Another Horror Story : Work From Home

Di tengah pandemi Corona yang hampir mematikan semua aktivitas mulai dari belajar, ibadah, belanja, atau bekerja, membuat sebagian perusahaan menerapkan Work From Home (WFH) dalam waktu yang cukup lama. Meskipun sebagian perusahaan tidak bisa menerapkan WFH pada bagian atau tim tertentu, sebagian perusahaan lainnya yang bisa menerapkan WFH ini pun berbondong-bondong memulangkan karyawannya untuk bekerja dari rumah. 

Sejujurnya, sebagai perusahaan hal ini kadang jadi suatu hal yang sangat baik. Keperluan untuk karyawan selama bekerja dari kantor seperti makan siang, snack, biaya kebersihan, dan biaya-biaya lainnya yang biasa dikeluarkan saat aktivitas norma pre-pandemic pun bisa dipangkas sampai dengan 90%. Meski pendapatan perusahaan turun drastis selama pandemi, namun hal ini bisa meminimalkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk perawatan fasilitas. 

Aktivitas WFH ini menjadi dilematis. Menurut saya, di satu sisi seorang karyawan bisa sangat produktif selama pandemi Corona karena seluruh waktunya dihabiskan di rumah aja. Contohnya saja, seorang karyawan tidak membutuhkan waktu lama untuk makan siang ke luar kantor karena bisa dilakukan di rumah. Gak sedikit juga dari mereka yang makan sambil kerja. Beda saat berada di kantor, yang ada tambahan jam ngopi, jam ibadah ke tempat ibadah, ataupun mobilitas lainnya. Di rumah, semua hal itu bisa dilakukan dengan sangat efisien. 

Sedangkan sisi lainnya, aktivitas WFH bisa menjadi Another horror story! Kenapa? 

1. Tidak ada batasan jam kerja 
Photo by Marius Mann from Pexels
Saat bekerja di kantor kita butuh waktu perjalanan ke kantor, waktu pulang dari kantor, waktu istirahat makan siang. Saat WFH, hal itu semua tidak berlaku! Iya, semua orang tidak punya aktivitas seperti perjalanan dari dan ke kantor. Sebagian orang bisa memulai kerja lebih cepat, atau bahkan bisa mengakhiri kerja lebih malam. Hal yang sangat disayangkan adalah ungkapan "ngapain sih lo kan di rumah aja" yang sering dikatakan sebagian orang ke teman kerjanya. Hmm, sepertinya kita harus belajar untuk menghargai waktu orang lain untuk hal yang satu ini. Betul memang sebagian orang akan di rumah aja, tapi sebagian orang juga butuh istirahat yang cukup, bercengkerama dengan keluarga, atau beribadah. Jadi, marilah hargai waktu orang lain. Jika memang sudah bukan waktunya jam kerja, kamu bisa menahan diri sampai keesokan harinya. 

2. Sering terjadi kesalahpahaman atau misunderstanding dalam team 
Photo by Fox from Pexels

Pentingnya Over Communicate saat bekerja di rumah adalah solusi dari masalah ini. Tidak dapat dipungkiri komunikasi melalui Zoom atau tools komunikasi lainnya tetap berbeda dengan cara komunikasi kita saat di kantor yang tinggal colek teman sebelah atau samperin teman kerja ke mejanya. Bagi mereka yang tidak Pro active akan sangat sulit untuk menjalankan instruksi dari atasan dengan baik jika masih ada instruksi yang belum jelas. 

3. Kurang gerak 
Point satu ini menjadi donatur terbesar kenaikan berat badan para pekerja dari rumah. Gimana tidak naik, kegiatan berjalan kaki aja cuma dilakukan dari kamar-ruang makan-kamar mandi. Sudah dapat dipastikan mereka yang menghabiskan waktu kerja di rumah ini bisa lebih banyak duduknya ketimbanga gerak kesana kemari saat bekerja di kantor. 

4. Aktivitas keluarga di rumah 
Kalau untuk yang satu ini, kita ga bisa mengelak lagi. Aktivitas anggota keluarga di rumah ini kadang juga menjadi distraksi dalam kegiatan kerja dari rumah. Meskipun nilai positif untuk lebih dekat dengan keluarga lebih besar, gangguan-gangguan kecil seperti anak menangis (khusus untuk yang sudah berkeluarga), perintah dari ibu (kalau ga dijalanin lebih dulu, bisa jadi dikutuk), atau kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak kita temukan saat bekerja di kantor. 
Photo by Anastasia Shuraeva from Pexels
5. Keterbatasan Fasilitas
Berbeda saat kita bekerja di kantor, dimana jaringan internet lebih kuat, meja dan kursi kerja memang di design untuk bekerja, akses tools tanpa batas tanpa harus connect to VPN, atau fasilitas-fasilitas lain yang tidak kita temukan ketika bekerja di rumah. Meski kadang hal ini tidak kita alami, jika hal ini terjadi pada teman kerja kita, seperti koneksi internetnya yang tidak stabil, bisa menjadi penghambat mobilitas kerja team. Jadi, ya memang sama aja jika masalah ini datang dari orang lain dan tentu akan menghambat pekerjaan kita juga. 

Aktivitas Work From Home ini memang tidak selalu memberikan efek negatif, lebih dekat dengan keluarga, menghabiskan waktu untuk hobby saat lebih banyak waktu di rumah, lebih banyak istirahat, dan hal-hal lainnya juga bisa menjadi plus point bekerja dari rumah. Pada masa pandemi ini, kita sepatutnya memang tetap bersyukur masih diberi pekerjaan oleh Tuhan walau dari rumah. Bayangkan jika kamu terkena dampak PHK karena efisiensi perusahaan. Setidaknya, selalu ada hal baik yang bisa kita syukuri di saat sulit seperti ini. 

You Might Also Like

1 coment�rios

  1. raja889 taruhan bola online terbaik dan terpercaya.
    ada banyak game menarik yang bisa kalian mainkan seperti sportsbook, casino, bola tangkas, dan TGL.
    bergabung bersama kami, kalian akan diberikan banyak bonus seperti :
    - Bonus New Member
    - Bonus Registrasi
    - Bonus Referral
    - Bonus Deposit
    - Bonus Withdraw
    - Bonus Turnover
    - Bonus Cashback dan masih banyak bonus - bonus lainnya!

    Ayo segera daftarkan diri kalian dan mainkan game nya di situs kami, rajajudi889.

    ReplyDelete