Adab Bertanya Arah Jalan saat Berkendara

Rupanya sudah satu bulan lamanya saya tidak menghasilkan satu dua tulisan yang sekiranya bermanfaat bagi netizen atau para internet surfer yang kebetulan kesasar mengunjungi website saya ini. Sedikit update tentang hidup saya yang juga tidak terlalu penting untuk kamu yang sedang membaca ini, sudah dua bulan saya pindah ke perusahaan baru di bidang yang berbeda dengan perusahaan sebelumnya. Saking bahagianya berada di lingkungan yang penuh dengan ilmu baru, orang baru, dan kesibukan yang juga benar-benar baru, dan saking banyaknya draft yang sudah tertulis di otak saya (iya, tulisnya di memori otak aja saking genius-nya, halaaah) akhirnya saya memutuskan untuk memulai menulis artikel dengan judul "Adab Bertanya Jalan saat Berkendara" (yang mungkin level manfaatnya 0.00005 sekian saja). 

Kalau yang jelasin cantik kaya gini, kamu bisa fokus?
Seringkali pejalan kaki mengalami hari dimana tiba-tiba seorang pengendara motor atau mobil mencegat dan mengagetkan hanya sekadar untuk bertanya arah jalan yang tidak bisa ditunjukan aplikasi-aplikasi penunjuk jalan. Shock? Biasanya sih gitu, kaya berasa disamperin abang begal yang pura-pura nanya "jalan ke arah sudirman mana ya mba?" tapi tau-tau di belakang temennya pegang pisau daging siap menerkam (oke ini berlebihan). Shock atau kaget itu manusiawi dan wajar dirasakan seorang pejalan kaki yang tiba-tiba didatangi pengendara motor dengan masker muka full face. Lah, full face mah gak keliatan dong mukanya. Maksudnya pengendara motor dengan masker muka yang setengahnya menutupi mukanya sampai pejalan kaki yang berpatokan pada indahnya mata mengira-ngira ini orang ganteng beneran apa engga (itu kayaknya cuma saya ya). Kondisi-kondisi kaya gini nih yang kadang kita abaikan, padahal kalau dipikir-pikir sebaiknya dilakukan dengan sopan dan beradab.

Memang ada adabnya ya? Cuma tanya jalan aja kok, gak lebih dari 3 menit. 
Justru karena cuma sebentar, apa susahnya kamu sedikit menunjukan kesopanan karena sejatinya kamu yang membutuhkan bantuan. Syukur-syukur yang ditanya mau jawab, kalau yang ditanya ngerasa kamu orang jahat yang siap menghipnotis terus kamu malah ditinggal kabur, gimana coba perasaan kamu? 

Terus supaya keliatan sedikit beradab harus kaya gimana tuh? Bilang assallamualaikum atau selamat pagi/siang dulu pas mau nanya? Kelamaan itu mah, kalau kondangan keburu abis prasmanannya. 
Yaaa gak sampe berlebihan kaya gitu juga sih. Kalau ucapin assallamualaikum juga kan belum tentu yang ditanya adalah seorang muslim/muslimah. Kecuali kamu bertanya sama orang yang sudah pasti keliatan dia seorang muslim (misal kalau cewek, berhijab), bolehlah kamu mengawali dengan ucapan salam. 

Terus emang nanya jalan aja harus kaya gimana? Harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan?
Engga gitu juga. Kalau harus dengan Bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan, kalau kamu mau berangkat kondangan, pengantinnya keburu bulan madu. 

Nah, adab bertanya arah jalan saat berkendara ini saya ringkas menjadi dua bagian. 
Pertama sebagai pengendara motor, kedua sebagai pengendara mobil. 

Pengendara motor 
1. Berhenti di tempat yang tidak mengganggu pejalan kaki atau pengendara lainnya. 

Nanya sih, tapi gak usah romantis kaya gini juga.
Source pic : Hipwee
Pinggirkanlah kendaraan kamu dengan baik dan benar yang tidak akan mengganggu pejalan kaki atau pengendara lain. Kamu gak mau kan kamu diklakson-klakson karena kamu berhenti di tengah lampu merah yang sedang hijau karena bertanya jalan sama orang yang sudah pengen jalan juga karena lampunya udah hijau. 

