Visual Scoring to People - Part 1 (in Bahasa)

7:57 PM

Notes :
If you speak different language, feel free to do "Right-Click" and choose "Translate to English" 

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Don't judge a book from its cover" , and i would say to those innocent people who say that sentences "Okay, try not to open your eyes when someone told you that Gigi Hadid is standing in front of you and wearing a bikini" 


Visual Scoring

I would type "Physical Scoring  to People" as title, but this article wouldn't talk too much phsycally. I rarely meet those bastard who give Visual Scoring to a girl and it makes me feel so uncomfy to face this kind of circumstance. Mostly, i live around a good environment (thanks to my mom and dad), my best friends are the most positive persons I've ever meet, a good school (except the time of elementary school, pardon the kids), also a good place to work (kind of). During those times, i never meet this kind of bastard who give a Visual Scoring to a girl only at the first time and the saddest thing is his words impact me to write this article. 

Pernah gak kamu mendengar kata-kata "Cowok adalah makhluk visual"? Jadi, jangan kaget kalau pacar kamu melirik cewek cantik dengan rok mini bahkan saat jalan dengan kamu. Grow up, man will always be a man. Coba sekarang arahkan fakta tersebut ke diri kamu sendiri, pernahkah terlintas sedikit pemikiran tertentu saat kamu bertemu seseorang? Mulai dari apa yang dia pakai, raut mukanya ramah atau jutek, sampai HP apa yang dia gunakan.

Menurut saya, sangat naif sekali ketika seseorang tidak memiliki pemikiran apa-apa tentang orang yang pertama kali dia temui. Bahkan saya sebagai perempuan, secara visual pikiran saya akan liar ketika melihat penampilan orang lain. Saya akan menilai, dia pakai baju yang rapih lengkap dengan sepatu dan parfum yang dia gunakan, bagaimana caranya berbicar atau mendengarkan orang lain.  Wajah? Saya merasa sangat kecil sekali ketika harus menilai orang dari wajah. Macam tidak pernah makan bangku sekolahan (ngapain amat, keras juga non) dan belajar PPKN aja. 

Menilai dari luar boleh, tapi berkata buruk secara langsung, JANGAN!

Pic Source
Pernah melihat bagaimana seorang Romy Rafael mengendalikan pikiran orang lain saat sedang beraksi sulap? 

Orang lain saja bisa mengendalikan pikiran orang lain. Seharusnya kita pun bisa untuk mengendalikan apa yang kita pikirkan terhadap orang lain. Menurut saya, sebagai seorang Libra yang tidak akan keluar rumah sebelum memastikan outfit yang saya pakai sudah matching warnanya, setiap orang bisa mengendalikan pikirannya untuk tetap berada di pikirannya sendiri. Maksudnya, ya gak perlu keluar jadi kata-kata yang akan menyakitkan orang lain. 

Beberapa waktu lalu, saat sedang ngobrol di salah satu kedai kopi, salah seorang teman saya bilang "iya, ceweknya gak cantik kok". Sontak penilaian saya atas dirinya sebagai cewek dengan paras cantik pun berkurang satu point. Apa yang kamu lihat gak cantik, bagi saya sudah cantik. Saya tidak perlu melihat paras pacar teman kita yang diasumsikan "tidak cantik" oleh teman saya. Cukup mendengar pacarnya adalah seorang designer perusahaan kelas internasional ternama, buat saya cukup untuk menilai perempuan yang dipacarin teman saya itu cantik. Penilaian orang relatif bukan?

Pernah gak sih kamu memikirkan apa yang keluar dari mulut kamu mengenai visual scoring seseorang adalah yang terburuk sepanjang abad? Keadaan-keadaan seperti ini yang membuat saya berpikir, "okay, Indonesian needs to grow up". Apa ada departement khusus yang menyatakan standar kecantikan atau ketampanan seseorang diukur dari tinggi badan atau warna kulit? 

Sayangnya, saya masih menemukan sebagian kecil orang yang akan dengan mudah melontarkan kata-kata buruk tentang Visual orang lain, bahkan ketika pertama kali bertemu. Damn it, did you even go to college? Because those elementary schools graduate can say better thing than you! 

Tidak ada yang haqiqi di dunia ini

Kamu mau secantik atau setampan apapun, dunia medis atau kecantikan tau apa yang mereka lakukan. Tapi, ketika apa yang kamu lontarkan ke orang lain itu menyakitkan, apa dunia medis bisa memberikan resep kebaikan untuk kamu yang masih doyan melontarkan kata-kata terkait visual scoring seseorang? 

Kamu mau secantik Gigi Hadid dengan lekuk tubuh yang entah bentukannya kenapa bisa kaya gitu pun bisa. Tapi, apa pemikiran kecil kamu atas tampilan orang lain itu bisa divermak dengan mudah? 

 Pic Source
Pic Source
Dunia medis atau kecantikan selalu punya cara untuk mewujudkan keinginan pasiennya untuk memperbaiki tampilan luarnya. Tapi, apa yang kamu lakukan, katakan, dan pikirkan tentang orang lain, tidak masuk ke dalam daftar yang bisa diperbaiki dunia kecantikan. Jadi, mulailah untuk bijak menilai orang lain. Sekalipun menilai secara visual, cobalah untuk tidak melontarkan kata-kata buruk yang akan menyakitkan orang lain. Menjaga pikiran untuk tidak keluar ke permukaan itu jauh lebih mudah ketimbang menjaga hubungan. 

You Might Also Like

0 comments