Seberapa Besar Punyamu?

7:12 PM

Seberapa besar punyamu?


Kamu masih ragu dengan ukuranmu sekarang? Kamu gak takut dia bakal kecewa kalau tau kamu cuma punya segitu aja? Yakin dia bakal terima seberapapun besarnya punya kamu itu? Kamu gak mau upgrade jadi yang lebih besar lagi supaya dia lebih puas?

Heiiiiittttsss, pikirannya jangan berlari-lari ke arah yang bukan saya maksud dooong. Karena, yang saya maksud di sini bukan ukuran kamu yang dibawah itu, tapi seberapa besar pendapatan kamu saat ini. Nah loooooh, pikirannya tadi kemana hayoooo?

Alright, sebagai seorang pekerja, baik startup, senior level, atau seorang expert, dan sesuai dengan prinsip ekonomi, kita benar-benar harus jeli dan teliti jika berurusan dengan pendapatan (sebut saja upah/gaji) yang kita dapatkan setiap bulan. Hasil dari jerih payah, keringat, aroma badan yang silih berganti sesuai dengan cuaca dan besar kecilnya suhu AC ruangan, waktu yang digunakan untuk mencari nafkah atau bertahan hidup, tentu harus menjadi perhatian kita saat bekerja. Sebelumnya saya menulis bagaimana kita sebaiknya memberikan Best Effort dalam Bekerja. Sebagian mungkin ada yang memahami bahwa menurut saya berapapun gaji yang kita dapatkan kita tetap harus memberikan yang terbaik dari diri kita. Sebagian. Bukan, bukan begitu. Bukan berarti saya tidak memperhatikan sektor financial dalam hal ini. Pendapatan menjadi salah satu faktor yang sangat penting, karena kita bekerja tentu untuk memiliki pendapatan dan bisa bertahan hidup. Dimana bertahan hidup di zaman #kekinian ini tidak bisa hanya mengandalkan pertukaran bongkahan batu akik dengan nasi padang selama 360 hari. Sebelumnya saya menulis bagaimana sebaiknya kita memberikan best effort dalam bekerja dengan keadaan "pendapatan" sudah menjadi hal penting yang kita pikirkan sebelumnya. Saya beranggapan bahwa sebagai seorang pekerja yang tentunya sudah bekerja di sebuah perusahaan, menerima segala konsekuensinya sudah pasti dipikirkan si calon pekerja. Benar bukan? Sudah dipikirkan ya? Atau ternyata belum? Apa ternyata faktor pendapatan belum kamu pikirkan juga asalkan kamu bisa bekerja dan tidak menyandang status pengangguran? 
(Source pic : link)

Hemm, kalau memang ternyata kamu bingung bagaimana seharusnya menyikapi pendapatan dan benefit-benefit yang ditawarkan perusahaan, saya akan berbagi opini tentang hal ini. 

Pertama, 
  • POSITION 

Kita harus memahami bagaimana posisi sebuah perusahaan dalam dunia bisnis. Carilah sebanyak-banyaknya sumber informasi yang akurat, aktual, terpercaya, cetar, membahana, badaaaaii, tentang perusahaan yang akan kamu datangi untuk interview. Sama halnya seperti pedekate ke gebetan, mereka yang melakukan interview tentu akan senang bila si calon pekerja ternyata sudah mengetahui sedikit banyak profile perusahaan. Dengan mengeluarkan keahlian kepo-gebetan-mu itu, membuktikan bahwa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut dan berusaha untuk mengenal lebih dalam tentang profile perusahaan. Anggaplah perusahaan yang akan kamu datangi adalah gebetan kamu yang kamu akan kepoin segala hal yang berhubungan dengannya. Jika kamu sudah mengetahui berada di urutan manakah perusahaan yang akan kamu datangi untuk interview itu, saya akan memilah pendapatan yang akan kamu terima berdasarkan posisi perusahaan. 

