Wisata Pulau Sangiang


Kamu tau rasanya telentang di bawah sinar matahari langsung? Panaaas meeen. Iya, panas. Kalau dingin mah mungkin perasaan dia ke kamu ya? #uhuk. 


Kamis lalu, 11 Februari 2016, saya diberi kesempatan untuk berlibur walau sehari saja. Saya bukan tipikal orang yang sering travelling atau jalan-jalan ke tempat-tempat wisata alam Indonesia. Jadi, ketika mendengar departement tetangga di kantor mengadakan one day trip ke salah satu pulau yang jarang dijamah orang, saya antusias menebar kode keras untuk diajak. Yes, berhasil! Sudah lama saya tidak keluar dari keriuhan Jakarta yang panas kemudian mendung kemudian panas lagi serta dibumbui dengan kemacetan panjang dan suara klakson sana sini. Saya butuh berlibur dan tertawa lepas. 

video

Berlibur di bulan-bulan ini memang bukan keputusan yang baik untuk berada di atas laut. Saya menyukai pantai, tapi saya tidak suka berada di laut. Selain karena saya mabuk laut, saya gak suka terombang-ambing di atas laut. Cukup perasaan dan hati ini aja yang diombang-ambing tak tentu arah. Kalau badan yang harus diombang-ambing, jujur saya gak kuat. I hate the feeling when i'm on the sea. Jadi, menaiki perahu di saat ombak sedang besar-besarnya karena habis hujan, kalian tau sendiri kan bagaimana rasanya? 

Penyebrangan dari pelabuhan anyer memakan waktu 2 jam jika ombak sedang pasang dan dengan apesnya perahu tetangga mogok karena kerusakan mesin yang kemudian mau tidak mau dua perahu teman seperjuangannya pun dengan rela menarik si perahu yang berhenti bergerak di tengah laut. Penyebrangan yang seharusnya memakan waktu satu setengah jam pun harus dilalui dengan 2 jam perjalanan ditambah beberapa orang yang terlihat mabuk laut berkali-kali. Termasuk saya. Hayati gak kuat. 



Sebelum sampai ke pantai, untuk menuju ke pulau Sangiang kita di sambut dengan mangrove-mangrove cantik yang tumbuh sepanjang jalur menuju pulau Sangiang. Berada di atas perahu melewati mangrove-mangrove ini saya seperti sedang ada di scene film anaconda yang pengambilan shooting-nya di Kalimantan. Takut tiba-tiba ular besar berenang di bawah perahu kita, sesekali saya melihat ke bawah air. Alhamdulillah, yang terlihat cuma karang-karang cantik aja. 


Pulau kecil yang terletak di selat Sunda dan termasuk ke dalam wilayah kabupaten Serang, Banten ini memiliki pantai yang indah dengan pasir putih, dan airnya subhanallah jernih. Alhamdulillah, sekeliling pantai kamu akan melihat sampah-sampah ranting di sepanjang pantai. Walau ranting-ranting aja, kalau saya tetep gak suka. Karena tetap saja ada beberapa sampah yang menyangkut di puing-puing itu. Di beberapa titik pantai juga saya melihat ada beberapa tumpuk sampah walau tidak banyak. Overall, much better dari pada pantai Ancol ya. 


Scene di atas adalah ketika saya berdiri di dekat batang pohon di atas foto ini, kemudian ombak datang, dan batang pohon dengan kerasnya menghantam kaki saya. Yaudah lah ya, selalu ada yang terluka dibalik keindahan yang dinikmati. Mangkanya, jangan suka menunjukan kemesraan di depan umum, kamu gak tau kan moment indah kamu ternyata menyakitkan buat orang lain. *preet. 


