Diana, malaikat kecil itu telah lahir

Diana melihat dirinya sebagai seorang yang lemah, beban kehidupan yang sudah terlalu berat seolah-olah menjadi suatu karma yang harus diterimanya sebagai anak yang dibuang oleh ayahnya. Apa yang dialami saat ini, rumah tangganya, kehidupannya, tidak berbeda jauh dengan apa yang dialami ibunya. Dibuang oleh seorang lelaki terasa tidak cukup baginya, dia masih harus merasakan dicampakkan demi seorang pelacur murahan. Diana melihat dirinya sebagai seseorang yang harus menerima semuanya bukan karena dia telah berbuat salah dalam hidupnya. Tapi, sepertinya memang takdir yang dijalani sudah digariskan sedemikian rupa. 


***

Photo ini hanya sekedar ilustrasi. Source : tecklo.com
Hari itu adalah hari terindah sekaligus yang paling sakit dalam sejarah hidup seorang Diana. Terindah karena seorang malaikat kecil telah dikirimkan Tuhan untuk melengkapi hidupnya. Namun juga sakitnya melahirkan membuat dia merasa sudah cukup dengan satu malaikat saja. Tersadar bahwa proses melahirkan bukanlah hanya sekedar melahirkan, Diana merasa sangat beruntung karena saat itu ibunya masih setia menemaninya sampai dia menyandang status sebagai seorang Ibu. Segalanya yang dilakukan seorang ibu, kini dia menyadari bahwa hal itu tidak akan pernah tergantikan dengan apapun di dunia ini. Sekeras apapun Diana mencoba untuk membalasnya, segalanya tidak akan pernah cukup untuk membayar perjuangan ibunya. 

Senyum yang ceria melingkupi keluarga kecil Diana. Sangat indah, senyum yang tiada henti menyeringai dari kedua wajah sepasang suami istri yang baru dikaruniai seorang buah hati. Meski dilingkupi dengan ketakutan yang luar biasa akan hidup buah hatinya nanti, untuk sementara kebahagiaan yang tulus masih dirasakan Diana saat itu. Berbekal keyakinan akan teguhnya cinta dari keluarga di sekelilingnya dan suami yang sangat dicintai, Diana menyambut hari-hari barunya sebagai seorang ibu dengan penuh antusias. 


***


Kisah diatas diangkat dari kisah nyata seorang wanita yang juga seorang Ibu. Menyandang status sebagai single parent, Diana harus berjuang sendirian untuk bisa terus hidup. Orang yang selama ini sangat dicintainya melebihi apapun di dunia ini, ternyata cukup tega untuk membuang dirinya. Apa yang sedang dipikirkan seorang ibu untuk membuang anak satu-satunya yang bahkan sudah dicampakkan oleh seorang lelaki? Sekarung Opini akan bercerita sebuah kisah nyata dari seorang single parent yang sampai saat ini masih berjuang di tengah getirnya kehidupan. 



Share on Google Plus

0 comments :

Post a Comment