Bercanda, berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan

Source : http://www.viresattached.com/
Kamu orang yang humoris atau suka bercanda? Pernah gak sih kamu ngerasa kalau candaan kamu menyakiti hati orang lain? Atau pernah gak tiba-tiba ada yang tersinggung dan langsung bete menghadapi candaan kamu? 

Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, manusia juga menjalin hubungan dengan manusia lainnya lebih dari sekadar faktor kebutuhan aja. Salah satunya adalah pertemanan. Walaupun pertemanan bisa diciptakan dari asas kebutuhan, misalnya partner kerja, tetap saja sebagian orang akan menghabiskan waktu lebih dari sekedar yang menjadi kebutuhannya. Bingung kan? Sama, saya yang nulis juga bingung menjelaskannya gimana. 

Seringkali dalam hal bercanda, sebagian orang melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal yang akan membuat kesal orang lain dan bikin il-feel. Memang sih namanya juga bercanda, udah pasti ya gak serius. Tapi, ada aja orang yang gak terima dengan candaan atau lawakan yang kamu lemparkan ke orang tersebut. Nah, berikut beberapa hal penting yang wajib kamu perhatikan ketika sedang bercanda atau melawak :

1. Perbedaan usia
Bedakan bercanda dengan orang seusia kamu, dengan orang seusia bapak kamu, nak. Bercanda dengan orang yang seusia kamu aja, belum tentu menurut dia lucu. Apalagi dengan orang yang perbedaan usianya jauh di atas kamu. Bagaimanapun sopan santun tetap harus dikedepankan dalam bercanda. Gak semua yang kamu anggap lucu, akan lucu di mata orang yang jauh lebih tua dari kamu. 

2. Waktu yang tepat 
Kalau kamu bercanda di saat orang lagi serius-seriusnya, berani jamin deh kamu bakal jadi the most hated person of the day. Hellooo, tau waktu juga keleees. Penting banget buat kamu tau waktu yang tepat untuk bercanda atau melempar lawakan. Memang sih, kadang bete juga kalau menghabiskan waktu berjam-jam yang dibahas yang serius-serius mulu. Happy engga, botak iya. Boleh deh kamu melempar candaan yang paling ringan yang bisa diterima semua kalangan di waktu yang sebenarnya tidak tepat. Waktu yang tidak tepat itu bakal menjadi waktu yang tepat kalau candaan kamu berkelas, ringan, dan bisa diterima semua orang. Pusing kan? Mau bercanda aja kok banyak yang harus dipikirin. Ya memang seperti itu. Gak semua waktu kamu bisa jadikan sebagai waktu bercanda. 
Source : http://www.nbcnews.com/
3. Tidak mengolok-olok kelemahan orang lain 
Menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan bercandaan kamu? Well, GROW UP, dude! Udah gak jamannya kamu menjadikan kelemahan orang lain sebagai bahan lawakan kamu. Apalagi kelemahan fisik. Habislah kamu sama Tuhan yang Maha Esa karena sudah menyiksa seorang hambanya yang tidak bersalah. Walaupun orang yang kamu ajak bercanda udah deket banget sama kamu, sebiasa-biasanya dia saat bercanda sama kamu, pasti ada sakitnya juga. Maksudnya gini, walaupun kamu sudah terbiasa bercanda dengan orang tersebut, untuk hal kelemahan baik fisik atau hal lainnya sebaiknya dihindari untuk diangkat menjadi lawakan. Bagaimanapun, dalamnya hati seseorang kita gak akan pernah tahu. Siapa yang sangka dibalik tertawanya dia, tersimpan hati yang pecah berkeping-keping. Haseeek.

