Menggapai Arti sebuah Pencapaian

7:46 PM

Ketika mereka berlomba-lomba mencapai sesuatu yang menjadi tujuan hidup mereka, apa sesungguhnya hal tersebut sudah menjadi pencapaian terakhir dalam hidup? 

Apa sebenarnya arti sebuah pencapaian? Bahagia dengan segudang harta yang berlimpah, rumah mewah, kendaraan mahal, paspor dengan cap berbagai negara, liburan ke tempat-tempat terindah nusantara, memakai barang-barang mahal dengan merek ternama, menggunakan smartphone masa kini dengan harga yang fantastis, kartu kredit dengan limit puluhan juta atau simpanan dana sampai mencapai status nasabah prioritas? 

Apa sebenarnya arti sebuah pencapaian? Menikah di usia muda dengan segala kecukupan, pesta pernikahan dengan biaya setara dengan sebuah rumah sederhana, berbulan madu ke tempat-tempat terindah, belum lagi foto pra pernikahan yang memakan biaya lumayan, setelahnya tinggal di tempat yang nyaman sampai udara dingin di luar sana dikalahkan dengan kehangatan ruangan?

Apa sebenarnya arti sebuah pencapaian? Menjalani karir cemerlang dengan jabatan manis tersanding di bawah nama besar, menjadi pekerja di sebuah perusahaan ternama dengan gaji di atas rata-rata, mencukupi semua kebutuhan dengan tingkat kenyamanan luar biasa, menghabiskan pendapatan dengan alokasi yang tidak seperlunya?

Apa sebenarnya arti sebuah pencapaian? Ketika mereka enggan memanggil nama, menegur ketika berpapasan, pura-pura tidak melihat ketika sebetulnya sadar, berbicara buruk di belakang dengan topeng termanis di depan, berasumsi sebanyak-banyaknya tanpa mengetahui apa yang sedang diperjuangkan? 

Apa sebenarnya arti sebuah pencapain? 


Setiap mereka yang bernafas, 
mereka  yang menjalani hidup ini dengan tertatih-tatih, 
mereka yang bergerak dengan bebasnya, 
atau mereka yang menjalani segalanya dengan sederhana, 

Setiap mereka yang mempunyai kehidupan, mereka layak menentukan pencapaian di dalam hidup mereka masing-masing. Tidak ada hak bagi makhluk lainnya untuk menentukan seperti apa kebahagiaan yang seharusnya dicapai masing-masing insan yang bernafas. Tidak ada ketentuan yang tertulis bahwa adanya harta merupakan sebuah pencapaian yang tertinggi dalam hidup. Tidak ada aturan tertulis bahwa manusia lainnya berhak untuk menilai baik tidaknya seseorang dari pencapaian yang sudah diraih mereka yang berusaha. 

Setiap mereka yang mempunyai kehidupan, mereka layak memaknai sebuah pencapaian dengan hal yang paling hangat, sesuatu yang begitu nyaman, sesuatu yang berharga dari sudut pandang yang berbeda, sesuatu yang memberikan kebahagiaan tiada tara ketika menggenggamnya, sesuatu yang memberikan kepercayaan diri sampai batas maksimal, atau sesuatu yang dengan mudah memberikan senyuman indah di wajah. 

Setiap mereka yang mempunyai kehidupan, tidak berhak menentukan bahagia tidaknya insan lainnya, bagaimana seharusnya seseorang menjalani hidup dengan harga yang fantastis di dunia, tidak berhak menuntut orang lain memikirkan mereka yang jauh lebih membutuhkan dari apa yang dikeluarkannya, tidak berhak untuk menuntut kebahagiaan orang lain atas pencapaian yang sudah digapai lebih dulu. 

Source pic : http://hippielocks.tumblr.com/
Setiap orang sudah berjalan di jalur yang tepat, dan waktu yang tepat, bagi mereka yang selalu berusaha menggapai sebuah pencapaian dalam hidup. Setiap orang sudah berjalan berpedoman peta di tangan yang dibeli dengan seuntai harapan dan kerja keras siang malam. Setiap orang sudah berjalan dan bergerak, sebagian lagi berlari, atau berlari di tempat. 

Setiap orang sudah memaknai hidup ini dengan pencapaian masing-masing yang tersirat dan kadang tersurat. Memaknai sebuah pencapaian dengan penilaian yang berbeda-beda satu sama lain. Ah, bukankah kita masih manusia biasa yang haus akan sebuah pencapaian yang tersurat? 

Kebahagiaan setiap insan dengan pemikiran yang berbeda-beda tidak bisa disamakan satu sama lainnya. Rumitnya otak manusia sudah membuktikan bahwa pencapaian memiliki arti yang berbeda bagi insan yang berusaha. Mereka yang puas dengan hidup sederhana, cukup bahagia dengan apa yang mereka dapatkan. Mereka yang berhasil menggapai puncak tertinggi, juga tidak bisa menuntut lainnya untuk menggapai titik yang sama. Mereka yang jalannya terlihat mudah, juga berhak untuk tidak mendapat penghakiman tak beralasan dari mereka yang jalannya berliku ke segala arah. 

Setiap orang sudah berjalan di jalur yang tepat. 
Hanya waktu yang membedakan insan yang satu dan yang lainnya. 
Namun, arti sebuah pencapaian bagi setiap insan, janganlah disamakan. 




You Might Also Like

0 comments