KisahHijabku : Mengejar Dunia yang Hanya Sementara

Kisah yang ditulis dalam rubrik "Kisah Hijabku" di website ini merupakan kisah nyata perempuan-perempuan yang mengalami berbagai macam ujian kehidupan sampai pada akhirnya memutuskan untuk mengenakan Hijab. Kisah-kisah yang akan ditulis di rubrik ini semata-mata tidak bertujuan untuk mempengaruhi atau menjelek-jelekan sebagian pihak. Kisah-kisah yang ada pada rubrik ini bertujuan untuk membuka mata dan hati kita untuk selalu menghargai perjuangan orang lain untuk tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Nama tokoh dalam artikel ini di samarkan demi kenyamanan narasumber. 

Rima, 26 Tahun, Bankir Muda yang Cerdas nan Cantik 

Siapa yang tidak senang? Begitu lulus kuliah dari sebuah perguruan tinggi negeri yang walaupun popularitasnya belum begitu mentereng (seperti UI, ITB, IPB, UNPAD, atau yang kamu pasti pernah dengar sebagai jajaran 10 besar universitas favorit) langsung diterima bekerja di sebuah program Development di Bank Swasta terkenal di Indonesia. Perjuangan 4 tahun kuliah pun akhirnya terbayarkan dengan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang baik dan posisi yang menjanjikan. Wah, dunia sepertinya masih baik-baik saja untuk sekarang. 

Walau semasa kuliah pernah mengenakan hijab karena kewajiban, tapi saat memasuki dunia kerja hati seorang dara muda dengan kulit putih ini masih belum memutuskan untuk melanjutkan hijabnya ke dunia kerja. Tanpa paksaan dari orang tua untuk mengenakan hijab, akhirnya Rima memutuskan menjalani karir sebagai Bankir muda yang dituntut untuk berhubungan dengan banyak nasabah. Kebetulan, Rima bekerja di Bank Swasta dengan nasabah yang sebagian besar adalah Tionghoa atau Chinese. Well, sejauh ini masih diterima dengan baik. Good starts, right?

Buat gue yang sebenarnya gak pinter2 amat bisa masuk pendidikan atau program dan bersaing sama anak2 lulusan luar rasanya masih ga bs dibayangin sih. Posisi untuk anak fresh graduate udah tinggi, gaji oke, fasilitas oke, pergaulan middle up temen2nya, dan mereka care banget, punya pacar dan sahabat yg baik2, pokoknya life seems so easy!

"Life seems so easy", for the world. 

Bagi Rima, bahkan tahun-tahun menjejaki karir sebagai Bankir muda masih sulit dilupakan karena semua yang ditawarkan di dunia tersebut sejauh saat itu sangat mudah didapatkan. Teman-teman yang baik, dan bahkan pacar yang baik yang berbeda keyakinan pun masih bisa diterimanya. Walaupun seorang muslimah, Rima pun berpacaran dengan seorang laki-laki yang sangat baik yang berbeda keyakinan. Tentu Rima tahu, hubungan ini gak akan pernah berhasil. Tapi, ya namanya juga hati, mau berbohong kalau gak suka dan sayang sepertinya sulit. 

Namun dibalik semua itu, seperti ada yang hilang..

Menjalani hari-hari sebagai seorang Bankir muda yang tinggal jauh dari keluarga, membuat Rima menjalani hari-hari yang bebas meskipun dia tahu dimana batasan sebagai seorang anak yang baik. Sayangnya, pekerjaan menjadi Bankir dalam development program di Bank terkenal ini membuat ibadahnya jadi tidak teratur. Sholat pun berantakan, tidak jarang saat berkumpul dengan teman-teman yang mayoritas non muslim pun secara tidak sengaja Rima lupa mana makanan yang halal dan non halal yang harus dikonsumsinya.

Pada akhirnya, sebaik apapun dunia yang dijalani, hatinya tetap gelisah. Meski serba kecukupan, bahkan lebih dari cukup, hatinya tetap gelisah menjalani hari-harinya sebagai bankir muda. "Ada yang hilang", entah apa, sampai pada saatnya Ibu pun telepon minta pulang ke rumah dan cari kerja yang bisa pulang pergi aja. 

Putus cinta itu sakit ya..

Menilai baiknya seseorang itu memang relatif. Apalagi menilai baiknya seseorang dari agama yang dipeluknya. Saya percaya baik tidaknya seseorang itu bukan dinilai dari agamanya, apalagi seberapa sering dia beribadah. Namun untuk hubungan yang memang serius ke jenjang pernikahan, Rima tahu betul hubungannya pun tidak akan berhasil meski lelaki pilihannya saat itu memang yang terbaik. He has all the things she wants as his spouses

Pada akhirnya, meninggalkan seseorang yang dicintai karena "dia disuruh nikah" pun menjadi keputusan yang diambil Rima. Well, it is one of the bad times, right?. 

Ayah minta anak-anak perempuannya berhijab..

Hidup sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara, dimana punya adik perempuan yang juga cantik, membuat orang tuanya pada akhirnya meminta anak-anak perempuannya untuk berhijab. Saat itu, adiknya menyanggupi permintaan ayahnya untuk berhijab. Rima? Belum, bahkan ke kantor masih mengenakan rok pendek. 