2. Bukalah masker yang kamu gunakan dan perlihatkan kecantikan atau ketampananmu ke orang yang kamu tanya.

"Cakep sih dari matanya, kayaknya ganteng nih", ujar si pejalan kaki
Ini yang kadang suka dilupakan kebanyakan orang. Coba deh, peribahasa aja bilang dari mata turun ke hati. Ya emang sih yang ditanya udah liat mata kamu, tapi itu aja gak cukup. Sebaiknya kamu turunkan masker, kalau memungkinkan sih lepas helm sekalian saat kamu bertanya jalan ke orang lain. Selain menunjukan kesopanan kamu ke orang yang kamu tanya, kadang memakai helm juga bikin kamu sedikit budek setelah dijelaskan sekali dan malah nanya-nanya lagi. 

3. Matikan motor.
Mematikan motor kamu 2 menit gak akan bikin dunia kiamat. Apalagi kalau kamu pakai knalpot racing yang suaranya ngalahin suara ibu kos yang lagi nagih uang kontrakan. Suara motor kamu juga bisa membantu kamu fokus bertanya jalan dan tidak meminta si penjawab buat menjelaskan berulang-ulang. 

4. Ucapkan terima kasih.
Jangan lupa bilang makasih. Kasir Indomar*t dan alfama*t aja gak gumoh kok walaupun ngucapin terima kasih setiap ada customer. Jangan lupakan kata sakti yang tidak bisa tergantikan dengan apapun ini. Biasakanlah mengucapkan terima kasih sebelum kamu diteriaki "sama-sama" padahal gak bilang makasih. 

Pengendara mobil 
1. Berhenti di tempat yang tidak mengganggu pejalan kaki atau pengendara lainnya. 
Sama aja sih seperti pengendara motor, pengendara mobil juga harus memikirkan tempat dimana harus berhenti saat bertanya arah jalan. Mobil yang kamu kendarai aja sudah bisa menggangu 2 jalur pengendara motor, apalagi kamu berhenti di tengah-tengah. Anak presiden juga bukan, beraninya kamu menguasai jalan cuma buat nanya jalan ke rumah mantan yang baru pindahan lewat mana. 

2. Turun dari mobil.
Sebaik-baiknya bertanya saat kamu mengendarai mobil, adalah turun dari mobil. Kamu tau gak sih kalau kamu si pejalan kaki atau orang yang kamu tanya itu terlihat seperti sedang ngamen di kaca mobil kamu? Itu sih yang terlintas di benak saya. Seolah-olah kita yang butuh, tapi seperti si pejalan kaki yang membutuhkan kita. Seringkali hal ini gak memungkinkan dilakukan karena kondisi jalanan. But, trust me, selalu ada jalan kalau kamu ingin berbuat sesuatu dengan baik dan benar kok. Kalau memang gak memungkinkan, ya silakan jalan lagi sampai kamu dapat tempat yang memungkinkan untuk kamu bertanya arah jalan. 

Kadang memang hal-hal kecil sering kita lupakan padahal sebetulnya hal tersebut mencerminkan apa yang harus dilakukan seorang manusia yang beradab. Terus kalau kamu gak melakukan hal-hal yang sudah disebutkan di atas, kamu bukan manusia yang beradab gitu? Ya, gak gitu juga. Etika kesopanan itu kan macam-macam bentuknya. Bagi saya, hal kecil seperti sekedar bertanya arah jalan saat kita berkendara aja mencerminkan bagaimana seharusnya kita berlaku ke manusia lainnya sebagai bentuk rasa hormat. Banyak orang bilang, "hormatilah orang lain terlebih dahulu kalau kamu ingin dihormati". Menghormati dan menghargai orang lain bahkan saat berkendara itu menurut saya cukup penting karena kamu bukan manusia purba yang masih gosok-gosok batu buat nyalain api. 

Nah, kira-kira begitu apa yang sebaiknya dilakukan saat kamu bertanya arah jalan saat berkendara. Ini menurut opini saya loh. Setiap orang itu memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda-beda. Selagi menurut kamu hal yang kamu lakukan adalah baik, sopan, dan sudah pada tempatnya, lanjutkan. Tapi, kadang yang kita sudah pikirkan pun masih kurang sesuai pada tempatnya. Tulisan ini mungkin memang bukan cara yang benar-benar sesuai pada tempatnya, setidaknya menurut saya sudah cukup mewakili perilaku kita sebagai manusia yang beradab yang menjunjung tinggi etika kesopanan. 


Share on Google Plus

0 comments :

Post a Comment