First Impression : It's not the impression you make, it's the impression you leave


Pernah dengar kalimat "don't judge a book from its cover" atau kalimat-kalimat dengan makna "Jangan lihat orang lain hanya dari penampilannya saja"

Do you think those words are exist in this world? Me, neither.

Kalau kamu berhadapan dengan seorang lelaki paruh baya dengan tampilan garang bagaikan debt collector di tengah gang sempit, apa kamu tidak takut? Bandingkan dengan ketemu mantan-yang-putus-pas-lagi-sayang-sayangnya. Kamu lebih pilih mana? Kalau saya pasti lebih pilih ketemu mantan-yang-putus-pas-lagi-sayang-sayangnya. Kali aja ada kesempatan buat mengumpulkan kembali kenangan-kenangan manis sewaktu merajut kisah asmara dahulu. Namanya takdir kan gak ada yang tau ya, kali aja dulu mantan eh nanti ketemu di pelaminan. Maaf maaf, salah fokus. Maksud saya, kalau saya diberi 2 pilihan lebih baik mana ketemu mantan-yang-putus-pas-lagi-sayang-sayangnya atau ketemu abang-abang gede tinggi bongsor yang bertampang seperti debt collector yang siap bilang "JADI KAPAN BAYAR UTANG, BOS?". Kenapa? Bukan karena saya mau menjalin kisah klasik masa lalu. Tapi karena saya tentu lebih kenal luar dalam sang mantan itu ketimbang abang-abang gede tinggi bongsor yang saya temui di tengah jalan gang sempit. 

Kesimpulan dari perumpamaan-yang-gak-banget di atas ini adalah kita akan lebih memilih orang yang kita kenal ketimbang orang yang baru kita lihat pertama kali dengan tampilan yang mungkin berbeda jauh dengan personality orang tersebut. Coba deh kamu pikirin, kalau ketemu cewek/cowok dengan berat badan berlebih, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah "orang ini doyan makan". Atau ketemu cewek-cewek dengan make up tebal kemudian terlintas di pikiran "ini cewek pasti gak pede dengan penampilan aslinya". Yang lebih parah lagi kalau ketemu pengemis yang terlihat cacat keluarlah pikiran liar "ini pasti pura-pura". Semua itu dinilai dari mana? Dari penampilan, kawan. Iya, penampilan. Pasti ada sedikit, walau sedikit aja, di pikiran kamu terlintas suatu atau sebuah image yang keluar ketika kamu melihat orang lain dari tampilan luarnya. Orang yang berpenampilan biasa akan dinilai berasal dari keluarga atau lingkungan yang sederhana. Orang yang berpenampilan glamour dengan barang-barang merek ternama pasti akan dinilai ke kategori people from high class. Beberapa image tentu akan tampil sekelibat di pikiran kita ketika kita pertama kali bertemu orang lain yang belum kita kenal. Thats what we call as First Impression atau Kesan Pertama. 

First Impression,

First Impression atau kesan pertama ini kedepannya berpeluang menimbulkan asumsi-asumsi pribadi, ekspektasi, atau spekulasi berlebihan terhadap diri seseorang. Bayangkan loh, gara-gara first impression yang gagal, seseorang akan berpeluang tidak diterima bekerja di perusahaan. Ya karena itu tadi, first impression memberikan seseorang banyak asumsi-asumsi pribadi dalam menilai seseorang. Meskipun sebagian orang meyakini diri sendiri untuk tidak menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya saja, sebagian lagi tentu akan terbesit beberapa penilaian tentang orang tersebut. Bermacam asumsi bisa keluar dari pikiran seseorang. Mau yang mana? Positif atau negatif? Tergantung orang yang menilai dan orang yang dinilai. Jangan berharap berlaku sombong dan arogant akan mempan ketika kamu berhadapan dengan Syahrini yang hempas badai halilintar. First impression yang negatif bahkan bisa membuat seseorang yang sedang pedekate bisa il-feel alias ilang feeling dan memutuskan untuk ga nerusin pendekatannya. Horor ya? Sebesar itu kah ternyata dampak dari first impression kepada perilaku orang lain? 

Menurut saya, semua tergantung pribadi masing-masing orang. Setiap orang itu mempunyai pemikiran sendiri yang berbeda-beda satu sama lain. Tidak semua kepala dalam satu team satu pemikiran bukan? Tapi, memberikan first impression yang baik itu menurut saya penting. Kenapa penting? Kamu gak akan tau badai di depan sebesar apa bukan? Kalau kamu pikir gak perlu lukis alis karna ketutup jilbab, ya ga papa juga. Tergantung sih alis kamu itu udah bagus apa botak. Tapi aku recommend ke kamu untuk tetap lukis alis. Minimal coba disikat aja pake brow mascara. Whaaat, ini mau ngomongin tutorial lukis alis atau apa toh ndooo?
Nah, point-nya adalah, kamu gak akan tau first impression orang lain terhadap kamu akan berdampak apa di masa depan. Berkeyakinan dan menanamkan pemikiran tidak melihat orang lain dari penampilan saja adalah salah satu keyakinan yang luar biasa hebat. Tapi, kita gak akan tau pemikiran orang lain seperti apa tentang kita. Jangan berharap isi kepala orang lain akan sama seperti isi kepala kamu.

