Memulai Karir sebagai Agent Call Center

Source : http://bit.ly/1rZcD0X 
Sama halnya dengan dunia perbankan, dunia contact center juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Hampir setiap perusahaan memiliki contact center untuk memenuhi kebutuhan dan memelihara para customer atau nasabah agar tetap loyal pada product maupun jasa yang dijual perusahaan. Contact center yang dibuka perusahaan-perusahaan sudah merambah ke banyak channel. Contohnya yang sedang nge-hits jaman sekarang adalah contact center melalui social media. Mengingat warga Indonesia sudah memasukkan social media sebagai kebutuhan primer, banyak perusahaan yang menghadirkan pelayanan customer melalui channel social media. 

Dunia contact center selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan baik dari skala nasional maupun internasional. Tidak heran berbagai lembaga muncul untuk mengadu kemampuan para pelaku contact center perusahaan dari kelas nasional sampai dunia (internasional). Sebut saja Contact Center World (Klik disini untuk info lebih lanjut tentang Contact Center World) yang selalu menjadi kejuaraan bergengsi perusahaan-perusahaan besar yang berlomba-lomba menyabet penghargaan-penghargaan kelas Internasional. 

Lalu, apa bedanya contact center dengan call center? 
Call center merupakan channel Contact Center perusahaan. Seperti yang saja jelaskan di awal, ada channel social media, dan ada juga channel call center. Call Center sudah lebih dulu lahir dibanding dengan pelayanan melalui channel social media. Customer atau nasabah cukup menggunakan telepon-nya untuk bisa terhubung dengan channel pelayanan perusahaan yang dibutuhkannya. Tidak perlu repot menghabiskan waktu untuk pergi ke service center, customer atau nasabah cukup menjadikan call center sebagai channel favorite pengaduan maupun permintaan informasi terkait product atau jasa yang dibelinya. 

Memulai karir sebagai Call Center? Sulitkah?
Tidak ada di dunia ini yang berjalan sebagaimana mestinya, selalu ada hal yang terlihat mudah dan terlihat sulit. Jika ditanya menjadi seorang agent Call Center sulit atau mudah, pemikiran setiap kepala tentu berbeda-beda. Tapi, saya akan memberikan gambaran bagaimana jika kamu akan memulai karir sebagai Call Center. 

  • Kemampuan komunikasi yang baik
Source : http://bit.ly/1TM3l0J
Buat kamu yang memiliki masalah bagaimana cara berkomunikasi yang baik, memulai karir sebagai agent Call Center bisa menjadi salah satu lompatan kamu untuk melatih cara berkomunikasi dengan orang lain. Jangan heran kalau kamu ngobrol dengan seorang agent Call Center, dia akan terlihat sangat baik saat berbicara (atau cerewet). Memiliki kemampuan komunikasi yang baik jadi salah satu mandatory ketika kamu memulai karir sebagai Call Center. Pun kalau kamu tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, kamu bisa memanfaatkan pekerjaan kamu sebagai Call Center untuk belajar bagaimana cara berkomunikasi agar orang lain nyaman berbicara dengan kamu. 

  • Multi Tasking 
Bayangkan saat seorang agent Call Center harus mendengar, berfikir dan menganalisa, menulis laporan, dan mencari solusi atas permasalahan pelanggan atau nasabah yang masuk ke channel Call Center. Kemampuan Multi Tasking juga dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah dalam waktu tertentu meskipun kamu tidak berhadapan dengan pelanggan yang berbicara denganmu melalui telepon. 

  • Mati rasa 
Source : http://bit.ly/1XbD3bl
Untuk sebagian hal, kamu harus mengaktifkan mode "Mati Rasa" saat sedang melayani pelanggan yang marah-marah. Kamu harus siap-siap mendengarkan caci maki pelanggan bahkan saat kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa. Setidaknya kamu tidak berhadapan langsung dengan pelanggan yang sedang naik darah karena merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan perusahaan tempat kamu bekerja. Hal yang harus kamu lakukan untuk case seperti ini adalah "Mati Rasa". Tidak perlu merasa-rasakan sakitnya dicaci maki pelanggan atau nasabah karena hal ini akan membuat kamu tidak fokus dalam menyelesaikan masalah pelanggan. Buat kamu yang kira-kira tidak kuat dicaci maki, terlalu sensitive, mudah terpancing atau mudah kesal, sebaiknya menghindari memulai karir sebagai agent call center. Tapi, kalau kamu mau menempa mental dan pengalaman untuk menjadi seorang pekerja yang cerdas dan kuat, bekerja sebagai call center bisa dicoba. 

  • Dengarkan baik-baik, analisa, dan eksekusi
Source : http://bit.ly/1q2XKca
Kamu pasti tau dong namanya juga Call Center, keseharian kamu dalam bekerja akan sangat dekat dengan headphone dan mic. Kemampuan mendengarkan dengan baik dan fokus pada masalah juga menjadi hal yang penting bagi seorang agent Call Center. Jangan coba-coba untuk mendengarkan curhat tetangga di sebelahmu yang baru kehilangan jemura celana dalam kalau kamu bekerja sebagai Call Center. Salah salah, kamu malah akan memberikan solusi tempat yang bagus untuk hunting celana dalam baru. Selain menjadi pendengar yang baik, kemampuan analisa dan mengambil keputusan untuk mengeksekusi sesuai dengan permintaan pelanggan atau nasabah juga dibutuhkan. Kamu tidak akan pernah tau apa yang akan ditangkis pelanggan jika kamu seenaknya memberikan solusi. Analisa yang dangkal akan menjadi pemicu kemarahan atau kekecewaan pelanggan. 

Sebagai seorang fresh graduate, banyak dari mereka yang kadang terburu-buru mengambil keputusan saat memulai karir dalam pekerjaan. Sebagian ada yang bertahan, sebagian lagi memilih untuk menyerah. Kalau kamu sudah memulai suatu hal, kamu harus bertahan sampai akhir. Jadi, kalau kamu merasa tidak "pas" untuk menjadi seorang agent Call Center, ya lebih baik cari pekerjaan lain yang sesuai dengan passion kamu. Pun kalau kamu merasa menjadi seorang Call Center salah satu bidang yang bisa membuat kamu belajar hal baru, silakan untuk memulai. 

Apapun yang kamu lakukan, tidak ada yang sia-sia.
Share on Google Plus

1 comments :

  1. wah, aku ada temen juga nih yang pernah pengalaman kerja di bagian customer service gitu, katanya ngeselin dan capek banget dengerin pelanggan marah-marah sama pelayanannya. dia gak lama kerja di sana, katanya pusing. emang keliatannya gampang cuma ngomong2 doang, tapi sebenernya susah juga ya. gak boleh ngeremehin suatu pekerjaan.

    ReplyDelete