Melepas Penat dengan Pesona Indahnya Pantai di Pelosok Banten

2:25 PM



Pantai indah yang bertebaran di pelosok Banten sejatinya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal yang ingin menjajal kedamaian di ujung provinsi Jawa Barat. Kalau Anyer menjadi salah satu pantai favorite para wisatawan lokal untuk berlibur, lain halnya dengan saya yang jauh lebih menyukai pantai indah yang jarang dikunjungi wisatawan. Tentu saja, selain jarak yang menjadi hambatan para wisatawan lokal untuk mengunjungi pantai-pantai indah yang tersebar di Banten, kondisi jalan yang belum sepenuhnya bagus juga menjadi salah satu tantangan tersendiri jika berwisata dengan menggunakan kendaraan pribadi. 

Pesona indahnya pantai dengan pasir yang putih dan air laut yang sangat jernih masih menjadi ciri khas yang dapat ditemukan di sebagian pantai-pantai indah yang tersebar di pelosok Banten. Salah satunya adalah pantai-pantai indah yang terletak di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. Jika Tanjung Lesung menjadi salah satu pantai favorite wisatawan dan yang dinilai cukup jauh dijangkau, lain halnya dengan Sumur yang menjadi destinasi sebagian wisatawan yang ingin berburu kedamaian di tengah laut. Di Kecamatan Sumur ini, wisatawan bisa menemukan banyaknya pantai yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, damai, dan tidak banyak dikunjungi wisatawan karena memang lama perjalanan dan kondisi jalan yang cukup menantang. 

Menjajal indahnya pantai di Kecamatan Sumur ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi (mobil) yang tentu saja akan membutuhkan banyak persiapan baik dari segi kendaraan maupun dari segi pengendara atau penumpangnya. Nah, sebagai bahan referensi para wisatawan lokal yang ingin menjajal indahnya pantai di kecamatan Sumur ini, saya akan bercerita tentang 3 hari  liburan singkat menjajal keindahan pantai di Kecamatan Sumur. 

Hari ke 1 :
Persiapan 
Kami berenam (3 laki-laki dan 3 perempuan) sepakat untuk menggunakan mobil teman saya yang untungnya bukan mobil dengan transmisi manual melainkan matic. Alhamdulillah bagi yang menyetir tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga untuk menginjak kopling. Pesan saya, bagi kamu yang ingin menggunakan mobil manual, sebaiknya persiapkan kondisi kesehatan supir yang akan menyetir mobil karena perjalanan ke Sumur akan sangat menguras tenaga. Persiapkan itinerary dengan sangat matang, mulai dari keberangkatan sampai berapa budget yang harus disediakan kalau kamu menggunakan kendaraan pribadi. Bagi mobil dengan bahan bakar yang irit, kami menganggarkan budget untuk bensin sebesar 450ribu dan budget tersebut cukup sampai perjalanan pulang ke Jakarta. 

Keberangkatan 
Kalau kamu typical pengendara dan penumpang yang tidak biasa menghadapi perjalanan malam, apalagi kamu bukan seseorang yang ahli menyetir di malam hari, sebaiknya urungkan niat untuk berangkat ke Sumur pada malam hari. Sabtu itu, kami berenam memutuskan berangkat jam 10 malam karena 3 dari teman kami harus bekerja pada pagi harinya. Persiapan fisik memang sangat penting untuk pengendara mobil yang akan memutuskan menyetir pada malam hari. Alhasil, namanya juga orang Indonesia yang akan berangkat 1 jam setelah janji. Kami berangkat jam 11 malam menuju tol tangerang - Merak. 