  • Start up : 3.000.000IDR - 3.500.000IDR (atau sesuai dengan UMP/UMR) *
  • Middle : 3.500.000IDR - 4.000.000IDR *
  • Huge : 4.000.000IDR - 5.000.000IDR (atau >5.000.000IDR)*
*Hanya asumsi pribadi

Besaran pendapatan yang saya pilah di atas ini tidak tepat seperti itu (kurang lebih). Setiap perusahaan juga memiliki kriteria masing-masing untuk memberikan upah atau pendapatan bagi para pekerja. Jadi, jangan terpaku dengan asumsi yang sudah saya pilah berdasarkan opini saya. Besaran upah di atas mungkin sudah termasuk dengan benefit transportasi, uang makan, jaminan kesehatan, dan lain-lain semacamnya, atau bahkan belum termasuk benefit-benefit yang kita dapatkan. Sekali lagi, semua tergantung kebijakan perusahaan. Tapi satu hal yang pasti, jika kamu dibayar dibawah Upah Minimum yang sudah ditetapkan pemerintah, saya tidak perlu menyarankan untuk kamu resign kan? 

Setelah mengetahui posisi perusahaan, tentu kamu bisa berpikir berapa besaran upah yang kamu harapkan dan realita yang diberikan perusahaan tersebut bukan? Kamu juga harus memikirkan bagaimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan bisnis-nya. Jika kamu datang ke perusahaan start up dan berharap gaji seperti pada perusahaan besar, siap-siap saja kecewa dan kamu tidak termasuk list dambaan perusahaan tersebut. Jadi, pahamilah posisi perusahaan tempat kamu melamar atau interview. 

Kedua, 
  • Cash in vs Cash Out

Setelah memahami posisi perusahaan dalam dunia bisnis berada pada level mana, sebagai pekerja kita juga harus menghitung pemasukan vs pengeluaran #kekinian kita. Ingat!! Kebutuhan primer yang kita pelajari di pelajaran ekonomi waktu sekolah sudah sangat berbeda dengan hidup di tahun 2015 ke depan. Jangan lupa tambahkan list PAKET INTERNET, parfum, deodorant, jam tangan, dan hal-hal lain yang menurut kamu adalah PRIMER dalam hidup kamu. Kalau saya, selain list yang saya sebutkan sebelumnya, SCARF/HIJAB, BAJU, TAS, SEPATU, MAKE UP, sudah termasuk kebutuhan primer saya sebagai cewek. Hehehe. 

Kembali ke pemasukan vs pengeluaran, HITUNG! Hitunglah pengeluaran kamu terlebih dahulu kalau kamu menerima tawaran besaran upah dari perusahaan. Mulai dari hal kecil seperti transport dan makan, budget untuk bayar parkir kendaraan (INI KADANG LUPA), untuk kebutuhan pribadi. Tidak lupa juga biaya tak terduga, karena selain musim panas dan hujan, Indonesia ini punya musim-musim lainnya, diantaranya adalah MUSIM NIKAH yang akan memaksa kamu harus mengeluarkan biaya tak terduga untuk kondangan. Nongkrong bareng teman-teman di cafe untuk sekedar pesan kopi juga harus kamu hitung dalam pengeluaran kamu. Boleh lah kamu anggarkan segelas starbucks awal bulan, torabika instant akhir bulan. Yang jelas, segala detail pengeluaran harus kamu hitung dan kamu catat sedetil-detilnya. Meskipun hal-hal di atas kamu pikir tidak perlu dilakukan, percayalah kisanak, setelah kamu memasuki dunia pekerjaan dan mendapat upah dari jerih payah yang kamu laukan selama satu bulan, hal-hal yang saya sebutkan sebelumnya mungkin bisa benar-benar terjadi dalam dunia pekerjaan kamu. Setelah menghitung pengeluaran yang akan kamu keluarkan jika kamu menerima pekerjaan di perusahaan, bandingkanlah dengan pemasukan yang akan kamu terima. PESAN : untuk seorang fresh graduate, mungkin tidak harus melakukan hal-hal seperti nongkrong di cafe setiap 3 kali seminggu atau hidup terlalu hedonis. Menjadi fresh graduate adalah ujian terberat dalam hidup. Dimana kamu belum punya pengalaman untuk dijual, maka mengharapkan gaji setinggi mungkin juga harus diperkirakan dengan pengalaman yang kamu punya. Kebanyakan yang saya lihat, seorang fresh graduate mengeluh karena upah yang didapatkan tidak seberapa namun tidak bisa mengatur pola hidup #kekinian mereka. Namun, ada juga para fresh graduate yang mampu mengatur pemasukan dan pengeluarannya dengan pola hidup #kekinian. Terserah kamu mau pilih yang mana?
(Source pic : link)

