Karyawan Kontrak vs Karyawan Tetap, Mana yang Terbaik?

Ketika memulai mencari pekerjaan baru, status karyawan di perusahaan selalu jadi hal yang paling penting dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut. Secara umum, semua perusahaan akan melakukan percobaan atau yang biasa disebut dengan Probation dalam waktu tertentu, untuk memutuskan menerima pelamar tersebut menjadi karyawan tetap di perusahaan. 

Meskipun sebagian perusahaan akan menjalankan masa percobaan atau Probation Period bagi karyawan baru, tidak jarang juga perusahaan akan langsung menawarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)) yang kemudian menjadikan status karyawan yang diterima sebagai karyawan kontrak. Terus, apa sih bedanya karyawan kontrak dengan karyawan tetap?

Photo by fauxels from Pexels

Karyawan Tetap 
  • Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) , dimana tidak ada kontrak sampai dengan batas waktu tertentu. 
  • Jika terjadi pemutusan hubungan kerja , biasanya karyawan tetap lebih diuntungkan karena umumnya akan mendapatkan uang pesangon, dan uang penggantian hak-hak lain jika ada. 
  • Jenis pekerjaan, untuk jenis pekerjaan atau level tertentu status karyawan tetap dibutuhkan karena biasanya karyawan tetap ini mengerjakan pekerjaan yang memang berkesinambung atau tidak musiman. 
Karyawan Kontrak 
  • Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), terdapat batas waktu tertentu.
  • Jika terjadi pemutusan hubungan kerja , biasanya karyawan kontrak tidak mendapatkan uang pesangon karena Surat Perjanjian Kerja dibuat sampai batas waktu tertentu sudah jelas.
  • Jenis pekerjaan, untuk jenis pekerjaan karyawan kontrak cenderung pada temporary production atau kebutuhan sementara. Dalam arti, kontrak pada batas waktu tertentu ini dikarenakan perusahaan belum memutuskan apakah nantinya posisi ini akan terus dikerjakan oleh staff atau akan digantikan oleh automation process. 
Setelah mengetahui apa bedanya karyawan tetap dan kontrak secara singkat di atas, kali ini saya akan menitikberatkan artikel ini pada point kinerja dan skill dari masing-masing status karyawan tersebut. Tidak jarang karyawan kontrak dipandang hanya sebagai executor dari segala aktivitas bisnis perusahaan. Nyatanya, tidak semua karyawan kontrak hanya sebagai executor yang melakukan day to day dengan pola kerja yang sama. Selama ini, berdasarkan pengamatan dari pengalaman-pengalaman saya, banyak penilaian positif yang datang ke status karyawan kontrak. Tidak sedikit juga dari karyawan kontrak yang pada akhirnya mendapatkan promosi menjadi karyawan tetap karena prestasi, kontribusi, dan kinerja yang sangat baik. 

Jangan Fokus pada Status
Saya pernah menjadi karyawan kontrak, dan pada saat itu semua orang terlalu fokus untuk menjadi karyawan tetap. Setiap hari yang dilakukan adalah bagaimana menjadi executor terbaik pada day to day task yang diberikan perusahaan. Saya, tidak. Kenapa? Bukan itu tujuan saya waktu itu. Tujuan saya adalah bagaimana saya bisa memberikan kontribusi dengan kinerja terbaik, yang akan mempengaruhi pencapaian perusahaan. Bukan hanya fokus pada tugas harian, tapi saya fokus pada bagaimana menjadi seorang initiator, creator, innovator, atau the most impactful person saat itu. Kenapa? Karena saya tidak ingin menjadi executor secara terus menerus. Jika hanya mengandalkan skill sebagai executor, dalam jangka waktu yang lama saya akan terus menjadi executor. Namun, jika saya bisa menjadi seorang initiator dalam perencanaan atau strategi perusahaan, maka pencapaian yang seperti itu yang akan membawa saya menjadi karyawan tetap. 
Photo by fauxels from Pexels

Jangan Fokus pada Benefit
Sebagian orang sangat amat fokus pada benefit sebagai karyawan tetap, maka dari itu mereka sangat amat fokus untuk mendapatkan benefit karyawan tetap. Contoh umum yang didapat karyawan tetap dan karyawan kontrak, misalnya asuransi kesehatan. Karyawan tetap berhak mendapatkan asuransi kesehatan swasta di luar dari BPJS Kesehatan. Asuransi kesehatan ini memang sangat penting menurut saya, karena pelayanan, perawatan, dan segala benefit bisa kita dapatkan dengan cepat ketimbang BPJS Kesehatan yang cenderung menuntut proses dan persyaratan yang sangat panjang. 

Namun, sekali lagi, benefit ini nantinya akan membawa fokus kita menjadi bias. Menurut saya, segala proses itu tidak akan mengkhianati hasil. Jika menjalani proses dengan sangat amat baik, hasil tidak akan mengecewakan. Loh, sekarang pertanyaannya, semua orang butuh benefit yang baik dari perusahaan! Iya, sampai sini saya paham. Tapi rasa-rasanya fokus pada kinerja jauh lebih baik dari pada benefit. 
Photo by Pranidchakan Boonrom from Pexels
Tidak ada yang membedakan, karena semua skill bisa diasah 
Banyak pandangan bahwa skill karyawan kontrak tidak sejajar atau tidak sama dengan karyawan tetap. Loh udah jelas dong, masa mau hire customer service, saya harus cari kandidat yang bisa bikin Business Development Plan. Sungguh bukan perbandingan apple to apple. Ketika ingin membandingkan skill, maka kita harus membandingkan skill karyawan tersebut di level yang sama. Nah, jika kita menemukan justru karyawan tersebut memiliki skill yang sama dengan level yang berbeda, maka hal ini yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk promosi ke karyawan tetap. 

Contohnya, saya sering mendapati bahwa bawahan seorang lead/manager/pemimpin itu jauh lebih baik dari atasannya. Jika terjadi hal yang demikian, maka dapat dipertimbangkan bahwa karyawan tersebut bisa dipromosikan. Sama halnya dengan karyawan kontrak. Pada level tertentu, saya juga banyak melihat ide-ide, inisiasi, rencana-rencana strategis justru datang dari karyawan kontrak yang dimana menurut sebagian orang, soft skill tersebut umumnya dimiliki oleh karyawan tetap. 

Jangan kecewa dan putus asa, hanya karena status
Banyak orang yang terkadang putus asa karena sudah bertahun-tahun menjadi karyawan kontrak. Apalagi lembaga outsourcing semakin bermunculan dan semakin merambah hampir semua industri perusahaan. Tenang saja, status kepegawaian tidak berarti menunjukan "kasta pegawai" di sebuah perusahaan. Kamu tetap punya hak yang sama untuk berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik ke perusahaan. Apalagi berada di perusahaan yang mendukung dan membuka kesempatan semua orang untuk berkembang. Kamu punya ribuan kilometer jalan panjang deh buat membuka semua pintu promosi dari arah manapun. 

Itulah beberapa hal yang menurut saya membedakan karyawan kontrak dengan karyawan tetap. Lantas, mana yang terbaik? Jawabannya adalah, tergantung kamu melihat dari sudut pandang yang mana. Sudut pandang benefit, jawabannya akan menjadi karyawan tetap di sebagian perusahaan. Melihat sudut pandang pekerjaan, jawabannya akan berbeda lagi. Jadi, semua tergantung sudut pandang mana yang akan kamu ambil. Semoga bermanfaat!  

You Might Also Like

2 coment�rios