Kondisi jalan 
Penting untuk kamu mengetahui kondisi jalan ketika akan berwisata dengan menggunakan kendaraan pribadi. Maklum, cicilan mobil masih lama, jadi saya dan teman-teman saya melakukan observasi melalui google earth bagaimana kondisi jalanan ke Sumur. Perlu diperhatikan, sebaiknya memang kamu melakukan observasi bagi yang pernah menjajal berkendara ke Sumur dan browsing untuk membaca review-review liburan wisatawan lain sebagai bahan referensi kamu. Benar saja, setelah kami menguatkan niat untuk tetap berangkat meski melihat review wisatawan lain di internet, kondisi jalan selepas dari tanjung lesung ke arah Sumur memang benar-benar menguras energi. Ditambah lagi kami baru sampai pandeglang sekitar jam 3 subuh. Teman saya yang menyetir sudah tidak fokus karena memang dia tidak terlalu ahli berkendara pada malam hari. Kondisi jalanan yang sepi dan masih banyak lubang baik di pinggir maupun di tengah jalan membuat supir harus berhati-hati. Bahkan saya pun memutuskan untuk tidak tidur sampai tiba di Sumur karena memikirkan kondisi teman saya yang menyetir. Setidaknya kami tetap terjaga untuk menemani dia supaya tetap fokus dan tidak mengantuk. Nah, ini dia pentingnya kenapa saya lebih menyarankan berkendara dengan mobil matic. Mobil matic memang memiliki kelebihan dimana pengendara tidak akan terlalu lelah melakukan perjalanan jauh. Jadi, ya memang hanya akan menginjak gas dan rem saja. Kalau kamu ingin menggunakan mobil manual, pastikan pengendara memang sudah ahli di perjalanan lintas kota dengan medan yang cukup menguras tenaga. 

Sesampainya di Sumur 
Sekitar jam 04.30, mobil kami sudah sampai di Kecamatan Sumur yang masih belum terlihat ada aktivitas apapun dari warga. Saya sampai bergumam ke teman saya untuk mampir ke mushola kemudian adzan subuh karena kami belum mendengar suara adzan subuh berkumandang. Sebelumnya kami memang berniat hanya menjajal sampai Sumur saja. Padahal kalau kamu ingin mencoba menjajal pulau-pulau kecil seperti Pulau Umang, Pulau Oar, Pulau Peucang, Pulau Mangir, Pulau Badur, kamu bisa menyebrang dari Kec Sumur. Ya, setibanya kami di Sumur mobil kami berjalan ke arah dermaga penyebrangan. Jadi, sejauh mata memandang kami tidak melihat ada pantai yang indah atau pasir yang putih. Awalnya saya sudah harap-harap cemas karena takut mengecewakan teman-teman saya yang sudah terhipnotis untuk berwisata ke Sumur. Tapi, bermodalkan google, kami pun pantang pulang sebelum menemukan pantai yang indah di Sumur tanpa harus menyebrang ke Pulau Oar atau pulau lainnya. Kami mencoba putar arah dan mengikuti petunjuk dari google maps. Untungnya saat itu sudah pagi, jadi kami bisa dengan mudah melihat pemandangan laut. Benar saja, setelah putar arah kami menemukan pantai cantik di sebelah kanan dengan pohon kelapa yang tertanam di sekitarnya dan 1 mobil yang sedang berkemah. Kami pun memutuskan untuk masuk saja dulu. 

Surga kecil pasir yang putih. 
Saya bahkan tidak tahu apa nama pantai ini, yang jelas, indahnya memang sama dengan pantai-pantai di Pulau Oar atau Pulau Umang. Setelah memarkir mobil, ternyata ban mobil kami bocor. Memang kuasa Tuhan. Kami sudah menemukan pantai di saat ban mobil sudah bocor. Namun, saya tidak terlalu ambil pusing. Berwisata dengan kendaraan pribadi memang selalu ada resikonya. Selagi hal tersebut dinikmati tanpa mengeluh dan masih bersama dengan teman-teman yang juga tidak banyak mengeluh, kami pun tetap menikmati indahnya pantai di saat para laki-laki sibuk mengganti ban mobil. 

Jernihnya air laut 
Tidak ada wisatawan lain selain kami



Sejatinya memang kami tidak ingin menjajal satu pantai saja, karena sudah melakukan perjalanan selama kurang lebih 6 jam, jam 10 pagi kami memutuskan untuk check in di penginapan. Oh ya, satu lagi, jika kamu ingin menginap, pastikan kamu mendapat penginapan yang worth it di kecamatan Sumur. Saya memutuskan untuk menginap di kawasan tanjung lesung karena menemukan harga yang affordable dengan penginapan yang cukup bagus. Ditambah lagi dari awal rencana kami memang tidak untuk menginap di Sumur. 

