Serba-serbi Kehidupan Anak E-Commerce

3:23 PM

Hampir setiap orang meyakini bahwa E-Commerce sudah menjadi bagian dari sendi-sendi kehidupan masyarakat beberapa tahun belakangan ini. Bermunculannya marketplace atau retail online seperti jamur karena hampir setiap bulan muncul satu nama e-commerce baru yang meramaikan online marketplace Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah me-claim bahwa daya beli masyarakat menurun. Sesungguhnya, daya beli masyarakat tidak menurun, wahai para researcher. Hanya saja, mereka berpindah dari toko kelontong ke online marketplace. 

Kali ini bukan soal bagaimana masyarakat Indonesia sudah mulai menjadikan E-Commerce sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Kali ini soal bagaimana sebetulnya kehidupan orang-orang dibalik perusahaan-perusahaan E-Commerce yang sedang "seksi-seksinya" beberapa tahun belakangan ini. 

E-Commerce, baik yang sudah besar atau masih tergolong startup, menjadi jejeran perusahaan yang menarik minat para fresh graduate atau profesional worker untuk mengembangkan karir. Dinilai sebagai salah satu bidang yang menjunjung tinggi asas kreativitas dan inovasi, berbondong-bondong karyawan pada akhirnya memilih untuk meramaikan dunia E-Commerce Indonesia. Menarik bukan? Bahkan sebagian orang yang dirasa sudah "settle" di posisi tertentu pada perusahaan sebelumnya, merasa terjun ke E-Commerce would be one of the best story of their career. I would say, yes. Kamu tidak akan pernah menyesal pernah terjun ke dunia E-Commerce. 

1. We do everything with innovative ways

Satu hal yang mesti kamu tau sebelum terjun ke dunia E-Commerce, inovasi-inovasi menjadi satu hal yang wajib selalu dikembangkan dalam persaingan. Ide-ide baru diharapkan muncul dari kepalamu setiap harinya. Cara-cara baru dalam melakukan penjualan, menarik minat masyarakat untuk berbelanja online, sampai bagaimana mengedukasi masyarakat untuk menjual barang bekas  yang tidak terpakai di rumah merupakan salah satu contoh inovasi-inovasi yang dipikirkan anak-anak E-Commerce. 

2. Creativity is mandatory 
Kalau cara berpikir kamu masih seperti orang pada umumnya, hanya ingin melakukan sesuatu yang diperintah aja, atau kata lainnya "saya mah biasa aja orangnya", terjun ke E-Commerce bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengasah kreativitas yang kamu punya. Kalau kamu merasa kamu adalah orang yang cukup kreatif dan memiliki skill yang jarang orang lain miliki, E-Commerce tempatnya kamu belajar lebih dalam dan langsung mempraktekannya. 
click for pic source
3. Dynamic Environment 
Lingkungan yang dinamis pasti akan kamu temukan di dunia E-Commerce. Kalau 6 bulan lalu kamu melihat seseorang ada di team sales, dan sekarang kamu melihat dia sudah ada di team Operations, begitulah contoh kecilnya. Dinamika di E-Commerce itu berbeda dengan perusahaan-perusahaan pemerintah atau banking pada umumnya. Kebijakan yang dinamis mengikuti kondisi pasar yang ada, sampai career path yang menantang bisa kamu temukan di E-Commerce.

4. We're SWAG
People of OLX Indonesia

Pernah kamu lihat karyawan yang bekerja di E-Commerce pakai dasi, kemeja slim fit lengkap dengan jas, sepatu pantoval, atau seragam coklat-coklat ala PNS ketika berangkat kerja? Kayaknya jarang banget ya. Unless, he/she's CEO or "Very Important Person" in the company. Selebihnya, gak penting kamu pakai baju apa, selama dilihatnya rapih you still free to choose everything you want to wear everyday. Kenapa? Yang penting itu bagaimana kamu bekerja, bukan apa yang kamu pakai. 

People of OLX Indonesia

5. Good office for good work 

Saking tingginya ekspekstasi perusahaan terhadap kinerja kamu setiap harinya, perusahaan juga memberikan berbagai macam fasilitas dan persediaan bahan pangan yang cukup membuat kamu naik berat badan walau baru satu bulan bekerja di E-Commerce. Hal lain yang pasti akan kamu temukan di kantor-kantor E-Commerce : urban office. Pernah nonton The Intern, atau liputan-liputan urban office dengan konsep open space dan modern? Nah, persis banget sama kantor-kantornya anak-anak E-Commerce nih. Jarang kamu menemukan kantor-kantor E-Commerce di design monoton atau "biasa aja". Saking untuk mendukung kreativitas dan pekerjaan karyawannya, konsep atau design kantor-kantor perusahaan E-Commerce ini bikin karyawannya betah sampai kerja larut malam gak berasa gitu. 


Nah, kira-kira 5 hal di atas yang gampang kamu temukan di kehidupannya anak-anak E-Commerce. Sebagian orang berpikir tekanan kerja di perusahaan E-Commerce terbilang tinggi mengingat target-target dan tantangan dari masing-masing perusahaan juga berbeda-beda. Tenaaang, itu bukan salah satu hal yang mesti jadi bahan pikiran kamu sebegitunya. Over time baik di perusahaan E-Commerce maupun Banking atau perusahaan pemerintah menurut saya tetap sama. Tergantung bagaimana kamu bisa mengerjakan tugas kamu dengan efektif dan efisien. Kalau kerjaan kamu main social media terus di jam kerja sih, over time kamu bisa sampe jam 12 tuh. 


Credit to :
- OLX Group Office 
- OLX ID People 

You Might Also Like

0 comments