Nah, airnya masih sejernih ini. Kebetulan waktu session snorkeling saya tidak terlalu lama. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya lebih menyukai pantai ketimbang berada di laut. Mungkin sebagian orang begitu menyukai diving karena keindahan pemanangan di bawah lautnya. Tapi kalau saya, entah saya tidak begitu senang ketika snorkeling atau intinya berada di tengah laut. Mungkin karena efek terlalu banyak nonton film-film hiu dan semacamnya. Untuk kamu yang menyukai snorkeling, saya merekomendasikan Pulau Sangiang menjadi salah satu wishlist yang wajib kamu datangi. Indah. Benar-benar indah di bawah sana. Sebagian teman-teman saya yang turun berlama-lama berdecak kagum dan mengatakan perjalanan 2 jam penyebrangan yang dibumbui mabuk laut terbayarkan dengan kepuasan pemandangan dibawah laut sana.


 
Selain pantai yang cantik, kamu akan disuguhi pemandangan tebing-tebing tinggi semacam uluwatu-Bali versi KW original. Kalau kata teman saya, mirip-mirip lah sama uluwatu. Bedanya ke atasnya itu loooh, saya sempat jatuh beberapa kali karena jalannya memang terjal. Oh ya, sebelum ke atas sini, saya dan rombongan mengunjungi goa kelelawar. Satu hal yang pasti kenapa saya tidak posting goa kelelawar di tuisan saya ini, IT IS NOT RECOMMENDED! Selain jalur menuju goa kelelawar yang gak asik buat saya, di sana banyak nyamuk. Banyaaak banget! Kamu berdiri diam saja udah ada 20-an nyamuk berhamburan di sekitar badan kamu dari atas sampe bawah. Ditambah lagi gak ada yang bisa kamu nikmati dari goa kelelawarn ini. Menurut saya sih gitu. Ya namanya juga goa kelelawar. Mau berenang dibawahnya juga gak mungkin kan yang ada kamu dihantam ombak besar-besaran. 


Setelah memandangi pemandangan laut dari tebing-tebing tinggi, pemberhentian selanjutnya ada di Bukit Harapan. Gak banyak yang dapat dinikmati di sini.Ya rerumputan kaya di foto ini. Lumayan lah buat ngerasa-rasain scene padang edelweis film 5 cm. Bedanya mereka dihadapi padang edelweis, kalau di Sangiang ya gini aja. Hehe. Namanya juga bukit harapan, berharap boleh setinggi mungkin asal kalau sewaktu-waktu jauh dari harapan, cuma bisa pasrah. Iya. 

Buat kamu yang menginginkan wisata pantai tanpa hiruk pikuk keramaian, Pulau Sangiang bisa jadi salah satu wishlist kamu. Kenapa? Karena pulau ini hanya dihuni sekitar 50 keluarga lebih, kalian bisa bayangkan betapa sepinya pulau ini. Saya dan rombongan seperti sedang menyewa satu pulau karena wisatawan yang datang kesana hanya rombongan saya saja. Berebutan mandi pun ya sama teman-teman kamu juga. Tapi, kalau jelajah pulau menurut saya masih kurang worth it. Buat kamu yang terbiasa berjalan di mall atau shopping center seperti saya, lebih baik kamu diam aja menikmati pemandangan laut di tepi pantai. Jauh lebih menenangkan menurut saya. 



PS :
Hindari memakai sandal seperti yang saya pakai kalau kamu pergi berlibur di bawah terik matahari. Ya jadinya seperti ini. #Failed




Share on Google Plus

8 comments :

  1. Wuih keren dan asik banget itu. Ah, kalo baca postingan yang lagi berwisata, jadi pengen juga. Kuliah mulu cape kak haha. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan bilang gitu, nanti kalo kerja, "ah kerja mulu capek" hahaha

      Delete
  2. Artikelnya oke, tapi di scene-nya kenapa gak sama seorang pria? Biar lebih lengkap gtu. #uhuk hahhha✌

    ReplyDelete
  3. Perpaduan yang subhanallah antara pantai dan bukit. Selalu suka, ajakin ke Banten dong mbak. Muehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuuuk ah cuuus. nanti aku kasih ban aja ya buat nyebrang pulau, bisa?

      Delete
  4. Dah tua kakak sekarang ya *liat foto kakak yang tergeletak cantik di pasir*

    ReplyDelete