Jual Barang Bekas dengan Pasang Iklan

3:28 PM

Situs jual beli sekarang sudah bervariasi dan menawarkan banyak kemudahan baik dari sisi penjual maupun pembeli. Mulai dari bisnis model yang di design menjadi marketplace, classified ads, online retail, atau payment gateway. Masing-masing perusahaan berlomba-lomba meningkatkan bisnis modelnya dengan claim yang juga bervariasi. Mulai dari banyak penjual, sampai barang yang cepat laku dijadikan headline atau jargon dari masing-masing perusahaan jual beli online. 

Sekilas tentang marketplace, classified ads, atau online retail mungkin bisa saya jabarkan dalam bentuk bisnis model berikut ini :

Marketplace 
Ekosistem yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk dapat melakukan kegiatan transaksi online yang mencakup pemesanan, pembayaran, dan pengantaran. 
Online Retail (e-Commerce) 
Toko online dengan alamat website (domain) sendiri dimana penjual memiliki stok produk/jasa dan menjualnya secara online kepada pembeli, 
Classified Ads 
Merupakan situs iklan baris, di mana situs yang bersangkutan tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online. 

But hey, no. I don't wanna write a review about those thousand e-commerce in Indonesia. Saya yakin pada prakteknya, masyarakat Indonesia sudah lebih paham plus minus berbelanja online dan juga bagaimana mekanisme jika ingin berjualan online. Kali ini saya akan membahas bagian Classified Ads saja. Pasang iklan. 

Memang apa bedanya OLX dengan situs jual beli lainnya?

Free classified atau lebih mudahnya sebutlah iklan baris gratis. Pernah lihat iklan-iklan baris di koran-koran? Seperti itu lah bisnis model OLX. Tidak ada stock barang di gudang, tidak ada payment gateway, murni hanya pasang iklan. Penjual pasang iklan produknya di OLX, pembeli cari barang, kemudian pembeli langsung menghubungi penjual jika berminat dengan barang yang terpasang di OLX. Thats it. OLX menyediakan platform dimana penjual bisa mempromosikan produknya secara gratis tanpa harus terikat dengan sistem pembayaran dalam jangka waktu tertentu dengan OLX. 

Pasang iklan tapi ditolak? 

Beberapa kali saya juga merasakan hal yang sama. Iklan saya ditolak tayang di situs OLX. Hey, whats wrong, babe? I don't sell any drugs or something like that, right? Yes, its true. Tapi, OLX bukanlah situs lokal yang tidak memperhatikan segala aturan pemerintah maupun kebijakan-kebijakan internasional. OLX tergabung dalam Naspers Group dimana kiblat-kiblat aturan yang dipatuhi bukan hanya aturan pemerintah lokal saja. Aturan pemerintah aja sudah segambreng banyaknya loh. Kebayang dong ditambah dengan kebijakan internasionalnya juga. Contohnya, jangan berharap iklan kamu akan tayang kalau kamu jual sepatu converse abal-abal kondisi baru dengan harga Rp200.000. OLX berkomitmen untuk tetap menjaga hak kekayaan intelektual (HAKI) dimana menjual barang-barang imitasi, KW, kualitas semi premium, grade ori adalah pelanggaran undang-undang terkait HAKI. Begitu pula dengan brand-brand ternama yang produk imitasinya dijual di OLX. Siap-siap saja iklan kamu ditolak kalau pasang iklan jual tas GUCCI (imitasi) dengan harga 100ribuan. 

Iklan saya ditolak dengan alasan produk illegal?

Untuk kategori kesehatan, kecantikan atau kosmetik, jangan kaget kalau produk-produk tertentu ditolak iklannya oleh situs ini. OLX cukup konsisten dalam menjaga keamanan produk yang dijual termasuk produk-produk kesehatan dan kencantikan. Beberapa produk illegal BPOM akan mudah diidentifikasi dan ditolak dengan alasan produk illegal. Dari sisi koncumen, kita bisa mengapresiasi langkah yang diambil OLX agar tidak merugikan pembeli. Jadi, kalau vape itu masih dinyatakan illegal atau tidak direkomendasikan oleh BPOM, sudah pasti OLX mengamini statement yang diberikan BPOM dengan menolak iklan yang menjual vape. Simple as that. 

Barang cepat laku?

Terhitung sudah 3-4 barang yang saya pasang di situs OLX, sudah laku terjual. Belum lagi baru sabtu lalu teman saya titip pasang iklan HP-nya, hari Minggu sudah COD dengan pembelinya. Yes, betul sekali. Kalau OLX memasang jargon barang cepat laku setelah pasang iklan, saya akui memang benar. Saya malah ketagihan untuk menjual barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Ternyata barang-barang bekas pun bisa bernilai harganya. Lumayan buat beli nasi-ayam penyet di jam makan siang kantor. 

Culture Menjual Barang bekas
Pic : Click for Source
Masyarakat Indonesia secara luas belum terbiasa untuk menjual barang bekas yang ada di rumah dan sudah tidak terpakai. Sebagian orang berpikir akan dengan senang hati untuk memberikannya ke orang lain, saudara, atau tetangga yang menurutnya lebih membutuhkan. Sebetulnya belum tentu orang yang kita berikan barang bekas pakai kita memang membutuhkan. Alih-alih berbuat kebaikan dengan niat menyumbang malah ujungnya tidak terpakai. Kalau di USA, Germany, atau sebagian negara bagian di Europe dan Southeast Asia, menjual barang bekas seperti sudah menjadi culture yang menempel pada kebiasaan sehari-hari masyarakatnya. Sedangkan masyarakat Indonesia, kadang masih memilih menyimpan kenangan masa lalu meskipun pahit, ketimbang menjadikannya sumber penghasilan lain. Hidup memang emang gitu, ya namanya juga kenangan. Gak bisa digantikan dengan rupiah, kan? 

Kalau ngurusin kenangan mulu mah, kapan move on dong ah? 
Daripada barang bekas gak terpakai cuma dijadiin "bahan kenangan" doang, ya mending dijadiin bekal makan siang aja kan? 



You Might Also Like

0 comments