Resign, sebuah kata tentang perpisahan

6:22 AM

Beruntunglah kamu yang sudah memiliki pekerjaan dimana masih banyak ribuan orang di luar sana menyandang status sebagai pengangguran sementara. Bersyukurlah kepada Tuhan yang masih memberi nikmat kepada kita untuk mengais rejeki dengan jalan yang dimudahkan sampai saat ini. Cobalah untuk mengingat setiap hari, sudah seberapa besar nikmat yang belum kamu syukuri atas apa yang kamu dapatkan dari Tuhan. 

Bagi kamu yang sudah menyandang status sebagai karyawan di perusahaan swasta, asing, maupun pemerintah, tentu tuntutan pekerjaan menjadi momok yang sangat penting dalam menjalani pekerjaan sehari-hari. Tuntutan ekonomi lah yang menjadi salah satu alasan seseorang tetap bertahan tidak peduli seberapa berat tuntutan pekerjaan yang diterima di perusahaan. Sejujurnya, tidak ada pekerjaan yang sulit atau mudah. Semudah-mudahnya  beban pekerjaan seseorang, pasti selalu ada satu titik yang sulit untuk dikerjakan. Begitu juga sesulit-sulitnya beban pekerjaan seseorang, pasti ada kemudahan lain yang tidak didapatkan di pekerjaan lainnya. 

Ketika beban pekerjaan menjadi semakin berat, tidak jarang seorang karyawan memilih untuk resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini. Wajar, keputusan besar tersebut diambil berdasarkan perhitungan yang matang dan alasan-alasan tertentu yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang menjalani pekerjaannya. Sebagian orang akan berpikir dan berasumsi banyak hal jika mengetahui teman atau rekannya mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang dijalani. Tidak jarang juga dari mereka yang pada akhirnya menghujat betapa bodohnya seseorang yang mengundurkan diri dari pekerjaan yang diasumsikan sudah sangat baik bagi sebagian orang. Percayalah, tidak selamanya yang kita pikir baik, juga baik di mata orang lain. Selalu ada alasan pribadi yang kadang memang sulit untuk dipahami orang lain yang tidak menjalaninya sendiri. Ingatlah, kadang kita hanya menjadi penonton tanpa tau seperti apa proses sepak terjang dan sepak terjang dibalik layar kehidupan seseorang. 

Resign adalah sebuah keputusan yang besar untuk diambil oleh seorang karyawan dengan banyak pertimbangan-pertimbangan tertentu. Biasanya, jenjang karir, benefit yang ditawarkan, job desk yang dikerjakan sehari-hari, passion, alasan keuangan, dan lain hal menjadi segudang alasan seseorang akhirnya mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya. Bukan berarti dia menyukai keputusan yang sudah diambil. Tapi, dia memang harus melakukannya untuk bisa menjadi seseorang yang dia impikan. Ketahuilah bahwa ada hal yang  begitu sulit untuk ditinggalkan ketika semua moment bahagia sudah terangkai dengan baik di perusahaan yang lama. Jalinan pertemanan. 


Ya, jalinan pertemanan yang sudah terangkai dengan baik. 

Tidak jarang salah satu alasan yang membuat seseorang bertahan di perusahaan tempat dia bekerja adalah lingkungan yang begitu nyaman dan baik dalam menjalani pekerjaan sehari-hari. Terlepas dari beban pekerjaan yang berat, lingkungan menjadi salah satu alasan seseorang tetap kuat dan menjalani kehidupan dengan baik di kantornya. Teman-teman yang baik yang saling menghibur, mendukung, mendoakan, bahkan menghujat sekalipun menjadi pemeran penting yang tidak terlewatkan dalam hari-hari kerja. Kadang merekalah yang membuat hari-hari bekerja menjadi lebih ringan dijalani. 

Sebuah keputusan tetap harus diambil bukan?

Meninggalkan mereka yang sudah sangat baik menempati posisinya masing-masing di hati kita, menjadi sebuah keputusan yang berat untuk diambil. Kemanapun kita pergi, orang-orang yang pernah mengisi hari-hari kita tidak akan tergantikan dengan orang-orang yang baru. Mereka punya peran masing-masing yang tidak akan terganti. Tapi percayalah, rindu akan membuat jalinan semakin kuat karena satu sama lain merasa ada yang hilang jika tidak bertemu walau sesaat. 

Ya, rindu. 

Rindu yang nantinya akan mempertemukanmu dengan mereka yang selalu mengisi hari-harimu. 
Rindu yang nantinya akan membuatmu menjalin silaturahmi yang tidak akan terputus. 
Rindu yang akan membuatmu merasakan seberapa besar berartinya mereka dalam hari-harimu. 
Rindu yang akan mewarnai pertemuan penuh tawa dan menggantikan perpisahan yang sudah terjadi. 
Karena hanya dengan rindu, sebuah jalinan pertemanan akan kuat dijalani bersama sampai kapanpun. 


Sometimes being a friend means mastering the art of timing. There is a time for silence. A time to let go and allow people to hurl themselves into their own destiny. And a time to prepare to pick up the pieces when it's all over. 
- Octavia Butler


You Might Also Like

3 comments

  1. Saya belum Kerja alias (masih sekolah), tapi sapa tau ini bisa buat pelajaran ntar pas di dunia kerja. Belum tau juga gimana sulitnya buat Resign...
    Sukses buat kedepannya mbak

    ReplyDelete
  2. Dalem. Ternyata blogger juga mbak noni ini

    ReplyDelete
  3. jieeee udeh risen aje lauuuuu, terus belom move on yak :))

    ReplyDelete