Why are Korean Drama is worth it to be watched by Indonesian?

Well, before you read my article below, you should know few things about the writer :
1. I'm a fan of severals Korean Drama,
2. I'm writing this to open your mind and re-organize how you put your mind into Korean Drama,
3. I'm just sharing my opinion, no hard feeling, please. 

Sebagian orang Indonesia menilai Drama Korea terlalu mendayu-dayu atau terlalu banyak memunculkan sosok para lelaki feminine with metrosexual appearance. In fact, "there is no man like those on Korean Drama in real life" Lemme ask you something, are you sure those kind of man doesn't exist around you? I don't think so. But, i don't wanna write about those kind of beautiful man which one you see on Korean Drama. 

Alasan saya menonton sebuah film, sinetron, serial televisi, atau tayangan lainnya adalah karena pantas untuk ditonton, dan yang terpenting mampu memberikan pesan moral (kalau yang menonton bisa mengambil pesan moral dengan baik). Apa yang saya dapatkan dari menonton Drama Korea adalah begitu banyak pesan moral yang tersirat atau tersurat dari setiap scene yang ada. Selain itu, saya merasa Drama Korea worth it untuk ditonton oleh orang Indonesia karena kita sebagai orang timur memiliki banyak persamaan dalam beberapa hal. Jadi, saya dapat dengan mudah mengambil pesan moral dari setiap scene yang dipertontonkan pada drama-drama Korea yang pernah saya tonton. 

1. Mengedepankan tata krama, etika, dan kesopanan

Salah satu yang mudah dilihat dari serial drama Korea adalah tata krama, etika, dan kesopanan yang selalu dikedepannya. Cara berbicara dengan orang yang lebih tua, sejahat apapun, akan tetap dijaga pada serial drama Korea. Sebut saja pada drama terbaru Descendants of The Sun, dimana Seo Dae-Young begitu keras menjaga kata-kata dan perilakunya di depan ayah Yoon Myeong-Joo yang sudah jelas-jelas menentang hubungan mereka. Apa yang dilakukan Seo Dae-Young adalah berusaha keras untuk membuktikan bahwa dia pantas untuk hidup bersama Yoon Myeong-Joo. 

Pesan moral : tata krama, etika, dan kesopanan kadang menjadi hal kecil yang selalu kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, setiap hal bisa dilakukan dengan sopan dan sesuai dengan etika yang ada. 

2. Kecantikan tidak datang dari make up yang berlebihan 
Pernah lihat actress korea yang bermain di serial drama menggunakan make up berlebihan? Hampir tidak pernah saya melihat make up yang berlebihan digunakan para actress. Bahkan sosok Cheon Song-Yi yang notabene memerankan sosok seorang artis pada serial drama My Love from the Star tidak menggunakan make up yang berlebihan. Mungkin pada dasarnya actress-actress Korea ini sudah dikaruniai wajah yang cantik-cantik dengan kulit yang putih, dengan sentuhan make up sedikit saja sudah terpancar kecantikannya. 

3. Tidak selamanya kekayaan selalu membuat kebahagiaan 

Pasti para fans drama Korea akan sangat hafal dengan tipikal cerita seorang chaebol atau sebut saja anak orang kaya yang hartanya gak akan abis sampe 7 turunan jatuh cinta dengan gadis miskin. Atau sebaliknya. Cerita ini saya sebut dengan kisah "cinderella". Kisah cinderella ini selalu jadi script jagoan drama-drama Korea (yang pada akhirnya emang ngebosenin). Tapi, coba lihat sisi lain dari kisah cinderella yang selalu diangkat pada drama-drama Korea. Dulu saya berpikir kisah cinderella ini cuma ada di drama-drama Korea. But hey, you never know before you see it. I already watch those kind of scene in the real life more than once. Kisah cinderella ini bukan tidak ada, ada tapi memang sedikit dalam kehidupan nyata. Anak seorang pejabat menikahi gadis miskin, i already watch those scene in my life. Pesan moral dari script jagoan ini adalah, tidak selamanya kekayaan membuat kita bahagia. Terbukti dari drama-drama korea yang menggambarkan yang sederhana justru bisa selalu bahagia ketimbang dengan si kaya. 

4. Seorang laki-laki harus berlaku sebagai lelaki sejati 

Lupakan sosok-sosok metrosexual yang selalu dipertontonkan pada drama-drama Korea yang membuat para laki-laki berpikir "buat ganteng itu butuh modal" (iya lah, emang cantik aja yang butuh modal?). Kembalilah melihat sisi-sisi positif dari para actor yang berperan pada drama-drama Korea. Selalu digambarkan sebagai laki-laki yang rela berkorban demi orang yang dicintainya, demi keluarga, demi negara, demi orang lain, demi kehormatannya, demi harga dirinya, demi apapun yang sedang ia perjuangkan. Ya, begitulah seharusnya lelaki sejati berperan dalam kehidupan. Menjadi pelindung dan orang yang dibutuhkan pendamping atau keluarganya. 

5. Kalau suka, kejar dong!

Apa yang dilupakan oleh orang Indonesia soal percintaan? Kalau suka, gak mau bilang suka. Asumsi bibit, bebet, bobot selalu jadi alasan orang Indonesia gagal dalam percintaan. Coba belajar dari kisah-kisah cinta di drama-drama Korea dimana orang yang disukai selalu dikejar oleh orang yang menyukainya. "Mau bagaimanapun caranya, pokoknya abang harus dapetin neng!" Gitu lah kasarnya. Nah, drama-drama korea ini sebetulnya mengajarkan banyak lelaki timur bagaimana cara menggaet hati para wanita. Satu hal yang terbaik dari drama Korea, semuanya harus melalui proses. Berbeda dengan film-film Barat dimana ketemu sekali dua kali langsung main cium aja, drama-drama Korea ini juga mengajarkan para lelaki mendekati wanita sesuai dengan budaya timur kita. 

