Best Effort dalam Bekerja

"Do good then good will come to you"

Begitulah kata quotes-quotes kekinian yang beredar di internet. Entah kekinian atau memang sejak dahulu sudah diciptakan, i deeply realize that its a big true!! Because i prove it already. 

Di dunia pekerjaan kita akan selalu dihadapi sekelumit permasalahan pekerjaan dengan bumbu-bumbu drama apik yang akhirnya menyatu menjadi sebuah rutinitas sehari-hari. Manis, pahit, asam, asin, tawar, semuanya jadi satu dalam sebuah drama kehidupan di panggung gedung-gedung perkantoran. Pemerannya bermacam-macam. Ada yang berperan sebagai Big Boss, drama queen, the beauty princess, the volunteer, the ordinary, the luckiest, the one who knows everything, the helper, nenek sihir, the kids, dan masih banyak lagi peran-peran yang bermain di panggung perkantoran. Semuanya jadi satu menjalani rutinitas untuk bertahan hidup dan menafkahi keluarganya masing-masing. Berat? Pasti! Mereka bilang kerja itu enak, iya saat kita masih duduk di bangku sekolah atau perkuliahan. Tapi, saya juga tidak bilang kerja itu gak enak. Semua itu tergantung masing-masing pribadi dalam memandang dan menjalani hidupnya masing-masing. 

Melakukan yang terbaik dalam hidup tidak ada salahnya, semuanya itu tidak selalu harus dibalas dengan materi dan kebahagaian lainnya dalam waktu yang cepat. Ada beberapa hal baik dalam hidup yang kadang kita saja tidak sadar karena terlalu sibuk mengharapkan hal-hal yang kasat mata. Pengalaman hidup saya memang masih belum sebanyak mereka yang sudah hidup puluhan tahun dan merasakan manis pahitnya perjalanan hidup. Satu hal yang saya lakukan, saya belajar dari panggung yang sedang saya saksikan, saya terapkan, dan karna itulah saya tulis di blog ini. Kata-kata itu memang benar, ketika kita melakukan hal yang baik, hal baik lainnya yang akan datang menghampiri kita. 

Terkadang kita selalu berhitung apa yang kita kerjakan di perusahaan tempat kita bekerja. Menghitung seberapa besar usaha atau effort yang sudah kita berikan ke perusahaan dan menghitung apa yang perusahaan sudah berikan ke kita. Ketidakadilan, begitu yang melintas di otak kita ketika kita berpikir usaha yang telah kita kerjakan ternyata dibalas dengan hal yang tidak sepadan. Saya akan balik bertanya, mengapa bertahan? Mengapa tidak mengundurkan diri saja? Bukankah perusahaan dengan mudah bisa mencari penggantinya? Unless, anda adalah seseorang yang memiliki otak secerdas Pak Habibie. 

Tidak selamanya yang kita lakukan dalam dunia pekerjaan dibayarkan dengan banyaknya angka di rekening kita. Jika kita kembali kepada keyakinan masing-masing orang, tidak ada satu keyakinan pun yang mengajarkan kita untuk berbuat dengan menghitung-hitung kira-kira balasan apa yang akan kita dapatkan nanti. Begitu juga dalam bekerja di perusahaan. Tidak peduli perusahaan besar atau perusahaan kecil, perusahaan yang menjanjikan atau perusahaan yang masih berpeluang di masa depan, perusahaan dengan revenue yang tidak ada habisnya atau perusahaan start up. Lakukanlah best effort pada posisi yang kita tempati sekarang, lakukan yang terbaik dalam hidup. Orang bilang hidup cuma satu kali. "Jangan buang waktu dengan menjadi robot di perusahaan tempat kamu bekerja" Begitu kata orang. Ya, kata orang. Keyakinan saya tidak berkata demikian. Saya tidak merasa diri saya sebagai sebuah robot perusahaan yang digunakan untuk keuntungan perusahaan semata. Saya tidak memandang diri saya sebagai romusha atau buruh yang bekerja dan dibayar oleh perusahaan. Kalau kita hanya datang, duduk, melakukan pekerjaan biasa saja, kemudian pulang. Begitu saja setiap harinya, apa yang kamu harapkan dengan hanya menjalani seperti orang-orang kebanyakan? Karir yang menanjak? Gaji yang besar dengan 12 digit di dalam rekening? Masa depan yang terjamin? Hey, kita tidak hidup di dunia Paris Hilton atau Kardashian. 