Ketiga, 
  • SAVING


Pemasukan dan pengeluaran sudah beres dipikirkan, selanjutnya yang kamu pikirkan adalah SAVING/TABUNGAN. Kamu tidak mau hasil jerih payah kamu hanya habis dengan makna hidup saja kan? Kamu tetap harus memikirkan biaya gedung pernikahan sekarang mahal-mahal, apalagi catering-nya, belum cetak undangan, intinya biaya nikah dan berumah tangga itu MAHAL. Kamu gak mau hidup sendirian seumur hidup kan? Kamu harus pikirkan masa depan juga. MENABUNG. Jangan lupa sisihkan budget pengeluaran untuk tabungan. Sekecil apapun itu, sisihkan lah! Suatu saat kamu akan sangat membutuhkan tabungan. Bagaimana kalau kamu tidak bisa menabung karena selalu gatal melihat ATM saldonya banyak? Belilah barang yang bernilai tetap atau apapun yang bernilai yang bisa kamu jual kembali di masa depan. Anggaplah itu adalah tabungan kamu. Contohnya, investasi emas batangan, emas perhiasan, logam mulia, properti, atau lainnya yang jika dijual kembali tidak jatuh harganya. Saya salah satu yang tidak bisa menabung di ATM karena godaan setan masa kini sudah bukan dalam bentuk bisikan saja, namun sudah berbentuk diskonan online shop atau barang-barang lucu yang dijual di instagram. Maka, saya menabung di barang yang nantinya saya bisa jual lagi. Setiap orang punya kebutuhan dan pemikiran masing-masing. Ada yang memilih kredit kendaraan karena memang sudah menjadi kebutuhan. Kalau kata abang saya, Gleen Fredly, TERSERAH. Terserah kamu mau mengalokasikan tabungan kamu menjadi dalam bentuk apa, asalkan upah yang kamu dapatkan tidak hanya habis untuk kehidupan sehari-hari saja (ada bentuk yang dapat dinikmati). 
(Source pic : link )

Sebagai seorang fresh graduate, memang membingungkan bagaimana kita harus menghadapi tawaran gaji dari perusahaan ketika kita belum punya pengalaman apa-apa. Yang jelas, segala sesuatunya pikirkanlah dengan detail. Jika memang setelah dipikirkan dirasa pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran ala kamu, keputusan dengan segala resiko yang diambil silakan kamu pikirkan baik-baik. Setiap orang punya cara hidup masing-masing, dan bagaimanapun, bekerjalah dengan baik tanpa mengeluh di sana sini. Jangan menjadi jumper, atau loncat perusahaan dalam waktu yang dekat. Tidak ada pengalaman, pelajaran, dan profesionalitas yang dapat kamu ambil kalau kamu menjadi seorang jumper. Jika jumper di perusahaan yang sama karena promosi jabatan atau upgrading position, tidak jadi masalah. Namun, kalau kamu menjadi seorang jumper dari perusahaan A ke perusahaan B, jangan kaget dengan image yang ditangkap perusahaan karena pengalaman loncat meloncatmu itu. Bekerja itu seperti memilih hidup baru dalam fase kehidupan kamu. Pikirkanlah dengan baik, tanyalah orang-orang yang lebih berpengalaman, go surfing untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya, seriuslah menjadi pekerja. Tidak ada kesempurnaan yang benar-benar sempurna dalam dunia pekerjaan. Selalu ada kesulitan dan kemudahan di masing-masing posisi dan perusahaan.  Jika kamu sudah bekerja, jangan lupa bersyukur atas pekerjaan yang kamu kerjakan saat ini, terbangun dengan tau kemana arah kaki harus melangkah sesungguhnya jauh lebih baik. 