Sejak adiknya lebih dulu berhijab, Rima tetap tidak ingin mengenakan hijab karena dia berpikir, berhijab itu harus datang dari hatinya. Bukan dari permintaan orang tuanya, atau desakan orang lain. 

Pada akhirnya, kebawelan orang tua pun menyerang Rima untuk berhijab. Rima masih tetap pada pendiriannya. Akan berhijab, namun keinginan itu harus datang dari dirinya sendiri. 

Bertemu lelaki muslim yang baik?

Setelah putus cinta, di tengah kalutnya, dia pun bertemu seorang lelaki muslim yang sepertinya baik. Masa-masa berkelahi ala pasangan muda pun gak ditemukan saat menjalani hubungan dengan lelaki muslim ini. Ya, mungkin Allah sedang kasih pilihan yang lebih baik lagi. Pilihan yang bisa membimbing dia menjadi seorang muslimah yang lebih baik lagi. Dia percaya lelaki ini bisa membimbingnya ke jalan yang seharusnya, saat itu..

Namun, entah, ada sesuatu di balik semua ini. Rima pun yakin, ada sesuatu dibalik baiknya seorang laki-laki. Nope, dia mungkin bisa sesempurna ini, tapi ada sesuatu yang diyakini Rima sedang disembunyikan.


Jawaban dari kegelisahan manusia adalah tahajud

Pernah dengar, kegelisahan itu akan datang jika kamu enggan komunikasi dengan Allah? Rima paham hal itu, bahwa masalah dunia solusinya adalah dengan berkomunikasi ke sang Penciptanya Dunia, Allah SWT. Saat itu, tahajud pun diniatkan untuk mengobati kegelisahan Rima akan hidupnya, karir, dan percintaannya. 

Jawaban pun datang, rencana seharusnya sudah melangsungkan lamaran setelah idul fitri tahun ini, jawaban pun datang untuk menjawab kegelisahan Rima akan laki-laki yang sedang bersamanya.

Ternyata, dengan kekuatan FBI perempuan, Rima pun menemukan fakta bahwa pacarnya pun masih berhubungan dengan mantannya. Hancur lah sudah. Terjawab semua kegelisahan kenapa hatinya tidak kunjung final memilih laki-laki yang dia percaya baik ini. 


Pada akhirnya, semua kerumitan hidup dan dunia ini memberikan keyakinan bahwa aku harus berhijab..

Gelisah udah pada puncaknya, pada akhirnya Allah selalu kasih jawaban setiap Rima minta jawaban tentang hidupnya, lantas kenapa masih ragu untuk menjalankan perintahnya? 

Semua akumulasi yang terjadi dalam hidupnya atau yang disebut Rima sebagai Quarter Life Crisis di usia 25tahun, Rima pada akhirnya memutuskan untuk berhijab. 

Selesai cerita? Oh tidak, ceritanya bukan sampai pada Rima berhijab. 

Pernah baca ayat Quran Al Ankabut 1 - 7 ga non? Tidakkah seseorang mengaku beriman sedang mereka tidak diuji lagi. Karena Allah ingin buktikan orang-orang yang hijrah ini beneran tobat apa cuma ikut trend

Setelah berhijab, hidup justru malah makin diuji oleh Allah SWT. Keadaan finansial keluarga berantakan karena ibu ternyata diberi kenikmatan penyakit Gerd  dan infeksi paru2. Memutuskan resign dari kantor walau belum dapat kerjaan baru, berbagai ujian yang pada akhirnya datang terus, pada akhirnya Rima percaya "I believe that bestfriend doesn't exist non". 

Teman-teman yang selama ini dipercaya adalah yang terbaik pada saat itu, tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi. "Temen-temen yang dulu cuma buat happy-happy doang pas susah gak ada non". 

Pernah sehari itu karna gue belum kerja dan bingung keadaan diri gue dan keadaan dirumah. gue ke masjid wtc sudirman non dari pagi sampe malem. Cuma sholat sunnah, sholat wajib, ngaji dan ikut kajian sampe isya baru pulang. Kondisinya uang gue menipis. Tapi hati tenang banget mashaa Allah di masjid

Cuma sholat dan dzikir aja penguatnya sekarang sama berpikir tentang kematian deh kayak kemaren nenek gue meninggal minggu lalu. Gue ikut mandiin dan bener2 liat dikuburinnya langsung deh sadar hidup di dunia cuma sebentar kita mati ga bawa apa2 kecuali amal

Dan setiap kesepian gue mikirnya nanti pas dikubur di tanah juga sendirian kok ga ada yg nemenin


Sampai sekarang Rima pun masih istiqomah dalam berhijab dan terus mencari cara bagaimana bisa keluar dari dunia Bank yang sekarang dia jalani. Satu hal yang saya yakin merupakan hal yang sama yang juga diyakini oleh Rima 

Allah itu selalu menguji seberapa besar cintanya kita kepada Allah. Makin cinta, makin besar ujiannya. Makin istiqomah, makin cinta pula Allah kepada kita. 

You Might Also Like

0 coment�rios