Setibanya di penginapan, kami menginap di Bunar Tunggal. Sekitar 200meter dari pantai Tanjung Lesung. Nah, satu hal lagi kelebihan bagi wisatawan dengan kendaraan pribadi, kamu bisa dengan bebas mengatur waktu istirahat dan itinerary tanpa harus diburu-buru dengan jadwal tour. Sesampainya di penginapan, kami bersih-bersih, mandi, dan istirahat. Setelah ashar, kami memutuskan untuk menikmati sunset di pantai Tanjung Lesung. Sama halnya dengan pantai-pantai di Sumur, Tanjung Lesung juga berpasir putih dengan air laut yang bersih dan jernih. 

Harga tiket masuk Tanjung Lesung 
Weekday : Rp25.000
Weekedn : Rp40.000




diambil dari salah satu sudut pantai yang sedang surut (gambar diatas bukan sampah, melainkan karang)





Setelah puas menikmati sunset dan pemandangan senja di pantai Tanjung Lesung, kami pun memutuskan untuk mencari makan malam dan kembali ke penginapan untuk beristirahat. 

Hari ke-2 :
Pulau Liwungan 
Keesokan harinya, kami sudah tidak punya rencana apa-apa lagi. Memang sudah takdir Allah, tiba-tiba saya mengajak teman saya yang sudah bangun untuk mencari sarapan ke luar penginapan. Pergi lah kami berdua berkendara di pinggir pantai menikmati sejuknya pemandangan pagi. Sampai di warung pinggiran yang menjual nasi uduk, kami berhenti. Pemilik warung menawarkan kami untuk snorkeling dan menyebrang ke pulau Liwungan dengan harga yang relatif murah. Rp500.000 sudah bisa untuk 6 orang menyebrang ke Pulau Liwungan dan snorkeling. Oke, tanpa pikir panjang sesampainya di penginapan kami memutuskan untuk menjajal pantai tersembunyi di kawasan tanjung lesung. 

Subhanallah, saya seperti sedang wisata ke pulau Sempu. Setelah puas snorkeling, dan menyeberang ke Pulau Liwungan, kami menemukan pantai yang luar biasa lebih indah dari pantai di sekitaran Sumur di hari ke-1. Betahlah kami berlama-lama terpanggang  dibawah cahaya matahari jam 12 siang yang membuat kulit saya terbakar. 

Sayangnya, kamera kami tinggal di mobil karena pemilik warung tadi sudah menegaskan jangan membawa barang berharga terlalu banyak. Jadi, saking senangnya kami menikmati pantai yang begitu indah dengan air yang sangat sangat jernih, kami sampai lupa untuk mengabadikan moment. 



Nah, begitulah liburan singkat saya menjelajah pantai-pantai indah di penghujung Banten. Bagi kamu yang ingin menjajal berwisata ke pantai-pantai indah di Sumur dengan kendaraan pribadi, pastikan hal-hal berikut :
  • Kondisi mobil yang fit. Cek ban dan pastikan kondisi ban oke untuk jalanan yang terjal. Tidak direkomendasikan menggunakan mobil kecil atau sedan untuk menerjang jalanan ke arah Sumur (track dimulai dari Tanjung Lesung)
  • Pastikan perbekalan seperti cemilan, air mineral, dan kopi cukup untuk perjalanan kamu. 
  • Pastikan membawa uang cash lebih karena sulitnya mencari ATM. 
  • Pastikan membawa tisu basah kalau kamu tiba-tiba kepingin pipis di tengah jalan malam-malam. 
  • Pastikan kamu membawa sun block yang masih ada isinya. Karena setelah saya cek, ternyata saya membawa sun block yang sudah habis! 
  • Kemampuan tawar menawar dibutuhkan untuk menawar perahu menyeberang ke pulau-pulau di sekitar kecamatan Sumur. 
  • Estimasi perjalanan dari Jakarta ke Sumur = 7 Jam 
  • Tol PP dari Jakarta = 80ribu 
  • Carilah warung makan yang terjangkau. Biasakan googling sebelum kamu salah masuk restaurant dan keluar dengan harga yang cukup menawan. Kami terbiasa berhenti di depan dulu untuk googling melihat harga restaurant di internet. 
So, happy travelling!!!! Don't collect a things, but collect your own moments!

You Might Also Like

0 comments