Modus Penipuan melalui Panggilan Telepon

Sudah tidak asing lagi jika kita mendengar berita atau informasi dari teman bahwa kerabat, teman, atau bahkan dirinya sendiri mendapatkan telepon penipuan dengan berbagai macam versi cerita. Mulai dari mendapat telepon yang mengabarkan bahwa salah satu anggota keluarganya kecelakaan di jalan, di kantor polisi, bahkan sampai penculikan jadi sebagian cerita yang dijual para penipu amatir ini. Mengapa saya bilang amatir? Karena sejatinya cerita drama yang mereka jual melalui telepon sangat mudah ditebak bahwa mereka adalah penipu kelas teri yang menjual cerita recehan. Belum pernah tuh saya mendapat telepon penipuan yang menjual cerita bahwa saya mendapatkan jackpot dalam bentuk calon suami yang bisa menghalalkan saya dalam waktu dekat. Oke skip. 

Sebelumnya saya bekerja di sebuah perusahaan provider telekomunikasi dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia. Kasus-kasus penipuan ini sudah sangat sering diterima rekan-rekan customer care walaupun sebenarnya memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh perusahaan provider. Mengapa? Karena para penipu ini sama-sama pelanggan jasa provider telekomunikasi yang harus dilindungi privasinya. Mau sebesar apapun kerugian yang kamu dapatkan saat terjebak kasus penipuan, perusahaan provider telekomunikasi tidak bisa bertanggung jawab berkenaan dengan hak pelanggan. Memang, satu-satunya jalan panjang yang bisa ditempuh korban penipuan adalah melaporkan kejadian ke pihak yang berwajib, dalam hal ini kepolisian. Yaaa, meskipun kita tidak akan tau kasus yang kita laporkan benar ditindaklanjuti atau tidak. 

Click for pic source
Modus Kantor Polisi 
Sedikit bercerita, saya dan keluarga sudah pernah mendapatkan telepon penipuan dengan berbagai versi cerita yang sangat konyol. Saya sendiri pernah mendapatkan telepon yang menjual cerita bahwa anak saya sedang di kantor polisi. Serius loh, saya sampai mendengar banyak suara-suara lantang yang seolah-seolah menggambarkan kondisi di sekitar penipu adalah benar kantor polisi. Seorang lelaki dengan menirukan suara perempuan menangis tersedu-sedu dengan suara yang tidak jelas mengaku dia sedang di kantor polisi dan membutuhkan pertolongan. Sejak pertama saya mendapatkan telepon penipu recehan ini, saya sudah tau bahwa ini adalah penipuan. Saya ikuti alur drama si penipu dengan berpura-pura panik saat si lelaki yang berperan sebagai anak perempuan menangis tersedu-sedu meminta pertolongan. Logika saja, suara seorang lelaki yang menirukan suara perempuan pasti sangat terdengar palsu kan? Tidak lama, lelaki lainnya dengan suara lantang ala-ala polisi mengambil telepon kemudian menjelaskan bahwa "anak ibu sedang di kantor polisi". Waaaah, penipu ini benar-benar profesional sekali. NIKAH AJA BELUM, GIMANA TAU-TAU ANAK SAYA UDAH GEDE MASUK KANTOR POLISI COBA? Semakin seru, saya ladeni si penipu dengan menanyakan di kantor polisi mana "anak gadungan saya" ditahan. Lucunya, si pak (yang ngakunya) polisi ini malah menanyakan nama anak saya siapa, dan nama saya siapa. Ini saya yang bodoh, apa penipunya yang terlalu banyak nonton sinetron bersambung ya. Karena sudah tidak tahan dengan drama penipu yang semakin bicara yang tidak jelas, saya pura-pura hilang sinyal. Tidak menyerah, si penipu menelpon lagi sampai 3 kali berturut-turut dengan maksud meminta sejumlah uang kalau saya ingin anak gadungan saya keluar dari kantor polisi. 

Modus Masuk Rumah Sakit
Lain halnya dengan ayah saya yang mendapat telepon kalau saya sedang berada di rumah sakit dan membutuhkan perawatan secepatnya dengan biaya yang harus dibayar dimuka. Beruntung ayah saya bukan tipe orang yang mudah panik (agak kesel juga sih dengernya dia gak panik dapet kabar anaknya masuk rumah sakit) dan mudah percaya dengan suatu hal yang tidak dia pastikan sendiri. Ayah saya tidak seperti saya yang meladeni drama si penipu dengan mengikuti alur cerita drama si penipu. Ayah saya langsung to the point bilang "kalau mau nipu jangan gini laaah. cari uang yang halal aja biar anak istri juga berkah hidupnya". Jawaban yang super sekali walaupun gak pernah nonton Mario Teguh. Memang sih, untuk keluarga Long Distance Relationship, telepon-telepon yang mengabarkan sedang terjadi sesuatu dengan anggota keluarga lainnya pasti akan mudah dipercayai dan membuat panik. Tapi, memastikan langsung ke anggota keluarga langsung adalah yang terbaik ketimbang menerima mentah-mentah telepon dari nomor asing yang tidak dikenal.

Modus Menang Program Berhadiah
Baru-baru ini, adik saya mendapat telepon dengan modus menang undian berhadiah dari perusahaan provider telekomunikasi. Kebetulan saya sedang ada di rumah dan jiwa acting saya tiba-tiba haus untuk keluar. Singkat cerita karena lelah saya putar-putar dengan dialog yang menyebalkan, si penipu kesal dan lanjut memaki saya sambil bilang "kau buka celana dalam kau sekarang!". Duh baaang, jangan sekarang dong ah. Halalin dulu aja baru boleh dibuka celananya. Oke skip. 