Banyak yang berharap lebih banyak namun tidak melakukan apa-apa. Banyak yang "bergema" di belakang namun sangat sulit untuk melakukan yang terbaik. Saya percaya semua orang mampu untuk melakukan apapun. Manusia punya akal pikiran yang sehat dan dibekali kecerdasan yang jauh lebih baik ketimbang makhluk lainnya. Komputer bisa kita ciptakan, pesawat terbang, gedung-gedung pencakar langit, pembangunan jalan raya, dan masih banyak lagi di dunia yang diciptakan manusia. Mereka mampu, kita mampu, saya mampu, kamu juga mampu. Semua tergantung apa yang kita pikirkan. Pikir tidak mampu, maka ketidakmampuanlah yang akan kita dapatkan.

Best effort dalam pekerjaan banyak bentuknya, mulailah bekerja dengan menumbuhkan rasa "company owner". Bagaimana kalau perusahaan tempat kita bekerja adalah perusahaan kita satu-satunya yang bisa memberikan kita nafkah? Seorang motivator bilang bekerjalah seperti "manager" saat kita menjadi karyawan biasa. Nantinya sisa gaji kita akan diganti dengan karir, kesehatan, dan bla bla bla. Tidak, saya tidak menganalogikan sebagai seorang manager. Rasakanlah sebagai seorang pemilik perusahaan. Kalau cinta tidak harus memiliki, bekerjalah dengan rasa memiliki perusahaan. Sulit? Tidak. Rasa peduli terhadap perusahaan dan pekerjaan yang sedang kita kerjakan akan memupuk rasa kepedulian dalam diri kita sendiri. Peduli terhadap diri sendiri, peduli terhadap orang lain, menjadi manusia yang bermanfaat dan disayangi. Tidak selamanya pengalaman didapatkan dengan seberapa banyak uang yang kita terima. Tidak selamanya guru kita menjelma sebagai atasan atau pimpinan perusahaan. Sekeliling kita pun penuh dengan pengalaman yang berharga yang bisa kita ceritakan ke anak cucu kita nanti. 
(Pic source : link)

Fresh graduated. Merupakan umat pencari kerja yang masih dilingkupi dengan banyak pertanyaan seputar pekerjaan di sana dan di sini. Janganlah menghitung seberapa besar yang sudah kita kerjakan sebagai fresh graduated. Pelajaran jauh lebih penting bagi seorang fresh graduated untuk bisa dipanggil sebagai seorang expert. Telanlah pahitnya yang kamu kerjakan saat ini, ambillah pelajaran sebanyak-banyaknya di tempat kamu bekerja sekarang. Manfaatkanlah lingkungan sekitar untuk mendapatkan ilmu yang mungkin tidak bisa dibayar dengan materi. Seberapa besar effort yang kita kerjakan, tentu selalu ada balasannya. Baliklah pemikiran bahwa perusahaan butuh kita. Tidak, perusahaan tidak butuh saya. Saya yang butuh perusahaan. 


Satisfaction lies in the effort, not in the attainment, full effort is full victory.
-Mahatma Gandhi



Share on Google Plus

1 comments :

  1. Eniwey gue baru - baru ini berenti dari tempat kerjaan gue, dan gue sering begitu, tiga bulan kerja berenti, paling lama gue kerja itu sekitar enam bulan. Bukan karena gue pecicilan, tapi kita kadang harus ngambil keputusan setelah tau apa yang kita dapat atau yang kita berikan kerasa ga pas. Daripada kita kerja sambil ngedumel/ngeluh dibelakang, atau kerja seadanya dan ga mikirin perasaan yang punya perusahaan udah ngegaji kita. Kerja lah untuk saling menguntungkan, bukan cuma untuk kepentingan satu pihak. kalo gue sih :)

    ReplyDelete