4. Tidak ikut mem-bully orang lain 
Kalau sudah ada satu orang yang bercanda namun terkesan seperti mem-bully, cukup sudah penderitaan korban. Kamu jangan ikut menambah-nambahkan kalau sudah ada satu orang yang gak punya otak habis-habisan mem-bully orang lain buat bahan bercandaan. Menertawakannya sesekali aja udah cukup, walaupun memang orang tersebut juga terlihat fine-fine aja. Tapi, belum tentu didalamnya fine-fine juga kan? Banyak orang yang sering menimpali orang lain ketika bercanda yang terkesan seperti bullying berjamaah. Nah, sebelum kamu menjadi pelaku bully-in, kalau sudah ada satu orang yang mengangkat kelemahan orang lain untuk topik candaan, sebaiknya kamu diam aja. Nanti juga orang tersebut bakal diam sendiri kalau gak ada yang nimpalin. Bukan apa-apa, kita gak akan tau dampak psikologis bagi orang yang di-bully terus-terusan. Syukur kalau orangnya kuat macam hulk minum vitamin minyak ikan, lah kalau orangnya ternyata perasa? Habislah bertambah dosa kau, nak. 

5. Berkelas 
Well, seorang comic aja butuh waktu buat menyusun materi lawakan saat stand up comedy. Lah kamu, ngelawak main lempar aja kaya lempar harapan palsu ke gebetan. Carilah lawakan atau bahan bercandaan yang berkelas yang mudah diterima orang lain. Gak semua hal bisa jadiin bahan bercandaan loh. Saya aja kalau lagi bercanda masih mikir sepersekian menit untuk akhinya me-release lawakan atau candaan ke forum. Selain takut garing, tapi juga takut menyakiti hati orang lain.

Nah, buat kamu yang hobby bercanda atau melawak untuk melihat orang lain tertawa atau menertawakan sesuatu, ada baiknya kamu berpikir secara cerdas untuk setiap hal yang akan kamu angkat sebagai bahan lawakan atau bercandaan. Daripada kamu akhirnya menyakiti orang lain terus dibegal di jalan karena menimbulkan dendam, mending dipikir-pikir lagi aja candaannya. Pantas atau gak untuk ditertawakan. Hidup memang gitu. Buat bercanda aja kita harus mikir keras, gimana buat modal nikah kan? 
Share on Google Plus

6 comments :

  1. yang sekarang kebanyakan candaan lebih kepada berbau bullying walaupun secara halus tapi bagi yang tersinggung itu malah lebih menyakitkan

    ReplyDelete
  2. Kembali ke pelakunya juga, sih. Gue kalau diledek (bercanda) juga udah biasa. Gak baperan lagi kayak dulu yang kalau di becandain langsung ngambek. Yang jadi masalahnya sekarang, orang yang meledek ini bakal terima gak kalau di ledekin juga? :)
    Soalnya begini. Gue kan pernah diledek tuh di kelas. Ya namanya juga anak IPS lah ya, bawaannya bercanda mulu. Pas semuanya berhenti tertawa, gue manfaatin untuk membalas bercandaan dia. Yang lain sih pada ketawa. Tapi nih orang (yang tadinya becandain gue) malah baperan. Ngambek gitu. Ya wajar dong kalau gue bales?
    Tips: kalau mau becandain orang, pastiin kalau kamu udah siap mental dan nggak ngambek kalau dibalas sama candaan juga.

    ReplyDelete
  3. makin sobatan makin sadis becandanya ._.
    terus gue yang lemah gemulai bijimana? haha..

    ReplyDelete
  4. candaan sekarang banyak tentang bullying gitu sih

    ReplyDelete
  5. jaman skg kalo dibecandain ngambek dibilangnya gak asik gak seru haha
    betul juga sih disamping becanda untuk huburan semata ttp harus ada norma dan etika juga, postingan bagus terimakasih salam kenal :)

    ReplyDelete
  6. yap, bercanda memang nggak boleh sembarangan. harus memperhatikan beberapa hal, waktu dan perbedaan usia memang yang paling krusial menurut saya. kalau becanda di waktu yang nggak tepat, bukannya tawa yang tercipta tapi malah sebaliknya. jadi, ya... sebelum bercanda, ada baikny amemperhatikan hal2 diatas :)

    ReplyDelete