Hanya Seorang Pendosa

Wahai kawan, kau tau, sesuatu yang kita anggap besar tidak selamanya besar, atau sesuatu yang kita anggap kecil nyatanya sulit untuk kau kecilkan. 

Dunia.
Apa yang aku dan kau harapkan atas dunia ini? Tahta? Harta? atau Kesenangan dunia yang berlimpah? 

Lantas, jika aku dan kau sudah dalam perjalanan untuk mencarinya, kemudian mendapatkannya, apa yang selanjutnya kita akan lakukan atas itu semua?

Wahai kawan, kau tau, sesuatu yang kita anggap kecil nyatanya sulit untuk kau kecilkan. Apa syurga di sana mudah untuk aku dan kau buka? Apa Rasulullah SAW disana menunggu manusia seperti kita ini? Para pendosa yang mengejar dunia yang tidak akan ada habisnya. Para pendosa yang tidak pernah berhenti mengejar kesenangan dunia.

Lantas, jika kesenangan yang fana itu hilang, aku dan kau punya apa? 

Wahai kawan, kau tau, waktu kita tidak banyak. Berapa tahun yang kita punya di dunia ini? 20, 30, 40, 50, atau 60 tahun? Berapa banyak dari tahun-tahun yang kita miliki untuk memikirkan "rumah abadi" di sana? Berapa banyak dari tahun-tahun yang kita miliki untuk menjalankan misi-misi jannatul firdaus? 

Lantas, jika sebagian dari tahun-tahun itu habis untuk dunia, apa yang kita persiapkan untuk dapat melihat Allah dan RasulNya?  

Sang pendosa ini pun merasa belum pantas mendapatkan syurga, sang pendosa ini pun merasa belum cukup semua amal-amal yang dikerjakan untuk mengganti dosa-dosa yang seperti buih di lautan, sang pendosa ini pun berharap Sang Pencipta menambahkan waktu taubat sampai dikikis dosa-dosa yang aibnya akan dibuka di akhirat kelak. 

Wahai kawan, aku dan kau tidak punya banyak waktu untuk diulur, 
Aku dan kau, 
Hanya seorang pendosa yang diberikan waktu untuk beribadah kepadaNya, dan kembali di jalanNya.. 

You Might Also Like

0 coment�rios