Menjual Diri melalui Resume atau CV yang Menarik

6:19 PM

click for pic source
Percaya atau tidak, bahkan seorang pekerja yang sudah bekerja selama 2 tahun di sebuah perusahaan masih belum bisa menjual dirinya dengan cara membuat resume yang (setidaknya terlihat) menarik di mata seorang recruiter atau staf HRD yang melakukan proses recruitment karyawan. Tidak tahu caranya atau tidak bisa membuatnya jadi salah satu alasan seseorang tidak bisa menjual dirinya di atas sebuah resume yang baik. Baru-baru ini mata saya terbelalak ketika salah seorang teman yang saya percaya memiliki wawasan dan pengalaman yang luas di bidang finance, mengirim resume-nya berikut lampiran-lampiran sertifikat atau document pendukung SECARA TERPISAH atau tidak dijadikan satu format document pdf. Hah? Atau jangan-jangan kamu yang membaca ini masih mengirim resume pekerjaan kamu dengan melampirkan file yang terpisah-pisah? Tenaaang. Saya juga pernah ada di posisi kamu dan dengan pedasnya seorang teman yang saya kenal di dunia maya langsung mencela saya dengan kalimat “MANA ADA HRD YANG MAU NGELIAT KALO CV AJA LU PISAH-PISAHIN GINI” Saya ucapkan banyak terima kasih kepada teman saya ini karena telah memberikan saya secercah cahaya dan menarik saya dari zaman purbakala yang gelap gulita sekitar 3 tahun lalu.

Membuat resume yang menarik? Memang buat apa? Toh yang penting informasi tentang si pelamar kerja sudah tertuang semua dengan baik, kan?

Baiklah. Biar saya beri satu skenario singkat. Kalau kamu menemukan dua kardus di pinggir jalan, kardus A adalah kardus yang dibungkus dengan kertas kado cantik, dipasangkan sebuah pita yang lucu, isi di dalam kardus pun tertata rapih di dalam, sedangkan kardus B adalah kardus yang dibungkus dengan plastik hitam sobek-sobek dan isi di dalamnya berserakan ke luar kardus. Mana yang akan kamu ambil jika kamu diharuskan memilih untuk membawa diantara dua kardus itu?

Membuat resume yang menarik sama dengan menata barang di kardus tersebut. Seseorang pastinya akan mengambil kardus yang rapih, cantik, dan tertata dengan baik ketimbang mengambil kardus dengan tampilan rongsokan dan isinya yang berada terpisah-pisah diluar kardus. Apa hal tersebut menentukan segala sesuatunya dinilai dari tampilannya? Oh come on, kamu masih percaya “don’t judge the books from its cover” di dunia lamar melamar pekerjaan? Soal ini akan saya bahas nanti. Untuk sekarang, mari kita membahas soal menjual diri di atas resume yang menarik.
Beberapa kali saya menerima resume atau CV teman yang dikirim ke saya, dan hampir semua dari mereka yang bahkan sudah bekerja selama 2-3 tahun masih belum belajar dengan baik bagaimana mengirim resume yang baik dan tidak menyusahkan team recruiter. Mengirim document-document secara terpisah didalam 1 email lamaran pekerjaan. Come on, dude. Apa team recruitment atau HRD punya waktu sekian banyak untuk melihat document kamu dan membukanya satu per satu? Apa menyusahkan team recruitment akan membuat kamu mendapat nilai plus di mata team recruitment? Hal yang harus kamu perhatikan saat mengirim document-document lamaran pekerjaan adalah menggabungkan semua document yang ada menjadi 1 document dengan format pdf. Kamu bisa memanfaatkan tools-tools online untuk menggabungkan document-document ke dalam format pdf. Contohnya kamu bisa gunakan https://smallpdf.com/ kalau document kamu masih dalam bentuk microsoft word atau jika ingin menggabungkan semua document pdf kamu menjadi 1 pdf. Silakan coba tools online tersebut. Tools ini selalu menjadi andalan saya setiap kali saya ingin menggabungkan document-document yang ingin saya kirim.
Seringkali saya melihat resume yang terlalu banyak penjelasan namun tidak cukup menarik dari segi tampilan karena pelamar kerja menjabarkan resume-nya sendiri sampai berlembar-lembar diluar dari document pendukung seperti ijasah, transkrip nilai, atau sertifikat-sertifikat penghargaan lainnya. Hal lain yang harus kamu pelajarai adalah buatlah resume yang informatif dan tidak bertele-tele sampai menghabiskan 5 lembar hanya untuk resume kamu saja. Kecuali, perusahaan meminta kamu untuk menjelaskan job desc dari masing-masing pengalaman kamu di dalam resume kamu. Sebagian perusahaan yang menyatakan lolos seleksi administrasi pada pelamar kerja biasanya ada yang meminta pelamar kerja untuk melengkapi resume-nya dengan menambahkan job desc atau apa saja yang sudah dilakukan si pelamar kerja di perusahaan sebelumnya.

