Penghentian Pendaftaran Taxi Online, apa kata pengguna?

Pic Source : Republica.co.id

12 Maret 2018 lalu pemerintah memutuskan untuk melakukan moratorium atau pemberhentian sementara penerimaan pendaftaran taxi online kepada 3 perusahaan besar penyedia jasa taxi online. Go-Jek, Grab, dan Uber, diminta untuk tidak menerima pendaftaran dari calon driver online di seluruh daerah di Indonesia. 

70% dari hasil study pemerintah menunjukan bahwa kendaraan yang digunakan para driver online didapatkan dengan jalur kredit. Tidak tercapainya titik keseimbangan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan) yang ada di lapangan juga merupakan salah satu alasan keputusan yang diambil oleh pemerintah. Jumlah driver online jauh lebih banyak ketimbang penumpang. 

Moratorium yang diberlakukan selama satu bulan sampai batas waktu yang belum ditentukan ini menelurkan banyak pendapat khususnya dari masyarakat. Meskipun 3 perusahan besar tersebut belum memberikan keterangan apapun di media, pemberhentian sementara pendaftaran taxi online ini diakui pemerintah bertujuan untuk melindungi para driver yang ada saat ini. Kelebihan jumlah driver online berdampak pada penghasilan yang didapatkan setiap harinya. Bagi driver yang menggunakan kendaraan dengan jalur kredit, hal ini juga berdampak pada kredit macet sector kendaraan. 

Tidak dapat dipungkiri 3 perusahaan besar ini secara massive memberikan sebuah harapan bagi masyarakat Indonesia khususnya di sector lapangan pekerjaan. Peningkatan taraf hidup masyarakat dengan meningkatnya penghasilan masyarakat juga dipengaruhi oleh bergabungnya para driver dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa taxi online tersebut. 
Pic source : techinasia.com
Namun, dengan semakin pesatnya perkembangan transportasi online tersebut, hal-hal yang mudah ditangkap oleh mata kita tentunya menjadi salah satu alasan mengapa keputusan ini menuai banyak pendapat. Sebagian masyarakat setuju atas keputusan pemerintah ini dengan dalih semakin banyaknya driver online maka kemacetan di beberapa daerah pun juga tidak dapat dihindari. Sebagian lagi juga tidak setuju dengan dalih akan terciptanya pengangguran jika calon driver online ini tidak diberi kesempatan bergabung.

Pasca diberlakukannya moratorium ini, saya telah melakukan research kepada para pengguna layanan taxi online ini. Selain respondent yang berasal dari segala umur, baik pelajar, maupun pegawai, response dari sebagian orang rata-rata hampir sama. Mulai dari kemacetan, pengangguran, perbaikan sistem, perbaikan transportasi umum, dsb. 


Dari hasil kuesioner yang saya sebar di kalangan netizen para pengguna transportasi online, terjadi perbedaan yang sedikit antara setuju atau tidaknya masyarakat terhadap keputusan ini. Sebanyak 55.2 % memilih tidak setuju dengan keputusan pemerintah, sedangkan 37.90% memilih setuju dengan keputusan pemerintah. 

Menurut kamu, apa kata pengguna tentang keputusan pemerintah ini? Jika pendaftaran ini dihentikan, sebetulnya bisa jadi tidak ada pengaruhnya karena sekarang aja kita sudah cepat mendapatkan driver saat melakukan order transportasi online tersebut. Semoga komentar-komentar di bawah ini tidak ada yg mengarah ke "nanti makin sedikit SDO (Sumber Daya Ojek) yg ganteng". 

Sebagian Komentar dari Mereka yang SETUJU dg Keputusan Pemerintah

"Driver banyak yg rebutan penumpang. Belum lagi kriminalitas karena kurang kontrol."
- FR, 25th, Pegawai Swasta

"Lebih baik perbaiki sistem dulu supaya semua driver dapetnya sama. Makin macet juga"
- AS, 23th, Pegawai Swasta

 "Driver yg ada suka bikin komunitas & nongkrong nunggu order. Merusak keindahan jalan. Kadang suka makan badan jalan. Mobil pribadi + taxi online = makin macet"
- SAP, 26th, Banker

"3 perusahaan ini belum maksimal monitor driver-drivernya. Kriminalitas masih banyak"
- TI, 26th, Pegawai Swasta

"Kasih peluang buat transportasi umum selain taxi online ini. Coba seleksi ketat pendaftaran. Kalau yg sudah punya penghasilan ya gak usah diterima. Contohnya karyawan yg sambilan "
- MI, 27th, Pegawai Swasta 

"Jalan udah makin macet. volume kendaraan makin tinggi.  "
- AAD, 25th, Banker 


Sebagian Komentar dari Mereka yang TIDAK SETUJU dg Keputusan Pemerintah

"Pemerintah harusnya imbangi dari sisi transportasi umum yg ditawarkan. Menghadapi era digital itu bukan dg jalan memberhentikannya" 
- RA, 25th, Pegawai Swasta

 "Transportasi yg dikelola pemerintah aja belum memadai. "
- BA, 24th, Pegawai Swasta

"Ada banyak orang yg gak punya keahlian khusus. Jadi gak punya kesempatan buat cari tambahan penghasilan"
- RI, 26th, Guru 

 "Mengurangi pengangguran. Mudah pula"
- DE, 17th, Pelajar 

"Sekarepmu lah Pemerintah"
- AA, 30th, Pegawai Swasta

"Kalau yg daftar buat jadi sampingan ya gak usah. Kalau yg daftar buat jadi pekerjaan sehari-harinya, ya kasih aja"
- DIA, 26th, Pegawai Swasta 

Komentar-komentar di atas tidak saya tulis sendiri, melainkan saya dapatkan dari respondent yang bersedia mengisi kuesioner saya. 

Jika melihat keadaan jalan di Jakarta yang lama perjalanan menuju suatu tempat sudah gak logic lagi, saya pribadi memang prihatin dengan semakin bertambahnya volume kendaraan di jalan. Tapi di satu sisi, semua orang ingin hidup yang serba mudah. 3 perusahaan penyedia jasa ini sudah sangat mampu untuk menjawab kondisi kita sekarang ini. 

Hmm, selain tindakan preventif dari segala sisi yang harus disediakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ini, memang perlu adanya pengawasan khusus agar tidak terjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. 

Kalau sudah begini, mungkin saya akan bilang "bawa aku ke Wakanda :)" 

Pic source : tribunnews.com





For further information or discuss, feel free to contact me on :
nonisetianingsih@gmail.com
Linkedin : Noni Setianingsih 




Reference : 
http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/03/12/pemerintah-minta-operator-hentikan-sementara-perekrutan-sopir-taksi-online
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3915741/pendaftaran-sopir-taksi-online-dibuka-lagi-bulan-depan
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3915741/pendaftaran-sopir-taksi-online-dibuka-lagi-bulan-depan

You Might Also Like

2 coment�rios

  1. serius amat non, tapi gue baca ampe abis sih. gue baru tau soal rencana pemerintah itu.

    ReplyDelete