Oh iya, selain bersyukur, jangan lupa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dari upah yang kamu terima, ada sebagian kecil milik orang yang membutuhkan. Berbagi sedikit tidak akan membuat pengeluaran kamu semakin banyak kok. 




“Earn Nicely, spend wisely and you will live happily.” 
― Auliq Ice

You Might Also Like

9 comments

  1. Abis ngerjain UTS mendadak liat link post mu ini, non. 😂
    Jadi.... sebagai mahasiswa hampir semester akhir, gue jadi bengong lagi.. nggak tau inforrmasi apa apa buat kerja nanti. Ini nya, itu nya, semuanya, deh. Buat entar pendapatan itu loh, agak ragu gimana gitu. Mungkin harus banyakin portofolio juga kali ya biar siap saingan pas nyari kerjaan nanti.. sama.. harus pinter ngomong kali ya? 😄

    Pengeluaran bisa lah di jatah-jatah, tapi nggak suka diitung per detailnya, harus coba di catet kali ya.
    interneeet cooy, belum ada paket yg cocok. Makan 4 sehat 5 sempurna masih belum benerr..
    Gizi jadi ga imbang deh, kan.. (lah, curhat)

    Saving.. suka gatel banget liat duit di atm. Kerjaan liat onlen shop, milihin sampe pusing kena radiasi. Akhirnya sampe enek.
    Eh kan ada tabungan dari bank yg nggak pake atm? Jadi khusus emang buat nabung kan, ya. Jadi bisa bikin males buat belanja, kan repot buat ambil duitnya. 😂

    ReplyDelete
  2. Abis ngerjain UTS mendadak liat link post mu ini, non. 😂
    Jadi.... sebagai mahasiswa hampir semester akhir, gue jadi bengong lagi.. nggak tau inforrmasi apa apa buat kerja nanti. Ini nya, itu nya, semuanya, deh. Buat entar pendapatan itu loh, agak ragu gimana gitu. Mungkin harus banyakin portofolio juga kali ya biar siap saingan pas nyari kerjaan nanti.. sama.. harus pinter ngomong kali ya? 😄

    Pengeluaran bisa lah di jatah-jatah, tapi nggak suka diitung per detailnya, harus coba di catet kali ya.
    interneeet cooy, belum ada paket yg cocok. Makan 4 sehat 5 sempurna masih belum benerr..
    Gizi jadi ga imbang deh, kan.. (lah, curhat)

    Saving.. suka gatel banget liat duit di atm. Kerjaan liat onlen shop, milihin sampe pusing kena radiasi. Akhirnya sampe enek.
    Eh kan ada tabungan dari bank yg nggak pake atm? Jadi khusus emang buat nabung kan, ya. Jadi bisa bikin males buat belanja, kan repot buat ambil duitnya. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaha. jakuuuuur buruuuuan luluuuus. nanti juga ngerasain. kadang kalau ga dicatet pasti kelupaan dan jadinya ga ter-control. nah kalau mau beneran jadi yg sistem autodebet bank2 itu loh. tapi kelemahannya ga bisa diambil sewaktu2 biasanya kan ada waktu2nya gitu baru bisa diambil..

      Delete
  3. bener, itung - itungan boleh tapi jangan lupa bersyukur dan berbagi, hehe

    ReplyDelete
  4. dan gue disini cuma bisa berdoa semoga gue sukses SBM nanti, masuk univ bagus dan kerja bagus juga. Amin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMIIIIIN. good luck looooooh. semoga semuanya dimudahkan :)

      Delete
  5. wah bermamfaat ne bagi gue seorang fresh graduate, yang masi minim pengalaman :-)

    ReplyDelete