Selain dua poin besar di atas, kamu juga bisa memperhatikan hal-hal berikut sebagai nilai tambah dalam resume atau cv kamu, diantaranya :
Jika baru ingin melamar pekerjaan atau kamu seorang pekerja dengan pengalaman 1-2 tahun, usahakan resume kamu yang berisi personal detail, education background, experience, capabilities, awards atau organizational experience tidak lebih dari 2 lembar. Lebih baik lagi jika kamu bisa merangkumnya menjadi 1 lembar yang informatif. Saya biasanya mengusahakan bagaimana resume saya hanya jadi 1 lembar sehingga tidak memakan waktu team recruitment dalam menyeleksi resume-resume para pelamar kerja.
Kamu tau, team recruitment atau HRD hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 menit untuk menentukan resume atau CV kamu menarik atau tidak. Kalau kamu bisa menarik perhatian mata team recruitment atau HRD dengan design CV kamu yang menarik, futuristik, dan profesional, mungkin resume atau CV kamu akan berpeluang untuk dilakukan seleksi lebih lanjut seperti sesi interview atau psikotest. Kamu gak harus bisa menggunakan adobe photoshop atau tools-tools editing lain yang membutuhkan skill tertentu. Kamu bahkan bisa mencoba membuat resume yang baik dan (sekali lagi) memanfaatkan tools-tools online. Untuk membuat design CV yang menarik kamu boleh mencoba https://www.canva.com/ dan memanfaatkan template resume yang ada dan menggantinya menjadi resume kamu. Mudah kan?
Zaman sudah semakin canggih dimana team recruitment atau HRD akan memanfaatkan referensi lain yang tertera di CV atau resume kamu. Menambahkan alamat account linkedin akan memberi nilai tambah informasi lain kalau kamu tidak bisa menuangkan semua informasi personal detail atau experience kamu di CV.
Berhati-hatilah menggunakan social media kamu kalau kamu mencantumkan akun social media kamu di CV. Bahkan seorang team recruitment kenalan saya mengaku pernah membuang CV setelah melihat isi akun social media si pelamar hanya content-content provocative yang cenderung mengarah ke pengaruh yang negative. So, be carefull of your social media account, dude.

Nah, supaya mendapat sedikit pencerahan gimana sih seharusnya resume yang baik dan menarik agar skill yang kita miliki laku terjual dan menarik team recruitment untuk melakukan seleksi selanjutnya? Berikut saya lampirkan contoh-contoh resume yang bisa kamu buat di https://www.canva.com/









Selebihnya, mari kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa apa kamu layak mengikuti seleksi selanjutnya dalam lamar melamar pekerjaan. Menjadi seorang profesional tidak harus memiliki skill menggunakan software atau tools tertentu. Memanfaatkan teknologi berbasis online dengan sedikit sentuhan keindahan, apa salahnya kan? 

Semoga beruntung :) 


You Might Also Like

1 comments

  1. CV gue hampir sama kayak contoh di atas. Simpel-simpel aja. Ga bertele-tele juga. Dan menariknya, selalu di panggil sewaktu melamar kerja sebagai part time (ya, namanya juga mahasiswa. Susah kalau mau kerja sebagai full time). Hehehe

    ReplyDelete