Berpenampilan baik

Saya tidak menyarankan kamu untuk berpenampilan secetar Syahrini atau secantik Raisa, Isyana, atau Kendall. Tapi, berpenampilan baik itu bisa kamu usahakan. Baik bukan berarti memakai baju yang bagus merek ternama, sepatu kinclong berlabel international brand, atau tas-tas seharga DP cicilan rumah. Baik yang dimaksud adalah rapih dan tidak urakan. Memang kenyamanan adalah yang paling penting, tapi kita juga harus bisa menempatkan penampilan dengan kenyamanan. Kenyamanan masih bisa kita dapatkan pada penampilan yang baik. Dan pilihlah penampilan yang baik yang setidaknya menunjukan diri kamu sendiri. Contohnya, saya tidak terlalu suka menggunakan baju-baju yang body fit atau terlalu ketat, tapi bukan berarti saya harus menggunakan daster ibu saya kan? Singkatnya, ciptakan penampilan yang setidaknya menimbulkan kesan rapih bagi penilaian umum. 

Pakailah deodorant atau parfum 
Dude, saya akan memilih berjalan di sebelah orang yang berpenampilan biasa tapi tidak bau badan dan beraroma segar ketimbang di sebelah orang yang beraroma gak-mandi-mandi-satu-minggu. Kenyamanan orang lain saat bersama kamu juga akan menjadi first impression yang baik. Bayangkan ya, kalau kamu interview kerja dan ternyata kamu bau badan, kamu bisa bayangkan first impression apa yang didapat pihak HRD saat meng-interview kamu kan? Nah, perlulah kamu pakai deodorant atau parfum untuk sekedar memberikan aroma segar di tubuh kamu. Gak perlu parfum yang kalau kamu lewat wanginya ketinggalan. Kalau kamu gak suka pakai parfum berlebihan, gunakan deodorant supaya gak menimbulkan bau badan. Permasalahan bau badan ini gak bisa dianggap enteng loh. Sebagian cowok-cowo bahkan memiliki masalah serius tentang bau badan ini. Parahnya lagi, kadang cowok itu suka ga sadar kalau dia bau badan. Coba deh baca yang ini >> Men’s problem : bau badan << sebagai referensi kamu kalau kamu punya masalah bau badan yang gak hilang-hilang. Referensi loh ya. 

Bicaralah dengan baik
Sering gak sih kamu ketemu orang yang kalau ngobrol sama dia berasa lagi ngobrol dari jarak 10 meter? Teriakaaan ajaaa terus sepanjang topik? Saya sih pernah. Saya yang kaya gitu maksudnya. Loooh... 

Iya, cara bicara juga nantinya akan menjadi first impression seseorang terhadap orang lain. Percuma dong ya, penampilan udah oke banget, rambut klimis pake pomade rasa jeruk (lah rasa jeruk?), pake sepatu kinclong, eeeeh giliran ngobrol dia teriak-teriak kaya lagi demo turunin harga paket data internet. Gagal totaaaal deh jadinya. So, penting banget buat kita jaga cara bicara kita dengan orang lain. Yang terbaik saat bertemu orang lain itu kan ya pas lagi ngobrol. Nah, kalau cara bicara kamu udah gak enak banget didenger, coba bayangin gimana mau ngobrol asik kalau teman ngobrol kamu gak nyaman? 

Jadi, gitu ya. First Impression ternyata penting banget dalam menentukan image seseorang. Mungkin kamu salah satu orang yang gak peduli tentang penampilan, tapi mungkin kamu bisa mempertimbangkan lagi kalau kamu mau menata image kamu dengan baik. Berpenampilanlah yang baik, be good looking person, dan nyamanlah menjadi diri sendiri. 


“It's not the impression you make, it's the impression you leave"




Source pic :
https://www.pinterest.com/explore/first-impression-quotes/
https://www.pinterest.com/explore/first-impression-quotes/

Share on Google Plus

6 comments :

  1. Buat saya, menjaga first impression emang kudu. Asal jangan melupakan esensinya mungkin. Jangan sampai ujug-ujug kita tak sadar malah jadi munafik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. like i said on top, nyaman jadi diri ssendiri yg paling penting ya :)

      Delete
  2. janganlah melupakan menjadi diri sendiri, well apa yang disebutin diatas gue pikir berkenaan dengan konsep diri. Loe sayang sama diri sendiri dengan merawatnya macem loe rawat barang kesayangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karna badan cuma 1. rusak sedikit gak bisa didaur ulang. *loh

      Delete