Modus Penculikan dan Ancaman Pembunuhan
Click for pic source
Modus lainnya adalah modus penculikan dengan ancaman pembunuhan. Kalau yang ini memang saya akui akan membuat orang tua siapapun panik. Teman saya yang sedang berada di KRL tiba-tiba sulit dihubungi nomornya. Di saat yang sama, orang tuanya mendapat panggilan telepon bahwa teman saya diculik dan akan diancam dibunuh kalau orang tuanya tidak mengirimkan sejumlah uang yang diminta. Voila! Satu perkampungan pun sibuk menghubungi nomor teman saya yang saat itu sulit dijangkau. Entah kenapa, para penipu ini memang selalu dilingkupi hoki yang akan mendukung modusnya terlihat benar-benar terjadi. Kebetulan-kebetulan ini mendukung penuh modus penipuan konyol yang dirancang sedemikian simple. Dengan kata lain, ya kalau si anak di rumah mereka belum beruntung, kalau si anak sedang tidak di rumah mereka sedang hoki. Untung saja, beberapa menit kemudian teman saya bisa dihubungi walaupun kedua orang tuanya sudah terlanjur lapor ke kepolisian karena takut ada sesuatu terjadi pada teman saya. 

Click for pic source
Dari beberapa cerita yang sudah saya tuliskan, modus-modus penipuan ini sebetulnya memang konyol, simple, dan bodoh kalau calon korban penipuan berpikir cerdas, jernih dan tidak terburu-buru. Memang sih, agak sulit melakukannya ketika drama yang diangkat penipu berkaitan dengan orang-orang tersayang. Bagaimanapun, kita tetap harus cerdas menanggapi segala bentuk penipuan melalui panggilan telepon. Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan jika tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon yang sangat aneh (penipuan) :
  1. Ketika si penipu sudah menyebutkan cerita drama yang diangkat, baik itu berkaitan dengan anggota keluargamu, teman, kerabat, atau saudara, tanyakan siapa nama orang yang sedang diangkat sebagai pemeran utama si penipu. Kalau si penipu tidak bisa jawab, tutup teleponnya. 
  2. Kalau si penipu menyebutkan anggota keluargamu, misal adik, ayah, ibu, kakak, langsung tutup teleponnya, dan pastikan langsung ke yang bersangkutan bahwa orang yang disebutkan penipu dalam keadaan baik-baik saja.
  3. Jangan panik. Ada beberapa situasi kebetulan yang sangat mendukung aksi si penipu ini. Misal, tiba-tiba orang yang dimaksud si penipu jadi sulit dihubungi. Stay cool. Cobalah untuk menghubungi orang-orang terdekatnya, misal temannya, rekan kerja, atau kerabat lain. 
  4. Jangan mudah mengirimkan sejumlah uang yang diminta si penipu. Capek gak sih, uang tabungan hasil bekerja keras setiap hari tiba-tiba raib ke rekening orang lain? Pikirkan baik-baik! Uang yang sudah dikirim ke rekening orang lain, tidak akan bisa dikembalikan! Nabungnya bertahun-tahun, menghabiskannya hanya butuh setengah jam di telepon? Think about it.
  5. Pastikan langsung ke pihak yang bersangkutan jika mendapatkan telepon undian berhadiah. Tidak jarang juga beberapa korban penipuan terjebak dengan drama cerita menang undian yang mengharuskan korban mengirimkan sejumlah uang kalau ingin mendapatkan hadiahnya. Coba pikirkan, yang namanya program berhadiah, mana ada sih yang mengharuskan pesertanya mengirimkan sejumlah uang? Pastikan langsung ke pihak yang bersangkutan kalau memang kamu dinyatakan sebagai pemenang program tertentu. Misalnya, dengan menelpon call center, melihat website resmi perusahaan terkait, atau menghubungi channel-channel pelayanan lain yang bersangkutan dengan program khayalan si penipu. 
Begitulah kira-kira tindakan preventif yang bisa kamu lakukan kalau kamu mendapat panggilan telepon dari nomor asing dengan menjual cerita drama yang konyol. Sebagian cerita di atas hanyalah segelintir drama penipuan yang mungkin bisa lebih bahaya lagi. Menurut saya kasus penculikan dengan ancaman pembunuhan sudah diluar batas dan agak sedikit berhasil membuat semua orang panik. Bagaimana tidak, saya sampai tidak bisa tidur menunggu teman saya yang belum sampai rumah dengan selamat walaupun dia sudah mengabarkan bahwa dia tidak sedang diculik.  

Hati-hatilah dan jadilah cerdas menanggapi berbagai modus penipuan ini. Tidak jarang mereka yang tertipu mengalami kerugian yang tidak sedikit. Sayang kan, uang tabungan buat kamu menikah tiba-tiba raib entah kemana. Duh maaf, ini kenapa jadi nikah terus ya.. Oke skip. 



Share on Google Plus

2 comments :

  1. aaaa modus penipuan rumah sakit tuh kejam banget sumpaah. Keluarga aku pernah ngerasain itu soalnya. Astagaa harus hati-hati banget ya orang kejam dimana-mana -,-

    ReplyDelete
  2. Lah, emangnya modus penipuan kayak gitu sampe sekarang masih ada, ya? Terakhir nerima modus pernipuan begitu udah lama banget. Saya pikir sudah punah sekarang.

    ReplyDelete