6. Pada akhirnya, keyakinan berbicara 
Saya ingat satu kalimat dari rekan kerja saya, "kalau seseorang masih berharap pada sesuatu yang lebih powerful, itu berarti dia masih punya keyakinan dalam hatinya". Sebut saja Han Yeo-Jin pada serial drama Yong Pal yang berdoa di gereja dan berharap Kim Tae-Hyun akan baik-baik saja. Tidak jarang juga beberapa serial drama menyelipkan sisi agama atau keyakinan tokoh-tokoh yang diperankan. Well, pada akhirnya drama-drama Korea ini mengajarkan bahwa kita masih punya keyakinan jika kita tidak tau kemana hidup akan membawa kita. 

7. Hidup gak selalu mulus 

Cobaan hidup yang begitu berat yang harus dialami seseorang (gak peduli masih sekolah atau masih usia remaja), sosok an "evil mom" yang menentang jalinan asmara sepasang kekasih, atau kehilangan orang yang sangat dicintai untuk selama-lamanya mungkin akan mudah dilihat pada serial-serial drama Korea. Scene-scene kaya gini sebetulnya cukup mengajarkan kita kalau hidup ini memang keras, dan bagaimanapun cobaan didepan tetap harus dihadapi, bukan? Sosok seorang pelajar yang harus bekerja part time demi membiayai hidupnya gak jauh beda dengan sosok-sosok para pelajar kita di Indonesia yang juga masih harus berjuang untuk bertahan hidup selain untuk sekolah. 

8. Semua indah pada waktunya

They live happily ever after. 
Hampir seluruh serial drama Korea akan berakhir bahagia. Tenang, gak perlu was-was kalau tiba-tiba pemeran utama di serial tersebut tiba-tiba jatuh koma seperti Joo Jung-Won dalam Master Sun. Karena pada akhirnya, hampir semua serial drama Korea akan berakhir bahagia. Rahasia ini yang saya belum temukan mengapa hampir semua drama Korea berakhir dengan bahagia. Sebetulnya sama dengan kehidupan kita sehari-hari, secara tersirat serial drama Korea ini menjelaskan kepada kita bahwa pada akhirnya semua akan indah pada waktunya setelah semua cobaan dalam hidup kita hadapi dengan ikhlas. 

9. Dibalik sebuah profesi, tersimpan segudang cerita

Sering melihat peran dengan berbagai profesi di serial drama Korea? Well, di beberapa judul drama mungkin akan menjelaskan bagaimana seseorang bisa meraih profesi sebagai Dokter, atau kerasnya usaha dia dulu saat kuliah hukum untuk menjadi seorang pengacara profesional. Hmm, yang lebih menarik lagi pada drama tahun ini -yang belum bisa bikin saya move on-, Descendants of the sun, yang mengangkat profesi seorang tentara. Kita diajak lebih tau tentang berbagai profesi atau setidaknya sedikit gambaran berbagai profesi dalam dunia pekerjaan. Walaupun sebagian hanyalah fiksi, tapi menurut saya untuk mengetahui bagaimana cerita dibalik dari profesi tertentu, cukup baik dibawakan pada setiap serial drama Korea. 

10. Kemesraan yang terlihat cute dan tidak berlebihan 

Point terakhir dalam tulisan saya, setiap serial drama Korea selalu menyajikan kemesraan yang terlihat cute (atau bahkan lucu) tapi tidak berlebihan dan terlihat lebih natural. Kasih sayang yang diungkapkan dalam bentuk perilaku mesra kepada pasangannya bahkan sudah dipancarkan saat memandang mata sang kekasih. Hati-hati, biasanya yang baper malah penontonnya. Nah, kemesraan yang tidak berlebihan ini mengajarkan kita untuk terlihat seperti biasa walaupun sedang jatuh cinta. Mengutarakan kasih sayang pada orang yang dicintai dengan memberikan perhatian yang lebih, menurut saya sudah cukup.

Well, i have to say that Korean made a lot of changes on television series. And, we should be better on broadcasting television series too in our country. Brave but no hurting people, cute and lovely love story, and also good editing scene. 
Share on Google Plus

5 comments :

  1. One word for every single point: se-tu-ju! Nambahin dikit, kalo dramanya berlatar sejarah dari tata bahasa kalo ngomomg sampe kebenaran sejarah hampir selalu akurat.Hidup drakor!

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya beneeeerrrr. gak sembarang asal sejarah aja. kadang awal2 ngerasa terlalu sejarah, eh kesiniannya ternyata dibawa ke dunia modern! makin seru!!!!

      Delete
  2. beneeeer! drakor setiap detailnya itu udah direncanaain dan disusun secara rapiih. berasa nonton di dunia nyata bukan drama. beda sama produksi sinetron sendiri >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa. disana disusun rapi dari flashback sampe masa sekarang. niat! :)

      Delete
  3. "saya suka binggung sama drama korea. ko bisa manusia nikah sama tokoh Manga. ntar kalo beneran jatuh cinta gimana? kan repot juga belum ada KUA yang ngurus pernikahan beda alam". ^_^ "W"
    setuju dan saya salut dengan cara mereka menuangkan ide kreatif mereka.

    ReplyDelete