LOOK UP!

Smartphone. 

Benda satu ini memang bisa menyihir spesies yang paling sempurna yakni manusia saat ini. Kedatangan smartphone ini benar-benar memberikan dampak yang sangat besar bagi gaya hidup manusia beberapa tahun belakangan. Ya walaupun belum ada smartphone yang menghasilkan nasi bungkus atau nasi padang lauk rendang, setidaknya manusia kekinian abad ini lebih baik tidak berangkat makan malam daripada tidak punya paket internet di smartphone-nya. Agak hiperbola memang, tapi begitulah kenyataannya. Mungkin anak gaul sekarang akan demam tiga hari tiga malam kalau tidak buka akun social media-nya sekali saja. Amazing! Sebuat benda berukuran 4-7 inch telah merubah pola pikir, gaya hidup, dan prinsip hidup seseorang. Paket internet atau nasi bungkus? Paket internet!


Kedatangan smartphone dan social media di kehidupan manusia membuat manusia semakin berkembang atau mundur. Mundur ke belakang bagi mereka yang tidak bisa menggunakan smartphone mereka secara pintar, atau semakin cerdas seimbang dengan smartphone yang mereka gunakan. Entah saya di bagian yang mana, tapi saya tidak begitu exist di social media, dan menggunakan smartphone karena kebutuhan pekerjaan. Jadi, saya anggap saya kaum yang seimbang. Namun sepertinya kalau kecerdasan agak menurun karena terlalu banyak mengkonsumsi MSG setiap hari ketimbang menurun karena terlalu banyak menggunakan smartphone. Ya, saya ga pilih nasi bungkus ketimbang paket internet. Tapi saya pilih cemilan mie gemez atau anak mame tanpa pake celana gemezzzz.

Suatu hari di kantor, karena saya sudah "gumoh" dengan pekerjaan yang sebenarnya ga gitu banyak tapi karena efek terlalu banyak MSG saya iseng liat post video di social media (yes, saya masih colongan buka social media karena memang bosennya kadar MSG tingkat tinggi). Saya menemukan video ini :



Masing-masing orang punya persepsi sendiri tentang keberadaan smartphone dan social media belakangan ini. Tapi 2 bulan belakangan ini saya memang memiliki pengalaman yang agak mirip dengan video di atas.
Beberapa bulan lalu ada insiden yang menewaskan screen smartphone berbasis android saya. Sudah saya perbaiki tapi tampilan screen memang masih tidak memuaskan dan pada akhirnya saya putuskan untuk sementara mengganti HP saya dengan basic phone atau smartphone yang ga terlalu smart banget. Intinya saya menggunakan 2 HP dimana yang satu hanya basic phone nokia yang saya gunakan untuk telepon dan SMS, dan lainnya smartphone yang ga terlalu smart saya gunakan untuk aplikasi chatting namun tidak mendukung fitur-fitur yang bisa digunakan di android atau iOS. Intinya (lagi) saya tidak terlalu aktif di social media entah itu path, instagram, telegram, facebook, twitter, sweater, atau lainnya. Saya seperti hilang timbul di akun social media sendiri. Bahkan salah satu sahabat saya sampai memberi tahu secara personal berita terbaru abad ini yang sedang exist hangat diperbincangkan di social media karena saya ketinggalan. Saya sering meninggalkan HP saya di meja kantor saat makan siang, lebih banyak berinteraksi dengan orang sekitar karena saya tidak asik dengan HP yang saya miliki. Itu karena memang HP yang saya miliki tidak mendukung ke-eksis-an kekinian abad ini. Dan voila!!! Apa yang saya rasakan setelah dua bulan ini tidak bergantung dengan smartphone dan meninggalkan social media untuk sementara :

1. Saya tidak terpengaruh dengan apa yang sedang hangat diperbincangkan
2. Saya lebih bahagia. Entah kenapa, saya merasa saya lebih ceria dan bahagia. Tidak peduli saya ketinggalan berita atau style kekinian apa.
3. Saya berinteraksi lebih banyak dengan orang lain. Bahkan hanya berdua tanpa smartphone saya bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama teman saya. 
4. Stress saya sedikit hilang. Karena saya tidak terlalu banyak melihat drama yang sedang berlangsung di social media. 
5. Saya tidak terpengaruh untuk menggunakan HP yang paling canggih abad ini. 
6. Saya lebih suka menulis sesuatu di blog dan belajar Bahasa Inggris melalui drama series yang saya tonton. 
7. Saya lebih fokus untuk menghasilkan sesuatu tanpa terpengaruh untuk mengikuti gaya kekinian. 
8. Saya tidak cemburuan karena tidak perlu melihat interaksi si dia dengan orang lain di social media. 

Begitu kira-kira beberapa hal yang saya rasakan ketika saya terlepas dari jeratan harapan palsu, eh maaf, maksud saya terlepas dari jeratan smartphone yang bisa memberikan efek negatif dalam kehidupan manusia. Entah, yang saya dapatkan hanya efek positif saat meninggalkan smartphone yang beneran smart. Mungkin kalian bisa mencoba hal yang sama. Tidak perlu lama. 2 minggu saja kalian puasa exist di social media dan turunkan intensitas kalian bergantung pada smartphone. Kalian pasti merasakan hal yang berbeda dalam hidup kalian. 

Dunia bisa berubah, semakin berkembang dan semakin berkembang. Tapi jangan biarkan dunia mengubah hidup kita seperti kemauannya. Kita masih bisa hidup bahagia dengan sederhana. Sederhana itu bahagia. Bahagia itu sederhana. 

Share on Google Plus

2 comments :

  1. Jujur, aku ga bisa lakuin itu haha. Karena kehidupan sosialku pun seakan menuntut untuk tahu informasi setiap saat, dan harus bisa dihubungi setiap saat. Pernah aku ngilang bentar, trus temen-temen langsung hectic -_-

    ReplyDelete
  2. aku juga. pekerjaan menuntut aku buat selalu up to date dan mengikuti informasi perkembangan zaman. but sometimes you have to try that one too. it's fun :)

    ReplyDelete