita bekerja untuk bertahan hidup. Hiduplah dengan mudah dan sederhana ketika memulai pekerjaan. Seringkali gaya hidup fresh graduate tidak sesuai dengan penghasilan yang didapatkan. Jadilah pekerja yang cerdas. Sekali lagi, bersakit dahulu untuk meranjak kemudian. 

"opportunity is missed by most people because it is dressed in overalls and looks like work"
- Thomas A. Edison









You Might Also Like

4 comments

  1. orang "bodoh" yang terus belajar, bahkan sampe memperkerjakan orang pintar.

    entah gue sendiri juga tau, kerja karena koneksi malah dibangga-banggain, tapi kalo emang itu suatu kesempatan, kenapa gak diambil?

    semua juga tahu kalo yang bikin seneng itu kerjaan dengan passion yang sama, dan gak salah juga kerja yang lain untuk mendukung passion kita.

    ReplyDelete
  2. aku lagi ga bahas soal pekerjaan karna koneksi. aku emang mau nulis itu setelah ini. menurut aku juga ga salah bekerja karna koneksi. yang jadi poin aku di tulisan ini adalah passion and needs. if you read all of those words from the beginning till the end of the post, aku juga ga memihak antara passion dan kebutuhan. semua ada tempatnya masing2.


    a bunch of thanks for the comment :)

    ReplyDelete
  3. A well-structured writing. Makasih udah mengingatkan tentang dunia kerja. Saya sebentar lagi insyaallah mau lulus, doain ya semoga skripsi lancar. Lalu nerapin apa yang saya dapat di tulisan ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiiin. semoga selalu dimudahkan jalannya ya. fight terus!!! pantang mundur!! cobaan terberat fresh graduate adalah menunggu kabar. hehehe

      Delete